Belakangan ini, stoikisme kembali populer. Stoikisme sering dipandang sebagai filosofi hidup yang membantu seseorang menjadi lebih kuat secara mental, tidak mudah stres, dan mampu menghadapi masalah dengan kepala dingin. Sayangnya, popularitas ini juga memunculkan banyak kesalahpahaman.
Tidak sedikit orang yang menganggap stoikisme sebagai ajaran untuk menahan emosi, bersikap dingin, bahkan mengabaikan perasaan orang lain. Padahal, makna sebenarnya jauh lebih dalam dari itu. Untuk kamu yang tertarik menerapkan stoikisme dalam hidup, yuk, ketahui apa saja kesalahan umum dalam memahami stoikisme yang perlu kamu hindari.
