Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Seberapa Sering Kipas Angin di Rumah Harus Dibersihkan?

Seberapa Sering Kipas Angin di Rumah Harus Dibersihkan?
ilustrasi kipas angin (pexels.com/wal_ 172619)
Share Article

Kipas angin adalah salah satu alat elektronik yang sering dinyalakan di rumah, apalagi ketika udara sedang panas-panasnya. Meletakkan kipas angin di tempat yang tepat akan membuat udara di ruangan menjadi sejuk dan tidak gerah.

Akan tetapi, kamu juga perlu memperhatikan perawatan kipas anginmu di rumah agar tidak mudah rusak. Salah satu perawatan yang diperlukan adalah dengan membersihkannya secara rutin. Lantas, seberapa sering, sih kipas angin di rumah harus dibersihkan? Berikut ulasannya.

1. Alasan mengapa kipas angin perlu dibersihkan

ilustrasi kipas angin
ilustrasi kipas angin (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Mungkin ada sebagian orang yang berpikir bahwa membersihkan kipas angin itu tidak perlu. Toh, alat elektronik yang satu ini juga tidak sering tersentuh tangan, kok. Akan tetapi, ternyata membersihkan kipas angin secara rutin itu sangatlah penting, lho! Selain untuk menjaga kebersihannya, kipas angin yang kotor juga akan menimbulkan gangguan kesehatan.

"Ada kesalahpahaman bahwa kipas angin adalah perangkat yang membersihkan dirinya sendiri, tetapi kenyataannya sangat penting untuk membersihkannya secara manual dan cukup sering," kata Kayla Molina, pakar kebersihan dan direktur pengembangan produk di Norwex, seperti dikutip dari Better Homes & Garden.

Menurut Molina, penting untuk menjaga kebersihan kipas angin, agar alat elektronik ini bisa tetap berfungsi dengan baik. Terkadang, kipas angin yang kotor bisa menyebabkan masalah pada motor penggeraknya, sehingga menimbulkan panas berlebih dan memperpendek umur pakainya. Masalah kesehatan juga menjadi dampak dari kebersihan kipas angin yang tidak terjaga.

"Sangat penting untuk memastikan kipas anginmu tidak berkontribusi pada penyebaran debu dan virus, serta alergen lain di rumah, yang dapat memicu alergi, asma, dan gangguan pernafasan lainnya," himbau Molina.

2. Seberapa sering kipas angin perlu dibersihkan?

ilustrasi kipas angin
ilustrasi kipas angin (pexels.com/Jakub Zerdzicki)

Lantas, seberapa sering idealnya kipas angin itu perlu dibersihkan? Pembersihan kipas angin bisa berbeda-beda tergantung dari jenisnya, tapi Molina menyarankan untuk membersihkannya setiap satu bulan sekalia agar lebih praktis. Meski begitu, jika kipas angin terlalu sering digunakan, kamu perlu membersihkannya lebih sering juga.

"Saya rasa, jika kamu memiliki waktu untuk membersihkan debu pada bilah kipas angin setiap minggu selama musim panas, itu adalah langkah yang tepat," ujar Molina.

Ia menyarankan untuk melakukan pembersihan total pada kipas angin sebulan sekali, dan membersihkan sedikit debu yang menempel seminggu sekali. Kipas angin yang bersih dan bebas debu akan berputar lebih kencang, sehingga angin yang dihembuskan juga lebih segar.

3. Cara membersihkan kipas angin berdasarkan tipenya

ilustrasi kipas angin
ilustrasi kipas angin (pexels.com/wal_ 172619)

Ada beberapa tipe kipas angin yang dijual di pasaran, mulai dari kipas angin dinding, kipas angin berdiri, kipas angin ventilasi kamar mandi, kipas angin kotak, dan lain-lain. Berdasarkan jenisnya, cara merawatnya pun tak sama. Berikut adalah langkah-langkah membersihkan kipas angin berdasarkan jenisnya, menurut Kayla Molina.

  • Kipas angin langit-langit

Selalu ingat untuk mematikan kipas angin terlebih dahulu sebelum dibersihkan. Cara membersihkan kipas angin langit-langit adalah dengan menyiapkan sarung bantal atau kain bekas yang masih bersih. Beri sedikit cairan pembersih, lalu dengan bantuan tangga agar bisa menjangkau badan kipas, selipkan sarung bantal di setiap bilah kipas untuk menjebak debu, lalu tarik.

