Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi seseorang yang kehabisan uang
ilustrasi seseorang yang kehabisan uang (pexels.com/Andrea Piacquadio)

Tidak dapat dimungkiri bahwa kebutuhan hidup orang yang sudah berkeluarga memang kerap kali memerlukan biaya besar. Gaji yang diterima setiap bulan terkadang sampai tidak cukup untuk memenuhi semuanya. Pada saat menghadapi situasi seperti ini, mereka yang telah menikah bisa merasa iri pada teman-temannya yang masih lajang. Bagaimana tidak, orang yang belum menikah tentu bisa menikmati gajinya seorang diri, sehingga akan punya banyak uang. Ya, setidaknya itu yang mereka pikirkan.

Kendati begitu, pemikiran semacam itu sebenarnya belum tentu tepat. Pasalnya, masih lajang bukan berarti selalu punya banyak uang. Kenapa bisa begitu? Ini dia alasannya!

1. Orang masih lajang bisa jadi karena merupakan sandwich generation

ilustrasi seorang perempuan yang sedang memberikan uang tunai kepada anak kecil (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)

Menyandang status lajang, tetapi punya penghasilan tetap setiap bulan, kerap dinilai sebagai sebuah situasi yang menguntungkan. Pasalnya, tidak seperti orang yang telah menikah, di mana baru gajian, uangnya terkadang sudah habis untuk berbagai kebutuhan rumah tangga, orang lajang bisa menggunakan gajinya sesuka hati. Namun, tentu tidak semua orang yang masih single cukup beruntung untuk melakukan hal seperti itu.

Sebagaimana yang telah kamu ketahui, banyak juga orang yang meski lajang, tetapi merupakan sandwich generation. Penghasilannya setiap bulan tidak hanya untuk diri sendiri, tetapi juga disisihkan untuk orangtua dan adik. Mirisnya lagi, bagian yang menjadi haknya terkadang hanya tersisa sangat sedikit. Jangankan sempat menabung, bisa memenuhi seluruh kebutuhan pribadi saja rasanya sudah bersyukur.

2. Orang yang lajang juga bisa punya pengeluaran pribadi yang besar setiap bulan

ilustrasi membayar tagihan secara online (pexels.com/Anete Lusina)

Rasanya aneh sekali bila berpikir bahwa orang lajang gajinya hampir selalu utuh karena tidak ada tanggung jawab memenuhi kebutuhan keluarga. Padahal, cukup dengan menjadi manusia saja tanpa peduli statusnya, sudah pasti punya kebutuhan dan terkadang keinginan dalam hidupnya. Mustahil sekali bila penghasilan bulanan dapat disimpan begitu saja tanpa dipergunakan untuk kehidupan sehari-hari.

Orang yang berstatus lajang pun juga bisa punya jumlah pengeluaran besar setiap bulannya. Tidak menutup kemungkinan, dia harus membayar cicilan, menabung untuk keperluan hiburan, membeli pakan dan segala kebutuhan untuk hewan peliharaannya, dan masih banyak lagi. Jadi, salah besar bila mengira orang yang belum menikah pasti punya banyak uang, apa lagi dijadikan sebagai target untuk pinjam uang.

3. Orang yang masih lajang juga perlu mempersiapkan berbagai kebutuhan masa depan

ilustrasi menyimpan uang ke dalam dompet (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)

Orang yang masih lajang, bukan sandwich generation, serta tipe yang mampu mengelola keuangan dengan baik, tentu dipandang oleh orang-orang sekitarnya sebagai sosok yang bergelimang harta. Bagaimana tidak, penghasilan bulanannya benar-benar digunakan untuk diri sendiri dan jumlahnya untuk kebutuhan pun tidak seberapa. Kendati berhasil mengumpulkan banyak uang, bukan berarti uang itu menganggur begitu saja dan bebas digunakan sesuka hati, lho.

Orang yang masih berstatus lajang juga perlu mempersiapkan berbagai kebutuhan untuk masa depannya. Hidup hemat yang dijalaninya selama ini mungkin merupakan upaya agar bisa menabung atau berinvestasi lebih banyak. Pasalnya, bila sudah berkeluarga nanti, tentu pengaturan keuangannya akan berubah dan belum tentu bisa dengan mudah digunakan sewaktu-waktu. Jadi, jangan suka minta traktir temanmu yang masih lajang, ya!

Memiliki penghasilan sendiri dan masih lajang bukan berarti selalu punya banyak uang. Setiap orang punya urusan yang harus diselesaikan demi kelancaran dalam menjalani hidup. Oleh sebab itu, jangan membiasakan untuk menjadikan orang-orang yang masih lajang sebagai "dana darurat" alias sosok yang selalu dituju saat butuh pinjam uang karena mereka juga memerlukan uang itu untuk dirinya sendiri.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team