Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kebiasaan Bersih-bersih yang Sebaiknya Ditinggalkan, Sudah Gak Efektif
ilustrasi membersihkan debu pakai kemoceng bulu (pexels.com/cottonbro)
  • Beberapa kebiasaan bersih-bersih lama terbukti tidak efektif dan bisa merusak perabot, sehingga disarankan beralih ke metode modern yang lebih efisien dan aman.
  • Mengelap disinfektan terlalu cepat, memakai deterjen berlebihan, serta menggunakan pelembut pada handuk dapat menurunkan efektivitas pembersihan dan merusak bahan.
  • Mengganti tisu dapur dan kemoceng bulu dengan kain mikrofiber serta menghindari pemutih klorin untuk nat keramik membuat hasil bersih lebih maksimal dan ramah lingkungan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Membersihkan rumah sering kali dilakukan berdasarkan kebiasaan yang sudah diwariskan bertahun-tahun. Padahal, perkembangan produk pembersih dan hasil penelitian terbaru menunjukkan bahwa beberapa cara lama ternyata tidak lagi efektif, bahkan berisiko merusak perabot atau membuat proses membersihkan menjadi kurang maksimal.

Para profesional kebersihan pun menyarankan untuk mulai meninggalkan sejumlah kebiasaan tersebut dan beralih ke metode yang lebih efisien. Berikut beberapa kebiasaan bersih-bersih yang sebaiknya ditinggalkan karena sudah gak efektif lagi.

1. Langsung mengelap disinfektan setelah disemprotkan

ilustrasi membersihkan menggunakan lap (pexels.com/cottonbro)

Banyak orang langsung mengelap permukaan setelah menyemprotkan disinfektan agar pekerjaan cepat selesai. Padahal, kebiasaan ini membuat kandungan aktif dalam disinfektan tidak memiliki cukup waktu untuk membunuh kuman dan bakteri secara efektif. Alhasil, permukaan mungkin tampak bersih, tetapi proses disinfeksinya belum bekerja secara maksimal.

Setiap produk disinfektan memiliki waktu kontak (contact time) yang berbeda, mulai dari beberapa detik hingga beberapa menit. Oleh karena itu, selalu ikuti petunjuk penggunaan pada kemasan dan biarkan cairan bekerja sesuai anjuran sebelum dilap. Cara sederhana ini dapat meningkatkan efektivitas disinfektan tanpa perlu menggunakan produk lebih banyak.

"Jika kamu hanya menyemprotkan cairan pembersih lalu langsung mengelapnya, produk tersebut tidak memiliki cukup waktu untuk membersihkan permukaan secara menyeluruh. Akibatnya, masih ada kotoran yang tertinggal," ujar Sara Aparacio, pakar kebersihan di Homeaglow, dikutip dari The Spruce.

2. Menggunakan deterjen terlalu banyak saat mencuci pakaian

ilustrasi mencuci (pexels.com/timamiroshnichenko)

Masih banyak orang mengira bahwa semakin banyak deterjen yang digunakan, hasil cucian akan semakin bersih. Padahal, deterjen modern memiliki formula yang lebih pekat sehingga cukup digunakan sesuai takaran yang dianjurkan. Penggunaan berlebihan justru meninggalkan residu sabun pada pakaian dan di dalam mesin cuci.

Residu tersebut dapat membuat pakaian terasa kaku, memicu iritasi kulit, dan menurunkan kinerja mesin cuci dalam jangka panjang. Selain lebih boros, penggunaan deterjen berlebihan juga menambah limbah bahan kimia yang mencemari lingkungan. Karena itu, gunakan deterjen secukupnya sesuai petunjuk produsen agar pakaian tetap bersih dan mesin cuci lebih awet.

