Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi akhir bulan
ilustrasi akhir bulan (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Intinya sih...

  • Mengecek saldo berkali-kali tanpa alasan jelas

  • Menunda membeli sesuatu yang sudah masuk keranjang

  • Menghitung hari dengan cara yang tidak biasa

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Akhir bulan sering memunculkan perilaku kecil yang sulit dijelaskan secara logis, tetapi hampir selalu berulang. Bukan hal besar, bukan pula keputusan penting, justru kebiasaan remeh yang terasa ganjil karena hanya muncul di waktu tertentu. Banyak orang tidak menyadarinya, padahal tanda-tandanya terlihat jelas dalam aktivitas sehari-hari.

Situasi akhir bulan seolah menciptakan ruang tersendiri bagi kebiasaan yang tidak lazim, namun terasa wajar karena terjadi berulang. Berikut beberapa kebiasaan yang selalu muncul saat akhir bulan, meski jarang diakui secara terbuka oleh beberapa orang, ya. Coba cek, mana tahu kamu juga merasakan hal yang serupa.

1. Mengecek saldo berkali-kali tanpa alasan jelas

ilustrasi cek saldo (pexels.com/Tima Miroshnichenko)

Di akhir bulan, aplikasi perbankan sering dibuka tanpa tujuan transaksi apa pun. Saldo diperiksa, ditutup, lalu dibuka lagi beberapa jam kemudian meski tidak ada pemasukan atau pengeluaran baru. Kebiasaan ini terasa ganjil karena tidak memberi informasi tambahan, tetapi tetap dilakukan berulang. Angka di layar seolah ingin dipastikan tetap berada di posisi yang sama.

Pengecekan berulang ini lebih mirip refleks daripada kebutuhan nyata. Ada rasa ingin memastikan kondisi tidak berubah tanpa disadari, meski faktanya tidak ada aktivitas keuangan yang terjadi. Anehnya, kebiasaan ini hampir selalu berhenti sendiri setelah tanggal gajian lewat. Aplikasi yang sebelumnya sering dibuka mendadak jarang disentuh lagi.

2. Menunda membeli sesuatu yang sudah masuk keranjang

ilustrasi online shopping (pexels.com/V H)

Barang sudah masuk keranjang belanja sejak beberapa hari sebelumnya, lengkap dengan ukuran, warna, dan jumlah yang dipilih. Tidak ada kebingungan soal pilihan, bahkan niat membeli sudah mantap sejak awal. Namun, begitu akhir bulan tiba, tombol bayar terasa seperti keputusan besar. Padahal, barang tersebut bukan kebutuhan mendesak dan nilainya masih terjangkau.

Namun yang membuatnya aneh, penundaan ini sering diiringi kebiasaan membuka ulang halaman produk. Harga dicek lagi, foto diperbesar, ulasan dibaca ulang, lalu aplikasi ditutup tanpa aksi apa pun. Aktivitas ini bisa berulang beberapa kali sampai tanggal berganti. Setelah itu, keputusan diambil dengan cepat, seolah tidak pernah ada keraguan sebelumnya.

3. Menghitung hari dengan cara yang tidak biasa

ilustrasi menghitung hari (pexels.com/Leeloo The First)

Akhir bulan mengubah cara menghitung waktu tanpa disadari. Hari tidak lagi disebut Senin atau Kamis, melainkan “tinggal tiga hari”, “besok”, atau “nanti tanggal satu”. Kalender di kepala bergeser fungsinya, lebih fokus pada jarak menuju tanggal tertentu. Hitungan ini terasa lebih spesifik dan personal.

Kebiasaan ini hanya muncul di fase akhir bulan dan jarang terbawa ke minggu lain. Begitu awal bulan datang, cara menghitung waktu kembali normal. Anehnya, perubahan ini terjadi hampir setiap bulan dengan pola yang sama. Seolah tanggal menjadi acuan utama, bukan lagi nama hari atau agenda.

4. Mendadak menjadi sangat teliti soal hal sepele

ilustrasi teliti (pexels.com/Yan Krukau)

Hal-hal kecil yang biasanya luput dari perhatian mendadak terasa penting di akhir bulan. Sisa sabun cair diperhatikan lebih lama, kuota internet dihitung manual, dan stok bumbu dapur dicek satu per satu. Padahal, sebelumnya semua itu jarang dipikirkan secara detail. Ketelitian muncul tanpa disadari.

Namun yang menarik, perhatian ekstra ini bersifat sementara dan sangat spesifik. Begitu akhir bulan terlewati, kebiasaan menghitung hal-hal kecil ikut menghilang. Sabun kembali dipakai tanpa pikir panjang, kuota jarang dicek. Kebiasaan ini aneh karena muncul konsisten, tetapi tidak pernah benar-benar dipertahankan.

5. Merasa lebih lega menolak ajakan tanpa perlu memberi alasan panjang

ilustrasi menolak ajakan (pexels.com/Keira Burton)

Di akhir bulan, menolak ajakan terasa jauh lebih mudah. Tidak perlu penjelasan berlapis atau alasan yang terdengar meyakinkan. Cukup dengan jawaban singkat, keputusan itu diterima oleh diri sendiri tanpa rasa tidak enak. Sikap ini berbeda dari hari-hari lain yang sering dipenuhi kompromi.

Menariknya, penolakan ini tidak selalu berkaitan dengan biaya atau tenaga. Ada dorongan untuk menjaga kondisi tetap sederhana sampai tanggal tertentu. Setelah fase akhir bulan lewat, sikap selektif ini perlahan berkurang. Ajakan kembali dipertimbangkan tanpa beban yang sama.

Kebiasaan yang selalu muncul saat akhir bulan sering kali dianggap sepele karena berlangsung singkat dan terus berulang. Padahal, dari hal-hal kecil itulah terlihat perubahan sikap yang jarang disadari. Dari semua kebiasaan tersebut, mana yang paling sering muncul dan terasa paling dekat dengan keseharianmu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team