Saat kondisi ekonomi sedang sulit, banyak orang mungkin berpikir pengeluaran bakal lebih difokuskan ke kebutuhan pokok saja. Namun nyatanya, barang tersier seperti kopi mahal, gadget, konser, sampai fashion tertentu tetap punya banyak peminat. Bahkan, gak sedikit yang masih rela checkout barang self reward meski dompet lagi harus diajak kompromi.
Kalau kata orang sekarang, “In this economy, kok masih sempat beli barang nonesensial?". Ternyata, fenomena ini bukan cuma soal gaya hidup atau ikut tren semata. Ada alasan psikologis di baliknya, mulai dari cara seseorang menghadapi stres, mencari rasa nyaman, mempertahankan rasa percaya diri, hingga kebutuhan untuk tetap merasa normal di tengah situasi yang serba tidak pasti. Inilah beberapa alasan kebutuhan tersier tetap digemari saat ekonomi sedang sulit!
sumber:
https://www.psychologytoday.com/us/blog/how-to-make-better-choices/202408/overcoming-financial-anxiety-and-doom-spending
https://link.springer.com/article/10.1007/s12144-024-06604-2?utm_source=chatgpt.com
https://www.investopedia.com/terms/l/lipstick-effect.asp