3. Selalu memakai pelembut kain saat mencuci handuk

ilustrasi laundry (pexels.com/rdne)

Pelembut kain memang membuat pakaian terasa harum, tetapi tidak selalu cocok digunakan pada semua jenis kain, terutama handuk. Lapisan yang ditinggalkan pelembut kain dapat menempel pada serat handuk sehingga daya serapnya perlahan berkurang. Akibatnya, handuk terasa lembut tetapi tidak lagi efektif menyerap air.

Jika ingin menjaga handuk tetap empuk, cukup gunakan deterjen dengan takaran yang sesuai dan keringkan secara benar. Kamu juga bisa memanfaatkan dryer balls saat proses pengeringan agar serat kain tetap lembut tanpa mengurangi kemampuan menyerap air. Cara ini membuat handuk lebih awet sekaligus tetap nyaman digunakan setiap hari.

4. Mengandalkan tisu dapur untuk membersihkan berbagai permukaan

ilustrasi membersihkan kaca (pexels.com/karolinagrabowska)

Tisu dapur memang praktis digunakan untuk membersihkan rumah, tetapi efektivitasnya tidak sebaik yang dibayangkan. Selain menghasilkan lebih banyak sampah sekali pakai, tisu dapur cenderung hanya menggeser kotoran dan meninggalkan serat halus di permukaan. Akibatnya, hasil pembersihan menjadi kurang maksimal.

Sebagai alternatif, gunakan kain mikrofiber yang dapat dicuci dan dipakai berulang kali. Bahan ini mampu menangkap debu, minyak, dan bakteri dengan lebih efektif sekaligus lebih ramah lingkungan. Dalam jangka panjang, penggunaan kain mikrofiber juga lebih hemat karena tidak perlu terus-menerus membeli tisu dapur sekali pakai.

"Tisu dapur cenderung hanya menggeser atau mengoleskan kotoran yang bukan berbentuk cairan, dan tidak terlalu efektif dalam menghilangkan bakteri," ujar Nicole Kent, pemilik Hubbard's Maid Service yaitu Jasa Kebersihan Rumah, dikutip dari The Spruce.

5. Membersihkan debu menggunakan kemoceng bulu

ilustrasi membersihkan lampu menggunakan kemoceng (pexels.com/karola-g)

Kemoceng bulu mungkin sudah lama menjadi andalan untuk membersihkan debu di rumah. Namun, alat ini umumnya hanya membuat debu beterbangan ke udara, bukan benar-benar mengangkatnya dari permukaan. Akibatnya, debu akan kembali mengendap di area lain sehingga proses membersihkan menjadi kurang efektif.

Sebagai gantinya, gunakan kain mikrofiber yang sedikit dibasahi saat mengelap permukaan. Serat mikrofiber mampu menangkap dan menahan debu sehingga tidak mudah menyebar kembali ke udara. Cara ini membuat hasil pembersihan lebih maksimal sekaligus membantu mengurangi paparan alergen di dalam rumah.

6. Membersihkan nat keramik menggunakan pemutih klorin

ilustrasi keramik (unsplash.com/crystalmind_design)

Pemutih klorin memang dapat membuat nat keramik tampak lebih putih dalam waktu singkat. Namun, penggunaan berulang dapat melemahkan struktur nat sehingga lebih mudah retak atau terkikis seiring waktu. Jika dibiarkan terus-menerus, kerusakan tersebut justru membuat biaya perawatan rumah menjadi lebih besar.

Sebagai alternatif yang lebih aman, gunakan oxygen bleach atau pasta dari campuran baking soda dan hidrogen peroksida untuk membersihkan nat. Jika tersedia, gunakan steam cleaner terlebih dahulu agar kotoran lebih mudah terangkat tanpa merusak material. Cara ini efektif menjaga nat tetap bersih sekaligus lebih awet.

Membersihkan rumah bukan hanya soal rajin melakukannya, tetapi juga menggunakan cara yang tepat. Dengan meninggalkan kebiasaan lama yang sudah tidak efektif, proses bersih-bersih bisa menjadi lebih efisien, hemat, dan membantu menjaga kondisi rumah tetap prima dalam jangka panjang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article