ilustrasi berdoa (pexels.com/barbara olsen)
Melalui Kisah orang Samaria yang baik hati, Yesus mengajarkan kita bahwa hukum kasih merupakan hukum paling utama. Kita harus mengasihi orang lain, tanpa peduli batasan ras, golongan, atau perbedaan apa pun, seperti yang ditunjukkan dalam perumpamaan ini.
Di zaman Yesus, orang Samaria dan Yahudi tidak memiliki hubungan baik. Saat ada seorang Yahudi yang terluka karena jatuh di tangan penyamun, sewajarnya seorang imam Yahudi dan seorang Lewi lah yang lebih tergerak untuk menolong. Selain karena sebangsa, mereka juga memiliki kedudukan sebagai pemuka umat. Meskipun begitu, mereka tidak menolong, karena merasa orang Yahudi itu berdosa dan kotor (karena jatuh di tangan penyamun).
Meskipun begitu, imam Yahudi dan Lewi malah membiarkan orang Yahudi yang terluka itu. Pada akhirnya orang tersebut justru ditolong oleh orang Samaria, yang sesungguhnya gak memiliki kewajiban apa pun untuk menolong.
Orang Samaria tersebut tergerak untuk menolong karena kasih. Dia hanya melihat ada seseorang yang terluka, dan dia bersedia untuk membantu, terlepas dari perbedaan dan pertikaian antar bangsa yang terjadi. Itulah kasih yang diajarkan oleh Yesus.