ilustrasi menyimpan uang ke dalam dompet (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)
Orang yang masih lajang, bukan sandwich generation, serta tipe yang mampu mengelola keuangan dengan baik, tentu dipandang oleh orang-orang sekitarnya sebagai sosok yang bergelimang harta. Bagaimana tidak, penghasilan bulanannya benar-benar digunakan untuk diri sendiri dan jumlahnya untuk kebutuhan pun tidak seberapa. Kendati berhasil mengumpulkan banyak uang, bukan berarti uang itu menganggur begitu saja dan bebas digunakan sesuka hati, lho.
Orang yang masih berstatus lajang juga perlu mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk masa depannya. Hidup hemat yang dijalaninya selama ini mungkin merupakan upaya agar bisa menabung atau berinvestasi lebih banyak. Pasalnya, bila sudah berkeluarga nanti, tentu pengaturan keuangannya akan berubah dan belum tentu bisa dengan mudah digunakan sewaktu-waktu. Jadi, jangan suka minta traktir temanmu yang masih lajang, ya!
Memiliki penghasilan sendiri dan masih lajang bukan berarti selalu punya banyak uang. Setiap orang punya urusan yang harus diselesaikan demi kelancaran dalam menjalani hidup. Oleh sebab itu, jangan membiasakan untuk menjadikan orang-orang yang masih lajang sebagai "dana darurat" alias sosok yang selalu dituju saat butuh pinjam uang karena mereka juga memerlukan uang itu untuk dirinya sendiri.