ilustrasi memperingati Nuzulul Quran (unsplash.com/Taliwang mengaji)
Materi Nuzulul Quran juga bisa mencakup sejarah turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad saw. Sebelum menerima wahyu, Nabi Muhammad sering melakukan uzlah atau menyendiri untuk beribadah dan merenung di Gua Hira yang berada di Jabal Nur, sekitar 6 kilometer dari Kota Makkah.
Pada usia 40 tahun, Nabi Muhammad menerima wahyu pertama dari Allah Swt melalui Malaikat Jibril. Peristiwa ini menjadi awal turunnya Al-Qur’an sekaligus dimulainya risalah kenabian beliau.
Wahyu pertama yang diterima Nabi Muhammad adalah Surah Al-Alaq ayat 1–5. Ayat ini berisi perintah membaca yang menegaskan pentingnya ilmu pengetahuan dan belajar dalam kehidupan manusia.
Bunyi Surah Al-Alaq ayat 1–5:
Teks Arab:
اِقْرَأْ بِاسْمِ رَبِّكَ الَّذِيْ خَلَقَۚ
خَلَقَ الْاِنْسَانَ مِنْ عَلَقٍۚ
اِقْرَأْ وَرَبُّكَ الْاَكْرَمُۙ
الَّذِيْ عَلَّمَ بِالْقَلَمِۙ
عَلَّمَ الْاِنْسَانَ مَا لَمْ يَعْلَمْۗ
Teks Latin:
Iqra’ bismi rabbikalladzī khalaq
Khalaqal-insāna min ‘alaq
Iqra’ wa rabbukal-akram
Alladzī ‘allama bil-qalam
‘Allamal-insāna mā lam ya‘lam
Artinya:
“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan.
Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia.
Yang mengajar (manusia) dengan pena.
Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.”