Ramadan selalu datang dengan ritme yang berbeda. Jam tidur berubah, pola makan bergeser, dan energi terasa naik turun sepanjang hari. Di satu sisi, kamu tetap punya tanggung jawab pekerjaan yang tidak bisa ditunda. Di sisi lain, tubuh dan pikiran sedang belajar beradaptasi dengan puasa.
Tidak sedikit orang memaksakan diri tetap produktif seperti bulan-bulan biasa. Padahal, kondisi fisik sedang tidak sepenuhnya prima. Di momen seperti ini, konsep slow working terasa lebih relevan daripada sebelumnya. Yuk, simak lima alasan kenapa slow working selama Ramadan justru bisa membuat kerja berkualitas puasa terasa lebih bermakna berikut ini!
