Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kenapa Buku tentang Hidup Justru Paling Dicari saat Libur Lebaran?
ilustrasi buku (unsplash.com/Seema Miah)
  • Waktu libur memberi kesempatan membaca lebih santai tanpa terburu-buru.

  • Suasana kumpul keluarga memicu ketertarikan pada cerita kehidupan nyata.

  • Perjalanan mudik membuat orang memilih bacaan ringan yang mudah dicerna.

Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Libur Lebaran sering identik dengan perjalanan pulang kampung, kumpul keluarga, dan waktu senggang yang jarang didapat pada hari biasa. Pada sela suasana santai tersebut, banyak orang justru mencari bacaan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Rak toko buku hingga daftar buku populer di aplikasi membaca sering menunjukkan lonjakan minat pada buku bertema hidup, pengalaman pribadi, atau kisah perjalanan hidup seseorang.

Fenomena ini menarik karena terjadi pada momen ketika orang sebenarnya sedang beristirahat dari rutinitas. Berikut beberapa alasan yang membuat buku tentang kehidupan terasa lebih dicari saat masa Lebaran. Apa saja?

1. Waktu libur memberi kesempatan untuk membaca tanpa terburu-buru

ilustrasi membaca buku (unsplash.com/iAm Evolving)

Hari kerja sering membuat kegiatan membaca terpinggirkan karena perhatian terpecah antara pekerjaan, perjalanan, dan urusan rumah. Libur panjang seperti Lebaran menciptakan waktu senggang yang lebih longgar sehingga membaca kembali terasa seperti kegiatan santai, bukan kewajiban. Banyak orang akhirnya memanfaatkan jeda ini untuk membuka buku yang selama ini hanya tersimpan di rak.

Situasi perjalanan mudik juga sering membuat buku menjadi teman praktis. Di kereta, pesawat, atau ruang tunggu terminal, membaca terasa lebih nyaman dibanding sekadar menatap layar ponsel berjam-jam. Buku bertema kehidupan biasanya dipilih karena isinya ringan, tetapi tetap memberi bahan renungan sederhana yang cocok dinikmati dalam perjalanan.

2. Momen kumpul keluarga memunculkan banyak cerita hidup

ilustrasi Lebaran (pexels.com/RDNE Stock project)

Lebaran identik dengan pertemuan keluarga besar yang mungkin jarang terjadi sepanjang tahun. Saat berkumpul, berbagai kisah masa lalu sering kembali dibicarakan, mulai dari cerita masa kecil, perjalanan karier, hingga pengalaman hidup anggota keluarga yang berbeda generasi. Percakapan seperti ini membuat banyak orang merasa dekat dengan tema kehidupan nyata.

Situasi tersebut sering memicu keinginan membaca buku yang berisi pengalaman serupa. Memoar, catatan perjalanan hidup, atau kisah seseorang yang berhasil melewati masa sulit terasa lebih menarik karena pembaca sedang berada dalam suasana yang penuh cerita. Buku akhirnya menjadi lanjutan dari obrolan keluarga yang terjadi sepanjang hari.

3. Perjalanan mudik membuat orang mencari bacaan yang mudah dicerna

ilustrasi membawa buku saat mudik (unsplash.com/patsanannnn)

Mudik sering berarti perjalanan panjang dengan waktu tempuh berjam-jam. Kondisi ini membuat pembaca cenderung memilih buku yang tidak terlalu berat, tetapi tetap memberi isi yang bermakna. Buku tentang kehidupan biasanya ditulis dengan bahasa sederhana, penuh contoh nyata, dan mudah diikuti meski dibaca secara terputus.

Selain itu, buku semacam ini sering memiliki bab pendek sehingga nyaman dibaca sedikit demi sedikit. Saat perjalanan berhenti di tempat istirahat (rest area) atau ketika harus turun dari kendaraan, pembaca bisa berhenti tanpa kehilangan alur cerita. Karena alasan praktis ini, buku tentang hidup terasa pas menjadi teman perjalanan selama libur Lebaran.

4. Suasana libur membuat orang lebih tertarik membaca kisah nyata

ilustrasi membaca buku (unsplash.com/Irina Leoni)

Banyak pembaca merasa lebih mudah menikmati cerita nyata ketika suasana hati sedang santai. Libur Lebaran menciptakan kondisi tersebut. Itu karena aktivitas harian berkurang dan pikiran tidak dipenuhi tenggat pekerjaan.

Buku yang berisi pengalaman hidup seseorang sering terasa lebih dekat ketika dibaca dalam suasana seperti ini, misalnya kisah tentang perjalanan karier seorang penulis, cerita seseorang yang pindah negara, atau pengalaman memulai usaha kecil dari nol. Cerita konkret seperti itu mudah dipahami karena menggambarkan kehidupan sehari-hari yang nyata. Pembaca bukan merasa sedang mempelajari teori rumit, melainkan mengikuti perjalanan hidup seseorang dari dekat.

Libur Lebaran ternyata bukan hanya soal perjalanan pulang kampung atau hidangan khas keluarga. Waktu senggang, suasana cerita keluarga, dan perjalanan panjang membuat banyak orang kembali membuka buku tentang kehidupan. Jika libur memberi kesempatan membaca lebih lama, mungkin ini saat yang tepat menemukan kisah hidup baru dari halaman buku. Buku seperti apa yang biasanya dipilih ketika libur Lebaran tiba?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorYudha ‎