ilustrasi menulis jurnal (pexels.com/MART PRODUCTION)
Banyak pemula terlalu serius memilih topik sehingga jurnal berubah menjadi ruang curhat berisi beban berat. Jurnal yang diisi terlalu intens justru menguras tenaga dan mematikan minat menulis. Itu karena kegiatan ini tidak lagi terasa menyenangkan. Padahal, isi jurnal bisa variatif, mulai dari daftar makanan favorit, daftar orang yang kamu jumpai, mood hari ini, hingga serial yang sedang ditonton. Kamu tak perlu menemukan topik berat setiap saat.
Dengan memasukkan cerita, pemilik jurnal membiarkan ide mengalir tanpa batasan sehingga halaman bertambah tanpa disadari. Pengalaman sederhana seperti apa yang kamu rasakan ketika hujan turun sore itu atau percakapan singkat di jalan bisa memberi warna pada jurnal sekaligus menyegarkan motivasi menulis. Pada akhirnya, keberhasilan journaling untuk pemula justru terletak pada keberanian mengisi halaman tanpa perlu aturan berlebihan, termasuk memberi tempat bagi cerita paling kecil sekalipun.
Journaling tidak harus rumit. Tidak perlu aturan baku selama kamu mau memberi kesempatan bagi diri sendiri untuk mengisi halaman dengan apa yang kamu rasakan. Kamu hanya perlu membuang ekspektasi berlebihan, lalu menjadikan jurnal sebagai wadah mencatat momen tanpa tekanan. So, sudah siap journaling hari ini?