Presentasi koleksi ready-to-wear Hartono Gan dalam "Launching of Hartono Gan Ready-To-Wear as Part of Future Fashion Awards pada Sabtu" (25/4/2026) di LAKON Store Mall Kelapa Gading 3, Jakarta Utara. (IDN Times/Febriyanti Revitasari)
Dari sisi desainer, Hartono Gan tak kalah punya pengalaman menarik. Baginya, kisah atau narasi tentang fashion yang kuat itu harus kembali ke identitas desainer.
"Identity brand harus berdasarkan cara hidup desainernya. Fashion bukan soal baju. Fashion is the air that we breathe. Ia berhubungan dengan apa yang kita makan, dengar, baca, dan ke mana kita pergi. Itulah yang membentuk karakter dan narasi," ucap Hartono.
Ditambahkannya, viralnya suatu narasi saat ini tidaklah sama dengan tingkat penjualan. Viral belum tentu bisa mendongkrak penjualan. Karena itu, viral hanyalah bonus. Yang jauh lebih penting adalah menjangkau audiens yang tepat sasaran dengan strategi yang berbeda.
"Desainer sebenarnya selalu punya material untuk diceritakan, tinggal bagaimana media mengulik dan men-drive arah pembicaraannya," pungkas Hartono saat menceritakan pengalamannya diwawancarai soal produk barunya kepada awak media.
Ketika ia merelakan lebih dekat dan berbincang lama dengan awak media, tulisan yang dipublikasikan di media cenderung jujur dan 100 persen sesuai dengan apa yang disampaikannya.
Diskusi pun berjalan menarik dan sangat berbobot. Masih banyak cerita, saran, masukan, dan tantangan yang disampaikan oleh media serta pelaku dunia fashion.
Yang pasti, semua antusias mempersiapkan JF3 Fashion Festival 2026 yang akan diselenggarakan terpusat di Mall Kelapa Gading. Selama tujuh hari berturut-turut, tepatnya pada 23-29 Juli, fashion show akan berlangsung. Tentunya didahului dengan Gala Dinner Opening pada 22 Juli mendatang.