Kamu mungkin pernah menyemprotkan parfum dan langsung mencium aroma jeruk atau bunga yang segar dan kuat. Namun, beberapa jam kemudian wanginya berubah menjadi lebih lembut, hangat, atau bahkan manis seperti vanila. Hal ini bukan karena kualitas parfumnya berubah, melainkan karena memang begitulah cara parfum dirancang untuk bekerja.
Dunia parfum sebenarnya mirip seperti sebuah cerita yang memiliki pembukaan (top notes), bagian tengah (middle notes), dan penutup (base notes). Para pembuat parfum atau perfumer sengaja menyusun aroma dalam beberapa lapisan agar pengalaman mencium parfum terasa lebih menarik dan tidak membosankan. Inilah alasan mengapa muncul istilah top notes, middle notes, dan base notes.