Untuk motor, bola lampu dan bagian lainnya, kamu bisa mengelapnya dengan kain mikrofiber, dan akhiri dengan lap anti debu agar kipas angin bisa tetap bersih lebih lama. Bisa juga menggunakan kemoceng yang dipanjangkan. Molina menyarankan untuk memakai kemoceng mikrofiber dua sisi yang terbukti lebih maksimal dalam membersihkan debu.

  • Kipas berdiri

Untuk kipas angin berdiri, kamu perlu untuk melepas bilah dan kisi-kisi dengan benar. Molina menyarankan untuk menyeka kipas dengan kain mikrofiber lembap untuk menghilangkan debu dan kotoran.

Buat kotoran yang membandel mungkin diperlukan cairan pembersih khusus. Setelah selesai membersihkan kipasnya, pastikan semua bagian kipas kering sempurna sebelum memasanya, ya!

  • Kipas menara

Menurut Molina, tak semua kipas menara dapat dibongkar untuk dibersihkan dengan lebih detail. Jadi, alangkah lebih baiknya untuk memastikan apakah kipas menaramu bisa dibuka atau tidak. Karena membuka paksa kipas akan membuatnya rusak dan kehilangan garansi.

Cara membersihkan kipas angin menara adalah dengan mengelap tiap bagian kipas menggunakan handuk mikrofiber lembap untuk menghilangkan debu dan partikel lainnya. Kamu juga bisa menggunakan penyedot debu genggam dengan tambahan sikat halus. Setelah bagian dalam bersih, lanjut lap bagian luar kipas menggunakan lap mikrofiber.

  • Kipas kotak

Kipas angin kotak dapat dibersihkan seperti kipas menara, yakni dengan membongkarnya. Kamu bisa menggunakan kain mikrofiber atau sarung tangan pembersih debu untuk membersihkan debu dan kotoran.

Jika kipas kotakmu ternyata tidak dapat dibuka, kamu tetap bisa membersihkannya dengan menggunakan penyedot debu tangan. Meskipun hasilnya gak akan sebersih bila dibongkar, tapi cara ini tetap layak dicoba.

  • Kipas ventilasi kamar mandi

Terakhir ada kipas ventilasi kamar mandi. Kipas ini memerlukan perhatian ekstra karena jika terlalu kotor dapat berisiko menjadi kebakaran besar dan penumpukan kelembapan di kamar mandimu.

Untuk itu, membersihkannya secara teratur sangatlah penting. Menurut Molina, pembersihan bulanan untuk kamar mandi ini tidak diperlukan, tapi kamu perlu membersihkan kipas ini setidaknya dua kali dalam setahun.

4. Berapa rata-rata umur pakai kipas angin rumahan?

ilustrasi kipas angin
ilustrasi kipas angin (pexels.com/Enrique Zafra)

Umumnya, masa pakai kipas angin ditentukan oleh kemampuannya beroperasi terus-menerus dalam jangka waktu tertentu tanpa penurunan kinerja aliran udara yang signifikan, atau mendadak kipas angin jadi mengeluarkan suara bising.

Mengutip laman resmi Sanyo Denki, umur pakai kipas angin didefinisikan sebagai lamanya waktu kipas dapat beroperasi sebelum kecepatan putarannya menurun hingga 70 persen dari nilai awal. Nilai ini digunakan untuk menentukan kapan aliran udara kipas telah berkurang banyak untuk berpotensi memengarungi kinerjanya.

Jadi intinya, umur pakai kipas angin rumahan tidak bisa dipatok pasti. Berapa lamanya kipas bertahan dengan performa kinerja 100 persen bisa bergantung dari pemakaian dan perawatannya. Jika memang ada komponen kipas yang rusak, kamu masih bisa mengganti dan memperbaikinya. Paling penting, jangan menghidupkan kipas sepanjang hari, bahkan hingga berhari-hari tanpa jeda. Karena itu bisa jadi salah satu faktor penyebab kerusakan.

Nah, sekarang sudah tahu kan, seberapa sering sebaiknya kipas angin di rumah dibersihkan? Menjaga kebersihan kipas angin bukan hanya semata-mata agar alat elektronik ini bersih dan berumur panjang, tapi juga sebagai upaya menjaga kesehatan anggota keluarga. Semoga informasi ini bermanfaat, ya.

Share Article
Curated For You

4 Tips Membersihkan Sofa Rumah agar Bersih Seperti Baru

30 Jun 2026, 22:17 WIBLife
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima

Related Articles

See More