Setan sering muncul sebagai pihak yang dituduh ketika seseorang berbuat salah, mulai dari urusan kecil seperti menunda pekerjaan sampai keputusan besar yang berujung penyesalan. Saat ngobrol pun, kaata seperti “khilaf" atau "digoda setan” terasa ringan dan mudah dilontarkan begitu saja.
Padahal, kebiasaan menyebut setan sebagai penyebab kesalahan bukan sekadar candaan, melainkan cerminan tentang cara banyak orang memaknai tanggung jawab dalam hidup mereka. Berikut lima alasan yang membuat manusia kerap menyalahkan setan atas kesalahannya.
