Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

10 Tips Kerja Saat Puasa agar Tetap Fokus dan Semangat

illustrasi bekerja saat ramadan
illustrasi bekerja saat ramadan (pexels.com/Pavel Danilyuk)
Intinya sih...
  • Siapkan rencana kerja sehari sebelumnya: Tentukan 3–5 tugas utama beserta estimasi waktunya untuk membantu pekerjaan terasa lebih terstruktur.
  • Cicil pekerjaan setelah sahur: Gunakan waktu 30-60 menit setelah sahur untuk menyelesaikan tugas ringan atau membalas email.
  • Hindari to-do list terlalu panjang: Pilih 3-5 tugas utama dan atur jam pengerjaannya agar waktu kerja lebih efisien.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Menjalankan ibadah puasa di bulan suci Ramadan sambil tetap menjaga performa pekerjaan memang butuh strategi khusus. Di saat seperti ini, tips kerja saat puasa tentunya akan sangat berguna untuk membantu kamu tetap fokus dan produktif meski menahan lapar dan dahaga.

Kamu bisa memanfaatkan waktu dengan lebih efektif, mengatur prioritas tugas, dan menjaga konsentrasi agar pekerjaanmu tetap selesai tepat waktu. Jadi, simak 10 tips berikut ini dan jaga produktivitas kamu selama bekerja di kantor!

Table of Content

1. Siapkan rencana kerja sehari sebelumnya

1. Siapkan rencana kerja sehari sebelumnya

bekerja
ilustrasi bekerja (freepik.com/ marymarkevich)

Salah satu strategi yang bisa kamu terapkan adalah menyiapkan rencana kerja sehari sebelumnya. Sebelum mengakhiri hari kerja atau sebelum tidur, coba luangkan waktu 10–15 menit untuk menyusun rencana esok hari.

Tentukan 3–5 tugas utama beserta estimasi waktunya. Dengan mengatur rencana kerja lebih awal, kamu tidak perlu bingung menentukan prioritas saat memulai aktivitas di pagi hari. Kebiasaan sederhana ini membantu pekerjaanmu terasa lebih terstruktur saat kamu sedang dalam kondisi energi terbatas di bulan puasa.

2. Cicil pekerjaan setelah sahur

Tips kerja saat puasa selanjutnya yang bisa kamu terapkan adalah mulai mencicil tugas-tugas ringan segera setelah makan sahur. Alih-alih langsung kembali tidur yang sering kali justru membuat tubuh terasa lebih lemas saat bangun, manfaatkan kondisi perut yang baru terisi dan pikiran yang masih jernih.

Di waktu ini, energi dan fokus biasanya masih cukup stabil sehingga lebih ideal untuk mengerjakan tugas yang membutuhkan konsentrasi tinggi. Gunakan waktu 30 hingga 60 menit ini untuk menyelesaikan kerjaan ringan, membalas email, atau menyusun draf laporan.

3. Hindari to do list terlalu panjang

Bekerja
Ilustrasi bekerja di rumah (freepik.com/stockking)

Mulai dari bersikap realistis dalam membuat to-do list. Terlalu banyak daftar tugas justru bisa membuatmu stres sejak pagi hari. Untuk itu, coba pilih 3 sampai 5 tugas utama saja yang akan kamu kerjakan di hari tersebut.

Atur jam-jam pengerjaan tugas tersebut berdasarkan tingkat kerumitannya agar waktu kerja kamu jadi lebih efisien dan terarah. Dengan membatasi daftar ini, kamu memberikan ruang bagi otak untuk fokus pada kualitas.

4. Mengatur prioritas dan deadline

Di bulan puasa, penting untuk menggunakan skala prioritas saat bekerja. Selesaikan tugas yang paling sulit dan paling dekat deadline-nya di pagi hari.

Saat siang menjelang sore, geser pekerjaanmu ke tugas-tugas yang lebih ringan karena fokusmu akan mulai menurun. Dengan mengatur prioritas kerja yang jelas, kamu gak mudah panik dan bisa bekerja dengan lebih terstruktur.

5. Kurangi multitasking saat bekerja

Bekerja secara multitasking
ilustrasi bekerja secara multitasking (pexels.com/olia danilevich)

Tahukah kamu, multitasking adalah salah satu kebiasaan kerja yang sering dianggap produktif. Padahal, kegiatan ini tidak selalu efektif, loh! Berpindah-pindah fokus antar tugas membuat otak harus terus beradaptasi sehingga bekerja dua kali lebih keras untuk menyesuaikan konteks.

