Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Cooling Fabrics: Kenapa Linen dan Katun Pilihan Terbaik saat Panas?
ilustrasi kain (pexels.com/Madison Inouye)
  • Linen dikenal sejak ribuan tahun lalu, berasal dari tanaman rami, memiliki daya serap tinggi dan struktur kaku yang menciptakan sirkulasi udara sejuk saat cuaca panas.
  • Katun terbuat dari kapas alami yang lembut, breathable, serta mampu menyerap keringat dengan baik sehingga menjaga kenyamanan kulit bahkan untuk kulit sensitif di musim panas.
  • Keduanya cocok untuk cuaca panas; linen unggul dalam sirkulasi udara dan ketahanan, sedangkan katun lebih halus, lentur, mudah dirawat, dan nyaman digunakan sehari-hari.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Memasuki musim panas, busana yang dikenakan juga perlu disesuaikan agar bisa tetap aktif dan nyaman selama berkegiatan. Udara yang terik dengan suhu tinggi membuat individu harus pintar memilih material pakaian yang sesuai dengan cuaca di luar ruangan.

Ketika bicara soal pilihan bahan terbaik selama musim panas, kamu mungkin akan dihadapkan pada beberapa jenis material seperti katun dan linen. Di antara kedua material busana tersebut, manakah yang terbaik untuk digunakan saat musim panas? Simak penjelasan lengkapnya!

1. Bahan linen

ilustrasi kain berbahan katun (unsplash/Moonstarious Project)

Bahan linen telah digunakan sejak zaman dahulu. Menurut Margaret Frey, Profesor Fiber Science and Apparel Design di Cornell University dalam Vogue, pakaian berbahan linen dipanen dari tanaman rami yang tumbuh di iklim yang lebih dingin dari kapas dan kuat terhadap serangga. Hasil serat yang indah dan kokoh membuat bahan linen telah dipakai ribuan tahun, bahkan Margaret menyebut linen telah ada sejak manusia belajar membuat kain, sekitar 36 ribu tahun lalu.

Tak heran, jika bahan ini terbukti secara ilmiah menjadi kain yang lebih dingin dari sutra. Jintu Fan, Profesor Fiber Science and Apparel Design di Cornell University dalam dalam lama serupa menyebut, linen adalah bahan yang nyaman untuk musim panas karena daya serap dan kelembapan yang tinggi. Materialnya yang relatif kaku menciptakan ruang antara tubuh manusia dan pakaian untuk menciptakan kesan sejuk.

2. Katun

ilustrasi kain berbahan katun (unsplash.com/Dan Burton)

Busana berbahan katun terbuat dari kapas. Kapas sendiri acap kali dimanfaatkan dalam berbagai hal, seperti tenda, peralatan rumah tangga, dan lainnya, tak hanya busana. Sebab, kapas memiliki fungsi yang serbaguna dengan kinerja yang baik dan kenyamanan alami.

Pakaian dengan material katun memiliki kekuatan dan daya serap yang ideal. Sebab, kain katun memungkinkan kulit bernafas dengan mencegah keringat terperangka di dalam kain sehingga rasanya tidak lengket. Dilansir Dual Atelier, kain katun dengan serat alami 100 persen membantu mengatur suhu kulit selama musim panas.

Penting untuk memilih kain yang breathable karena di musim panas atau saat cuaca terik, panas tubuh juga akan meningkat. Pakaian katun akan meningkatkan kesejukan dengan memberikan kenyamanan sepanjang hari berkat struktur alaminya. Kulit juga tidak mengalami iritasi dan menawarkan penggunaan yang aman untuk kulit sensitif.

3. Mana yang lebih baik, linen atau katun?

ilustrasi kain katun linen euro (unsplash.com/Maite Oñate)

Dapat dikatakan, material linen dan katun sama-sama memiliki daya serap yang baik dan sangat direkomendasikan untuk dipakai saat musim panas. Akan tetapi, kedua material memiliki keunggulan yang berbeda, inilah yang dapat menjadi pertimbangan sebelum memilih material busana.

Material linen memang memiliki kemampuan untuk menjaga tubuh tetap dingin bahkan pada saat cuaca panas yang intens, akan tetapi materialnya mudah kusut serta teksturnya lebih kaku dan kasar. Sementara, material katun memiliki tekstur yang lebih halus secara alami dan cenderung lebih lentur karena terbuat dari kapas.

Linen lebih unggul dalam kemampuan bernafas karena strukturnya memungkinkan udara melakukan sirkulasi yang bebas. Sementara untuk kelembutannya di kulit, material katun lebih baik daripada linen sehingga cocok untuk kulit sensitif. Di sisi lain, material linen lebih mudah kusut dan bahannya lebih berat dibandingkan dengan katun, meskipun daya tahannya atau usia busananya lebih panjang. Untuk perawatan, busana dengan bahan katun juga lebih mudah dicuci dan dirawat, bisa menggunakan mesin cuci. Sementara material linen perlu usaha yang lebih lembut untuk perawatannya.

Perbandingan kedua material di atas tampaknya bisa memberi gambaran tentang bahan yang baik digunakan selama musim panas. Kalau kamu lebih suka yang mana?

Curated For You

Editorial Team

Related Article