Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Kebiasaan Kecil yang Bikin Lebih Mindful Menjalani Puasa
ilustrasi perempuan berjalan (freepik.com/marymarkevich)
  • Artikel menyoroti pentingnya menjalani puasa dengan kesadaran penuh, bukan sekadar rutinitas tahunan tanpa makna yang mendalam.
  • Lima kebiasaan kecil diperkenalkan untuk melatih mindfulness selama Ramadan, mulai dari sahur tanpa gawai hingga refleksi sebelum tidur.
  • Dengan konsistensi dalam kebiasaan sederhana ini, kualitas ibadah dan kontrol diri diyakini akan meningkat sepanjang bulan puasa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Puasa sering kali terasa seperti rutinitas tahunan yang berjalan begitu saja. Kita sahur, menahan lapar, lalu berbuka ketika azan magrib terdengar. Hari demi hari berlalu tanpa kita benar-benar sadari apa yang berubah dalam diri. Padahal, Ramadan bisa jadi ruang paling jujur untuk belajar cara hidup mindful.

Menjalani puasa dengan sadar bukan cuma soal kuat tidak makan dan minum. Ada kualitas ibadah dan kehadiran hati yang perlu dijaga setiap hari. Kalau dijalani dengan niat yang tepat, Ramadan bisa terasa jauh lebih dalam dan personal. Yuk, simak lima kebiasaan kecil yang bikin lebih mindful menjalani puasa!

1. Memulai sahur tanpa scroll media sosial

ilustrasi laki-laki sahur (pexels.com/Michael Burrows)

Coba ingat lagi kebiasaan sahurmu selama ini. Apakah kamu langsung membuka ponsel sambil setengah mengantuk? Tanpa sadar, energi pagi sudah habis untuk membaca notifikasi dan kabar yang belum tentu penting. Akhirnya sahur terasa seperti formalitas saja.

Sesekali, coba letakkan ponsel lebih jauh dari jangkauan tangan. Fokus pada makanan, doa, dan suasana rumah yang masih sunyi. Rasakan setiap suapan sebagai bagian dari niat berpuasa, bukan sekadar pengisi tenaga. Dari momen sederhana ini, kamu sudah melatih cara hidup mindful sejak pagi.

2. Menata niat sebelum memulai aktivitas

ilustrasi perempuan tersenyum (freepik.com/freepik)

Setelah sahur dan salat Subuh, hari biasanya langsung terasa sibuk. Pekerjaan, kuliah, atau tugas rumah menunggu untuk diselesaikan. Di tengah ritme itu, niat puasa kadang hanya berhenti sebagai kalimat di awal hari. Padahal, niat bisa jadi kompas yang mengarahkan sikap.

Sebelum memulai aktivitas, ambil satu menit untuk mengingat tujuan puasamu. Kamu bisa mengulang dalam hati bahwa hari ini ingin lebih sabar dan jujur. Kebiasaan baik ini terdengar sederhana, tapi dampaknya terasa sepanjang hari. Dengan niat yang diperbarui, setiap keputusan jadi lebih sadar.

3. Mengelola emosi saat energi menurun

ilustrasi perempuan tersenyum (pexels.com/ ANTONI SHKRABA production)

Menjelang sore, energi biasanya mulai terkuras. Lapar dan lelah membuat emosi lebih mudah terpancing. Situasi kecil bisa terasa lebih besar dari biasanya. Di sinilah latihan mindfulness benar-benar diuji.

Saat mulai kesal, coba jeda sejenak sebelum bereaksi. Tarik napas dalam, lalu tanyakan pada diri sendiri apa yang sebenarnya kamu rasakan. Cara ini membantu kamu merespons dengan tenang, bukan sekadar meluapkan emosi. Puasa pun tidak hanya menahan lapar, tetapi juga menguatkan kontrol diri.

4. Menghadirkan hati saat beribadah

ilustrasi laki-laki beribadah (pexels.com/Michael Burrows)

Ibadah di bulan Ramadan sering bertambah intensitasnya. Salat tarawih, tadarus, hingga doa-doa panjang menjadi bagian dari rutinitas malam. Namun, banyak orang menjalankannya sambil pikiran melayang ke mana-mana. Akhirnya, ibadah terasa cepat berlalu tanpa makna.

Coba perlambat sedikit ritmemu saat beribadah. Fokus pada bacaan, gerakan, dan rasa syukur yang muncul di dalam hati. Tidak perlu sempurna, yang penting kamu hadir sepenuhnya. Dari situ, Ramadan bermakna tidak lagi terdengar seperti slogan.

5. Menutup hari dengan refleksi ringan

ilustrasi perempuan journaling (pexels.com/cottonbro studio)

Setelah berbuka dan beraktivitas di malam hari, tubuh biasanya langsung ingin beristirahat. Kita sering menutup hari tanpa benar-benar mengevaluasi apa yang sudah dijalani. Padahal, refleksi kecil bisa membuat perjalanan puasa lebih terasa. Kamu jadi tahu di mana harus memperbaiki diri.

Sebelum tidur, coba tanyakan satu hal sederhana pada diri sendiri. Apa kebiasaan baik yang sudah kamu lakukan hari ini? Apa yang bisa diperbaiki besok agar lebih mindful? Kebiasaan ini membuat Ramadan tidak hanya lewat sebagai tanggal di kalender.

Menjalani puasa dengan sadar memang butuh latihan. Tidak selalu mulus dan kamu mungkin masih terpancing emosi atau terdistraksi. Namun, dari kebiasaan kecil yang bikin lebih mindful menjalani puasa, kualitas ibadah perlahan berubah. Yuk, mulai hari ini jalani puasa dengan lebih mindful agar Ramadan benar-benar terasa bermakna!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team