ilustrasi israf(freepik.com/master1305)
Dalam buku Suara Khatib Baiturrahman oleh Dr. Tgk. H. Abdul Gani Isa, S.H., M.Ag, israf adalah perilaku dalam mengonsumsi sesuatu secara berlebihan sehingga menimbulkan mudharat/mafsadat. Contohnya adalah pola konsumsi terhadap makanan sehingga memengaruhi kesehatan dan mengurangi produktivitas, serta membuat ibadah menjadi tidak sempurna.
Perilaku israf sendiri dijelaskan dalam firman Allah SWT pada surah Al-Ahqaf ayat 20 yang berbunyi:
وَيَوْمَ يُعْرَضُ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ عَلَى ٱلنَّارِ أَذْهَبْتُمْ طَيِّبَٰتِكُمْ فِى حَيَاتِكُمُ ٱلدُّنْيَا وَٱسْتَمْتَعْتُم بِهَا فَٱلْيَوْمَ تُجْزَوْنَ عَذَابَ ٱلْهُونِ بِمَا كُنتُمْ تَسْتَكْبِرُونَ فِى ٱلْأَرْضِ بِغَيْرِ ٱلْحَقِّ وَبِمَا كُنتُمْ تَفْسُقُونَ
Artinya: "Dan (ingatlah) hari (ketika) orang-orang kafir dihadapkan ke neraka (kepada mereka dikatakan): "Kamu telah menghabiskan rezekimu yang baik dalam kehidupan duniawi (saja) dan kamu telah bersenang-senang dengannya; maka pada hari ini kamu dibalas dengan azab yang menghinakan karena kamu telah menyombongkan diri di muka bumi tanpa hak dan karena kamu telah fasik. (QS. Al-Ahqaf: 20)
Dalam konteks Islam, israf tidak selalu merujuk pada pemborosan harta atau makanan, melainkan segala bentuk nikmat Allah SWT yang tidak proporsional. Oleh karena itu, setiap umat Muslim diperintahkan untuk menghindari perilaku tercela dan tidak bermanfaat ini agar terhindar dari dampak negatifnya.