Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Ilustrasi tahun baru Islam
Ilustrasi tahun baru Islam (pexels.com/ Ahmed Aqtai)

Intinya sih...

  • Nisfu Syakban: Waktu Muhasabah dan Evaluasi Amal
    Nisfu Syakban mengajak untuk muhasabah diri, memperbaiki amal, dan menyiapkan hati serta ibadah menyambut Ramadan.

  • Nisfu Syakban: Malam Ampunan dan Rahmat Allah SWT
    Malam di mana rahmat dan ampunan Allah terbuka luas, menjadi momentum untuk membersihkan hati, saling memaafkan, dan memperbaiki hubungan sesama manusia.

  • Nisfu Syakban: Persiapan Spiritual Menuju Ramadan
    Syakban adalah bulan latihan sebelum Ramadan, waktu mempersiapkan diri agar ketika Ramadan datang, kita tidak kaget dan lalai.

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Salah satu tema khotbah Jumat yang relevan dan menyentuh untuk Jumat, 30 Januari 2026 adalah tentang Nisfu Syakban, malam istimewa yang jatuh di pertengahan bulan Syakban. Bulan ini kerap dilalui tanpa perhatian, padahal menjadi jembatan penting menuju bulan suci Ramadan.

Nisfu Syakban atau 15 Syakban 1447 H jatuh pada Selasa, 3 Februari 2026, dengan malam Nisfu Syakban dimulai sejak Senin malam, 2 Februari 2026. Momen ini sangat tepat dijadikan waktu muhasabah diri, memperbaiki amal, dan menyiapkan hati serta ibadah menyambut Ramadan. Yuk, simak poin-poin pentingnya!

1. Nisfu Syakban: Waktu Muhasabah dan Evaluasi Amal

Ilustrasi Tahun Baru Islam (freepik.com/freepik)

Jemaah Jumat rahimakumullah, marilah kita panjatkan puji dan syukur ke hadirat Allah SWT. Hanya kepada-Nya kita memohon pertolongan dan ampunan. Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya.

Pada hari Jumat yang penuh berkah ini, khatib mengajak jemaah untuk merenungi makna Nisfu Syakban, sebuah malam yang hadir di pertengahan bulan Syakban, bulan yang sering dilalaikan, padahal ia adalah gerbang menuju Ramadan.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an:

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah ia persiapkan untuk hari esok.”
(QS. Al-Hasyr: 18)

Ayat ini menegaskan pentingnya muhasabah. Nisfu Syaban mengajak kita untuk menilai kembali kualitas iman, salat, dan akhlak kita. Sudahkah salat kita terjaga? Sudahkah hati kita bersih dari iri dan dengki? Ataukah kita masih menunda taubat?

Nisfu Syakban adalah panggilan untuk berubah. Jangan menunggu Ramadan untuk memperbaiki diri. Mari mulai taubat dan perbaikan sejak hari ini.

2. Nisfu Syakban: Malam Ampunan dan Rahmat Allah SWT

Ilustrasi tahun baru Islam (pexels.com/Konevi)

Jemaah Jumat yang dimuliakan Allah, marilah kita jaga ketakwaan kita kepada Allah SWT, karena hanya dengan takwa hidup menjadi tenang dan penuh berkah. Di antara malam-malam istimewa yang Allah berikan kepada umat ini adalah malam Nisfu Syakban, malam di mana rahmat dan ampunan Allah terbuka luas. Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya Allah melihat hamba-hamba-Nya pada malam Nisfu Syaban, lalu Dia mengampuni seluruh hamba-Nya kecuali orang yang musyrik dan orang yang bermusuhan.” (HR. Ibnu Majah)

Hadis ini mengajarkan bahwa ampunan Allah sangat luas, namun terhalang oleh dua penyakit besar: syirik dan permusuhan. Karena itu, Nisfu Syakban menjadi momentum untuk membersihkan hati, saling memaafkan, dan memperbaiki hubungan sesama manusia.

Mari isi Nisfu Syakban dengan doa dan istighfar. Lapangkan hati untuk saling memaafkan, agar rahmat Allah turun kepada kita semua.

3. Nisfu Syakban: Persiapan Spiritual Menuju Ramadan

Ilustrasi tahun baru Islam (pexels.com/ Ahmed Aqtai)

Jemaah Jumat rahimakumullah,

Syakban adalah bulan latihan sebelum Ramadan. Dan Nisfu Syaban menjadi pengingat bahwa bulan suci semakin dekat.

Aisyah Radhiyallahu ‘Anha menceritakan, bahwa Rasulullah SAW paling banyak berpuasa sunnah di bulan Syakban. Ini menunjukkan bahwa Syakban adalah waktu mempersiapkan diri agar ketika Ramadan datang, kita tidak kaget dan lalai. Persiapan itu bukan hanya fisik, tetapi juga hati: membiasakan salat malam, membaca Al-Qur’an, bersedekah, dan menahan diri dari perbuatan dosa.

Mari sambut Ramadan dengan iman yang siap. Latih diri sejak bulan Syakban. Semoga Allah menyampaikan kita ke Ramadan dalam keadaan terbaik.

Malam Nisfu Syakban menjadi momentum penting untuk memperbaiki diri dan memperbanyak ampunan. Inilah saat yang tepat menyiapkan hati sebelum memasuki bulan Ramadan. Semoga Allah SWT menerima setiap doa dan amal kita.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team