Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Lakukan 7 Hal Ini untuk Menghindari Penyesalan di Masa Depan

Lakukan 7 Hal Ini untuk Menghindari Penyesalan di Masa Depan
ilustrasi siap memberi tips (pexels.com/olly)

Penyesalan akan muncul apabila kamu menyadari telah melakukan kesalahan. Makin fatal akibatnya dan seharusnya dapat kamu cegah, makin besar pula rasa sesalmu.

Sebagai manusia dengan jiwa yang sehat, kemampuan menyesali perbuatan sendiri tentu sudah seharusnya ada. Namun, ini tak berarti tidak perlu coba dikendalikan atau dicegah supaya tidak membebani batinmu.

Apa-apa yang kamu sesali hari ini memang tidak bisa sepenuhnya diperbaiki. Akan tetapi, kamu dapat mencegah munculnya penyesalan besar di masa depan dengan senantiasa melakukan tujuh hal di bawah ini.

1. Gunakan hakmu untuk memilih

ilustrasi berdiskusi dengan orangtua (pexels.com/rodnae-prod)
ilustrasi berdiskusi dengan orangtua (pexels.com/rodnae-prod)

Kamu selalu punya hak untuk memilih karena kamu yang akan menjalani kehidupanmu. Bila kamu menginginkan satu dari berbagai pilihan yang dapat kamu ambil, jangan ragu untuk mengatakannya.

Bahkan jika awalnya orangtuamu menolak, berjuanglah untuk meyakinkan mereka tentang alasan-alasan dan kesungguhanmu. Kamu memang tak mungkin selalu berhasil dengan pilihanmu.

Namun kamu pasti akan merasa lebih puas daripada sekadar mengikuti keputusan orang lain untukmu. Kalau kamu hanya menurutinya, keberhasilan belum tentu membuatmu bangga dan kegagalan dapat membuatmu membenci diri sendiri maupun orang itu.

2. Perjuangkan mimpimu

ilustrasi berlatih piano (pexels.com/charles-parker)
ilustrasi berlatih piano (pexels.com/charles-parker)

Salah satu pilihan dalam hidup yang menjadi wewenangmu ialah perihal mimpi yang hendak kamu raih. Memiliki mimpi sudah menjadi langkah yang berani. 

Akan tetapi, mimpi semegah apa pun menjadi sia-sia belaka bila kamu tak memiliki kegigihan untuk terus mencoba mewujudkannya. Jadilah sosok yang pantang menyerah dan mau belajar dari setiap kegagalanmu.

3. Perjuangkan juga cintamu

ilustrasi pasangan (pexels.com/leonardo-aleixo-pires-1381763)
ilustrasi pasangan (pexels.com/leonardo-aleixo-pires-1381763)

Bukan bucin namanya kalau kamu bertekad untuk memperjuangkan cintamu. Urusan diterima atau ditolak tentu menjadi hak penuh gebetanmu. Namun paling tidak, kamu gak diam saja dan malah menutupi perasaanmu.

Cinta diperjuangkan saja belum tentu bersambut. Apalagi jika kamu hanya menggunakan kajian mencintai dalam diam. Bila dia telanjur jadian sama orang lain, bisa-bisa kamu menyesalinya seumur hidup!

4. Optimalkan kemampuan diri

ilustrasi bekerja (pexels.com/john-diez)
ilustrasi bekerja (pexels.com/john-diez)

Banyak cara dapat kamu lakukan guna mengoptimalkan kemampuan diri. Kamu bisa belajar sendiri, sering ikut magang selama kuliah, bekerja penuh kesungguhan, dan sebagainya.

Intinya, jangan mudah puas mengetahui kamu sudah mampu melakukan beberapa hal dalam hidup. Gali terus potensi dirimu yang sesungguhnya sampai mencapai limitnya.

5. Tidak gegabah dalam bertindak

ilustrasi berpikir sebelum bertindak (pexels.com/liza-summer)
ilustrasi berpikir sebelum bertindak (pexels.com/liza-summer)

Sifat gegabah adalah sumber penyesalan. Itu membuat kamu tidak sempat memikirkan konsekuensi dari setiap tindakanmu. Tabrak sana sini lalu tahu-tahu kamu harus mempertanggungjawabkan semuanya.

Berhenti dan berpikirlah sejenak kapan pun kamu membutuhkannya. Terutama kalau menyangkut perkara besar. Tidak ada waktu yang harus selalu kamu kejar. Prioritaskanlah keselamatanmu.

6. Iringi setiap keputusanmu dengan doa

ilustrasi berdoa (pexels.com/tima-miroshnichenko)
ilustrasi berdoa (pexels.com/tima-miroshnichenko)

Walaupun kamu telah berusaha bersikap penuh kehati-hatian dan tidak gegabah, bukan berarti kamu tahu persis apa yang terbaik untukmu. Oleh karena itu, berdoalah agar Tuhan membimbingmu dalam mengambil keputusan.

Dalam perkara kecil maupun besar, doa tetaplah penting. Tuhan tahu segala yang gaib dan belum terjadi. Bila ini selalu dilakukan, apa pun yang terjadi nanti, kamu pasti akan lebih siap untuk menghadapinya.

7. Kurangi berpikir seandainya dulu ....

ilustrasi penyesalan (pexels.com/elijahsad)
ilustrasi penyesalan (pexels.com/elijahsad)

Lantaran tidak mungkin untuk manusia sepenuhnya mengendalikan pikirannya, kamu hanya perlu meminimalkan munculnya pemikiran seperti ini. Jika dibiarkan, kamu akan terlalu kerap menyesali apa pun yang terjadi di masa lalu.

Itu akan menyiksa batinmu dan merusak fokusmu pada masa depan. Padahal, hidup itu harus dijalani dengan melangkah maju, bukan mundur. Setiap pemikiran seperti ini muncul, kamu tidak usah memperpanjangnya, ya!

Dengan menerapkan tujuh hal di atas, kamu diharapkan akan merasa puas dengan semua yang telah kamu lakukan. Bukan berarti usahamu tidak ada celanya, melainkan kamu sadar sudah selalu berusaha melakukan yang terbaik.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Tania Stephanie
EditorTania Stephanie
Follow Us