Jam Swatch x Audemars Piguet Ramai Diburu, Tren Baru di Dunia Fashion?

- Kolaborasi Swatch dan Audemars Piguet lewat The Royal Pop Collection mencuri perhatian global dengan desain jam saku unik berwarna cerah yang menggabungkan gaya klasik Royal Oak dan sentuhan pop modern.
- Koleksi ini menggunakan material bioceramic tahan lama, hadir dalam dua desain utama—Lapine dan Savonette—dengan delapan varian warna, dibanderol sekitar Rp7 jutaan per unit.
- Tingginya permintaan memicu antrean panjang serta munculnya reseller yang menaikkan harga hingga Rp40 jutaan, sementara Swatch mengimbau pembeli menunggu stok resmi demi keamanan dan kenyamanan.
Kolaborasi Swatch dan Audemars Piguet sukses menghebohkan berbagai negara, termasuk Indonesia. Produk yang diluncurkan pada Sabtu (16/5/2026) silam ini, langsung ramai dibicarakan di media sosial. Antrean panjang terlihat mengular di sejumlah mal dan department store karena banyak orang rela menunggu demi mendapatkan produk terbaru dari dua merek jam tangan asal Swiss tersebut.
Koleksi jam tangan saku The Royal Pop Collection ini diincar karena bentuknya yang unik. Tak seperti jam pada umumnya, The Royal Pop justru hadir dengan long strap, mendorong penggunanya untuk berkreasi dengan aksesori tersebut. Sejumlah kreator di media sosial menggantung jam saku tersebut di tas. Hal ini menjadikannya digadang-gadang akan mengalahkan popularitas bag charm Labubu.
Tingginya permintaan The Royal Pop Collection membuat orang awam juga penasaran. Selain itu, mark up harga tinggi mulai ditemukan di media sosial. Lalu, berapa sebenarnya harga The Royal Pop Collection dan bagaimana spesifikasinya?
1. Swatch x Audemars Piguet berkolaborasi hadirkan jam saku

Koleksi Royal Pop menghadirkan desain avant-garde dari model jam legendaris Royal Oak oleh Audemars Piguet. Royal Oak sendiri memiliki desain ikonik yang pertama kali diluncurkan pada 1972 oleh desainer Gerald Genta. Jam tangan itu memiliki bentuk octagonal bezel atau segi delapan dengan delapan sekrup heksagonal pada tepinya.
Desain ini pula yang diadaptasi oleh koleksi The Royal Pop, namun dengan sentuhan khas Swatch yang terkesan lebih pop up dan fun. The Royal Pop hadir dengan kombinasi warna cerah, mendobrak ciri khas Royal Oak yang terkesan luxury, klasik, dan mewah.
Kreativitas tak berhenti sampai di situ, The Royal Pop hadir berupa jam saku yang dirancang untuk disimpan dalam pakaian atau menggantungnya di berbagai tempat, sperti tas, saku, rompi, hingga ikat pinggang. Desain modular yang dihadirkan pada The Royal Pop ini mendorong pengguna untuk bisa bereksperimen dengan gaya sendiri.
2. Koleksi unik dari Swatch dan merek legendaris, harganya diprediksi Rp7 jutaan

The Royal Pop menggunakan material bioceramic, bahan yang menggabungkan keramik dengan bahan biosecured sehingga materialnya lebih tahan lama. Fitur SISTEM51 juga membuat jam tangan ini tahan gores dan punya lapisan anti pantul. Jam saku ini dirancang dengan sistem pergerakan mekanis yang dirakit secara otomatis sepenuhnya. Hadir dengan 8 varian warna dan 2 spesifik desain.
Desain Lapine menghadirkan varian Green Eight dengan warna hijau, Blaue Acht dengan paduan warna hijau limau, dan Ocho Negro koleksi ini didominasi warna black and white. Ada pula variasi Huit Blank berwarna full white dan Orenji yang memadukan warna biru dengan oranye pada dial, sementara untuk Otto Rosso hadir dengan warna pink yang fresh. Untuk desain Lapine, pemutar waktunya berada di posisi arah jam 12.00, harganya sekitar 400 dollar atau Rp7 jutaan.
Selain desain Lapine, Swatch hadirkan desain Savonette. Hadir dengan variasi OTG Riz, paduan warna pink, yellow, dan blue emission yang pop up. Ada pula variasi Lan Ba, paduan warna navy dan soft blue. Untuk desain Savonette, pemutar waktu berada di arah jam 3 dan terdapat piringan kecil untuk menunjukkan detik.
3. Bagaimana cara mendapatkannya?

Peningkatan demand dari masyarakat menimbulkan antrean panjang di sejumlah tempat pembelanjaan. Selain itu, muncul reseller yang menjual jam tersebut dengan harga tinggi. Di media sosial sendiri, sejumlah reseller menawarkan koleksi The Pop dengan harga mencapai Rp40 jutaan. Di sisi lain, untuk official store, masih belum diproduksi dalam jumlah besar, jadi belum dapat memenuhi permintaan publik.
Masalah ini menimbulkan kesadaran tersendiri bagi Swatch. Dalam laman resminya, Swatch menyatakan agar pelanggan tidak perlu berbondong-bondong mendatangi toko demi menjaga keamanan dan kenyamanan bersama. Selain itu, Swatch juga menyatakan bahwa koleksi ini akan tersedia dalam beberapa bulan ke depan. Di berbagai wilayah atau negara, antrean lebih dari 50 orang tidak dapat diterima sehingga penjualan perlu dihentikan sementara.
Jadi, bagi kamu yang ingin memiliki koleksi Swatch dan Audemars Piguet, bisa menunggu dalam beberapa waktu ke depan dan hindari kerumunan yang dapat mengganggu keamanan. Berhati-hatilah dengan berbagai penipuan yang mengatasnamakan penjualan produk kolaborasi ini.



















