- Sensasi tubuh: Sensasi fisik apa yang dirasakan? Apakah ada bagian tubuh yang terasa sakit? Apa yang dapat kita lihat, dengar, cicipi, cium, dan rasakan secara fisik?
- Keadaan emosional: Emosi apa yang dirasakan?
- Kondisi mental: Apa yang dipikirkan? Asumsi atau penilaian apa yang kita buat tentang diri kita?
5 Tips Belajar Hidup Lebih Mindful Setelah Mengalami Bencana

- Latih pernapasan dengan teknik STOP
- Membantu membumikan diri saat ini
- Mengamati sensasi tubuh, keadaan emosional, dan kondisi mental
- Melanjutkan aktivitas dengan tujuan dan pikiran yang lebih jernih
- Membangun rutinitas
- Memberikan rasa struktur dan stabilitas
- Menetapkan waktu makan, tidur, olahraga, dan aktivitas harian teratur
- Melakukan hobi atau karya seni untuk melepaskan perasaan
Setelah mengalami bencana, banyak dari kita yang terdampak secara emosional, seperti trauma mendalam. Hal ini tidak jarang membuat cara kita memandang hidup berubah. Di tengah rasa kehilangan, gelisah, dan ketidakpastian, penting untuk hadir sepenuhnya dalam setiap momen sebagai bentuk pemulihan diri.
Belajar hidup lebih mindful (hadir sepenuhnya) dapat menjadi langkah awal untuk menenangkan pikiran, menerima keadaan dengan lebih bijak, serta membangun kembali ketahanan mental secara perlahan. Berikut ini beberapa tips belajar hidup lebih mindful setelah mengalami bencana. Keep scrolling!
1. Latih pernapasan dengan teknik STOP

Teknik mindfulness STOP (Stop, Take a breath, Observe, Proceed) membantu kamu membumikan diri saat ini, khususnya setelah mengalami bencana.
Stop (hentikan apa yang sedang dilakukan)
Langkah pertama praktik STOP, menghentikan sejenak pikiran dan tindakan. Ini bukan melawan pikiran atau mencoba untuk menjernihkan pikiran atau mengabaikan perasaan, tetapi tentang memberi dirimu izin untuk berhenti sejenak sebelum melanjutkan.
Take a breath (tarik napas)
Setelah berhenti sejenak, alihkan fokus ke pernapasan dan tarik napas serta hembuskan napas secara perlahan dan teratur. Ulangi sebanyak yang diperlukan. Teknik pernapasan ini dapat memperlambat segalanya sehingga kamu dapat melanjutkan aktivitas dengan lebih hadir sepenuhnya.
Observe (mengamati)
Pengamatan ini membantu kamu memenyadari dunia internal dan eksternal. Kita dapat mengamati:
Langkah mengamati dalam teknik STOP memberi kamu kesempatan untuk memeriksa diri sendiri dan memperhatikan bagaimana suatu situasi memengaruhimu.
Procees (melanjutkan)
Setelah siap, kamu dapat melanjutkan aktivitas apa pun yang sedang dilakukan. Langkah ini memungkinkan kamu untuk melanjutkan dengan tujuan dan pikiran yang lebih jernih.
Sementara itu, kamu dapat mempertimbangkan untuk melakukan sesuatu yang dapat membantumu merasa lebih baik, apakah itu mengulang afirmasi positif atau minum segelas air dengan penuh kesadaran.
2. Membangun rutinitas

Menetapkan rutinitas dapat memberikan rasa struktur dan stabilitas selama masa-masa setelah kamu mengalami bencana. Tetaplah berpegang pada waktu makan, jadwal tidur, olahraga teratur, dan aktivitas harian yang teratur sebisa mungkin, meskipun perlu dimodifikasi karena bencana.
Buatlah rutinitas positif supaya semangat menyambutnya di masa-masa yang sulit, seperti melakukan hobi, membaca buku, dan lain-lain. Rekomendasi hobi yang bisa dilakukan, seperti journaling atau membuat karya seni. Melalui karya seni, kamu dapat melepaskan perasaan, berhubungan dengan emosi secara lebih dalam, dan menemukan cara baru untuk merespons pengalaman traumatik.
3. Batasi paparan berita

Setelah bencana, berita sering berisi gambar dan narasi yang berulang tentang kehilangan, kerusakan, dan duka. Meskipun penting untuk tetap mendapatkan informasi tentang perkembangan terkait bencana alam, namun coba batasi paparan media terhadap pemberitaan dan konten sosial, terutama jika hal itu menyebabkan tekanan.
Tetapkan batasan dalam konsumsi media untuk mencegah rasa kewalahan yang hadir dari paparan berlebihan terhadap gambar menakutkan atau intens. Pilih waktu tertentu untuk update berita, lalu beri jeda agar pikiran bisa beristirahat.
Mindfulness menekankan kesadaran penuh, terpapar banyak berita hanya membuat pikiran terus meloncat ke kemungkinan terburuk, terjebak pada what if, dan sulit fokus pada hal yang bisa dikendalikan. Membatasi berita membuka ruang untuk kamu dapat tidur lebih nyenyak, bernapas lebih dalam, dan melakukan rutinitas sederhana dengan lebih sadar.
4. Mencari dukungan

Belajar hidup mindful setelah bencana berikutnya ialah mencoba berbicara dengan orang lain, bergabung dengan kelompok dukungan, atau mencari bantuan profesional (psikolog) untuk trauma pasca-bencana (PTSD).
Ambil keuntungan dari sumber daya komunitas dan layanan dukungan yang tersedia untuk pemulihan bencana, seperti layanan konseling, kelompok dukungan, dan organisasi bantuan bencana. Sumber daya ini dapat memberikan bantuan praktis, informasi, dan dukungan emosional.
Tetaplah terhubung dengan teman, keluarga, tetangga, dan kolega untuk memberi dan menerima dukungan. Saling membantu akan senantiasa mempercepat proses penyembuhan.
Kamu juga bisa mencari bantuan profesional jika diperlukan. Jangan ragu untuk mencari bantuan profesional dari terapis, konselor, atau penyedia layanan kesehatan mental. Mereka dapat menawarkan dukungan dan intervensi khusus untuk membantu kamu mengatasi tantangan dan mempercepat pemulihan.
5. Berlatih bersyukur

Bersyukur bukan berarti mengabaikan rasa sakit. Mulailah dari hal kecil, seperti mengingat keselamatan diri, adanya bantuan dan dukungan banyak pihak, atau satu hal yang berjalan baik hari ini. Ingatkan diri sendiri dan orang lain bahwa memiliki banyak perasaan yang berbeda, serta "hari-hari baik" dan "hari-hari buruk" adalah hal yang normal sebagai bagian alami dari proses pemulihan.
Pemulihan dari bencana alam memang membutuhkan waktu dan penyembuhan adalah proses bertahap. Bersabarlah dengan diri sendiri dan izinkan diri untuk berduka atas kehilangan, beradaptasi dengan perubahan, dan membangun kembali hidup dengan kecepatan yang kamu miliki.
Itulah beberapa tips hidup lebih mindful setelah mengalami bencana. Jangan lupa untuk selalu berdoa untuk mendekatkan diri kepada Tuhan agar senantiasa diberi perlindungan, keselamatan, hingga kemudahan hidup. Semoga bermanfaat!



















