Rekomendasi buku di media sosial sering terlihat meyakinkan karena dikemas secara singkat, visualnya rapi, dan terdapat opini yang terdengar tegas. Banyak orang akhirnya membeli buku hanya karena sering muncul di lini masa, bukan karena benar-benar butuh atau tertarik. Masalahnya, pengalaman membaca tidak bisa disamakan begitu saja antarorang.
Buku yang terasa membekas bagi satu orang bisa terasa hambar, bahkan melelahkan, bagi orang lain. Di titik ini, rekomendasi buku justru kerap menimbulkan ekspektasi yang keliru tanpa disadari. Berikut beberapa kesalahan yang sering terjadi saat mengikuti rekomendasi buku dari media sosial.