Akibatnya, kamu lebih cepat lelah dan berisiko melakukan kesalahan kecil yang sebenarnya bisa dihindari. Oleh sebab itu, tips kerja saat puasa adalah fokus menyelesaikan satu tugas hingga tuntas sebelum beralih ke pekerjaan lain. Buat urutan kerja yang jelas, lalu kerjakan secara bertahap, ya!

6. Batasi durasi rapat

Buat kamu yang sering mengadakan rapat, coba batasi durasinya saat puasa. Rapat yang bertele-tele bisa sangat menguras tenaga, apalagi ketika anggota tim sedang menahan lapar dan haus.

Usahakan rapat maksimal 30 menit dengan agenda yang jelas. Jika hanya butuh koordinasi singkat, gunakan pesan teks atau voice note saja. Dengan cara ini, kamu tetap bisa menyelesaikan diskusi penting tanpa kehilangan fokus dan waktu kerja pun tidak terganggu.

7. Gunakan teknik pomodoro

ilustrasi perempuan sedang bekerja
ilustrasi perempuan sedang bekerja (pexels.com/Artem Podrez)

Jika kamu masih sulit untuk mengatur fokus dan waktu kerja, teknik pomodoro bisa jadi solusi yang efektif. Dengan menerapkan metode ini, kamu bisa menjaga konsentrasi dengan membagi waktu kerja menjadi 25 menit sesi fokus dan 5 menit istirahat.

Jeda singkat ini sangat krusial untuk menjaga kinerja otak agar tidak berlebihan dan mencegah rasa kantuk saat bekerja. Jadi, sudah siap mencoba teknik pomodoro untuk tetap produktif nanti?

8. Kelola notifikasi grup

Pernah gak sih fokus kerjamu terus terganggu oleh bunyi notifikasi WhatsApp grup yang gak berhenti? Bunyi notifikasi seperti ini bisa sangat mendistraksi konsentrasimu, loh! Biar fokusmu tetap terjaga, cobalah untuk lebih bijak dalam mengelola notifikasi selama jam kerja.

Untuk itu, jangan ragu untuk mematikan suara (mute) grup yang tidak mendesak atau atur prioritas pesan sehingga kamu hanya menerima informasi yang benar-benar urgent. Dengan begitu, energi dan fokusmu tidak mudah terpecah saat sedang bekerja selama puasa.

9. Diskusikan timeline dengan tim

ilustrasi perempuan bekerja
ilustrasi perempuan bekerja (freepik.com/freepik)

Selain mengelola notifikasi, kamu juga bisa mendiskusikan timeline kerja dengan tim untuk menyesuaikan beban tugas dan deadline selama bulan Ramadan.

Dengan penyesuaian ini, kinerja tim juga akan tetap stabil karena semua anggota memiliki ekspektasi yang sama terhadap beban kerja masing-masing.

10. Evaluasi performa kerja setiap minggu

Terakhir, kamu bisa luangkan waktu untuk mengevaluasi pencapaian cara kerjamu di akhir pekan. Coba identifikasi jam-jam paling produktif dan strategi yang paling efektif untuk bekerja saat puasa.

Selain itu, tinjau juga tugas-tugas yang belum terselesaikan dan kendala yang muncul selama minggu tersebut. Evaluasi ini penting agar kamu bisa menyesuaikan strategi kerja di minggu berikutnya.

Itulah tips kerja saat puasa yang akan membantumu tetap menjadi karyawan yang produktif tanpa mengorbankan kesejahteraan mentalmu. Semoga ibadah puasamu lancar dan produktivitas kerjamu tetap terjaga hingga hari kemenangan tiba, ya!

FAQ seputar tips kerja saat puasa

Apakah wajar jika produktivitas menurun saat puasa?

Wajar jika energi terasa berbeda. Namun dengan strategi kerja yang tepat, produktivitas tetap bisa dijaga.

Kapan waktu terbaik untuk mengerjakan tugas berat saat puasa?

Biasanya pagi hari setelah sahur hingga menjelang siang menjadi waktu paling fokus.

Bagaimana cara menghindari burnout saat puasa?

Buat prioritas yang realistis, kurangi multitasking, dan komunikasikan beban kerja dengan tim.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Nafi Khoiriyah
EditorNafi Khoiriyah
Follow Us

Latest in Life

See More

10 Tips Kerja Saat Puasa agar Tetap Fokus dan Semangat

18 Feb 2026, 07:30 WIBLife