Menyerah sering dianggap sebagai luapan emosi sesaat, padahal dalam banyak keadaan justru muncul dari pertimbangan yang masuk akal. Ada fase hidup ketika bertahan tidak lagi memberi hasil apa pun selain rasa lelah. Banyak orang tetap melanjutkan sesuatu bukan karena masih masuk akal, melainkan karena merasa sudah terlanjur jauh.
Ada saatnya kemampuan kita saat membaca situasi jauh lebih penting daripada sekadar bertahan. Pada titik tertentu, menyerah justru menjadi pilihan paling baik agar hidup bisa bergerak ke arah lain. Berikut beberapa situasi yang menjelaskan mengapa menyerah kadang lebih masuk akal daripada bertahan terlalu lama.
