Ada fase dalam hidup ketika kamu memilih diam, bukan karena tidak punya jawaban, tetapi karena lelah menjelaskan. Kamu sadar bahwa tidak semua orang benar-benar ingin mengerti, sebagian hanya ingin merasa benar. Di titik itu, menjelaskan diri terasa seperti pekerjaan emosional yang tidak ada habisnya.
Keputusan untuk membiarkan orang menilai sendiri sering dianggap sebagai sikap cuek atau tidak peduli. Padahal, di baliknya ada proses panjang menerima kenyataan bahwa pemahaman orang lain tidak selalu bisa dikendalikan. Dari sinilah berbagai kenyataan pahit mulai muncul, dan pelan-pelan mengubah caramu memandang hubungan dengan orang lain.
