Mengelola emosi sering dianggap harusnya bisa dilakukan sendiri. Sejak kecil, kamu mungkin terbiasa mendengar kalimat seperti “jangan baper”, atau “tahan emosi”. Tanpa sadar, hal ini membentuk pola pikir bahwa mengatur emosi adalah tanggung jawab pribadi.
Padahal, realitanya tak sesederhana itu. Regulasi emosi bukan sekadar menahan marah atau pura-pura tenang. Ini adalah kemampuan kompleks yang dipengaruhi oleh pengalaman hidup, pola asuh, lingkungan, bahkan kondisi biologis. Berikut lima alasan kenapa regulasi emosi butuh bantuan profesional.
