ilustrasi menunggu (pexels.com/ Vlada Karpovich)
Reputasi sering terbentuk bukan dari hal besar, melainkan dari kebiasaan kecil yang terjadi berulang. Cara seseorang datang tepat waktu atau sering terlambat akan cepat terbaca, bahkan tanpa perlu dibicarakan. Orang lain mulai menyesuaikan ekspektasi berdasarkan pengalaman yang pernah terjadi sebelumnya. Dari situ, muncul penilaian yang terbentuk secara alami.
Ada yang akhirnya selalu memberi jeda tambahan karena sudah terbiasa menunggu; ada juga yang memilih tidak lagi membuat janji di waktu tertentu. Ini bukan soal emosi, tetapi cara orang menjaga waktunya agar tidak terus terbuang. Kebiasaan seperti ini pelan-pelan membentuk kesan apakah seseorang bisa diandalkan atau tidak. Pada akhirnya, cara memperlakukan waktu sering menjadi penentu apakah seseorang dianggap serius atau sekadar lewat saja.
Jangan pernah menyepelekan waktu orang lain karena dampaknya bisa merambat ke banyak hal tanpa terasa. Hal kecil seperti memberi kabar atau datang sesuai kesepakatan justru yang paling membekas dalam ingatan. Dari situ, orang bisa menilai tanpa perlu banyak penjelasan. Sudah berapa kali orang lain harus mengatur ulang waktu mereka hanya untuk menyesuaikan satu janji yang sebenarnya bisa ditepati atau justru kamu yang menjadi korban mereka?