عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ: أَوَّلُ مَا بُدِئَ بِهِ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِنَ الْوَحْيِ الرُّؤْيَا الصَّالِحَةُ فِي النَّوْمِ...
Hadits tentang Nuzulul Quran Beserta Arti dan Maknanya

Hadits tentang Nuzulul Quran menjelaskan turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad.
Dalam hadits riwayat Aisyah RA, Nabi Muhammad menerima wahyu pertama berupa perintah membaca dalam Surah Al-Alaq ayat 1–5.
Peristiwa Nuzulul Quran terjadi pada bulan Ramadan ketika Nabi Muhammad berusia sekitar 40 tahun.
Hadits tentang Nuzulul Quran sering dicari ketika Ramadan tiba, terutama saat umat Islam memperingati turunnya Al-Qur’an. Nuzulul Quran merujuk pada peristiwa turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad melalui Malaikat Jibril di Gua Hira.
Banyak muslim ingin mengetahui teks hadits tentang turunnya Al-Qur’an sekaligus arti dan penjelasannya. Hal ini penting karena hadits menjadi sumber kedua dalam Islam setelah Al-Qur’an.
Supaya lebih jelas, berikut hadits tentang Nuzulul Quran beserta arti dan maknanya. Simak, yuk!
Table of Content
Hadits tentang Nuzulul Quran: HR. Bukhari dan Muslim
Peristiwa turunnya wahyu pertama dijelaskan dalam beberapa hadits shahih. Salah satu hadits yang paling terkenal diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Imam Muslim. Hadits ini menjelaskan momen awal turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad, yaitu surah Al-Alaq ayat 1–5.
Berikut teks haditsnya.
Artinya:
“Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: Wahyu pertama yang diterima Rasulullah SAW adalah mimpi yang benar dalam tidur. Kemudian beliau menyendiri di Gua Hira untuk beribadah beberapa malam. Hingga datang malaikat dan berkata: ‘Bacalah!’ Nabi menjawab: ‘Aku tidak bisa membaca.’ Lalu malaikat memelukku sampai aku merasa sesak, kemudian melepaskanku dan berkata lagi: ‘Bacalah!’…” (HR. Bukhari dan Muslim)
Hadits tentang Nuzulul Quran: HR. Bukhari

Hadis ini menjelaskan bahwa Malaikat Jibril selalu datang kepada Nabi Muhammad untuk murojaah (mengulang dan mengajarkan) Al-Qur’an setiap bulan Ramadan. Karena itu, bulan Ramadan berhubungan kuat dengan turunnya dan pembacaan Al-Qur’an.
أن جبريل كان يعرض على النبي صلى الله عليه وسلم القرآن كل عام مرة، فعرض عليه مرتين في العام الذي قبض فيه
Artinya:
“Dahulu Jibril mendatangi Nabi SAW dan mengajarkan Al-Qur’an kepada beliau setiap tahun sekali (pada bulan Ramadan). Pada tahun wafatnya Rasulullah SAW, Jibril mengajarkannya kepada beliau sebanyak dua kali.” (HR Bukhari)
Sejarah singkat peristiwa Nuzulul Quran
Nuzulul Quran secara harfiah berarti turunnya Al-Qur’an. Peristiwa ini terjadi pada bulan Ramadan, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an. Allah Swt berfirman dalam surah Al-Baqarah ayat 185:
“Bulan Ramadan adalah bulan yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia.”
Dalam banyak tradisi Islam, peristiwa ini sering diperingati pada 17 Ramadan. Namun, para ulama berbeda pendapat mengenai tanggal pastinya karena ada yang menyakini wahyu pertama turun pada malam Lailatul Qadar di bulan Ramadan.
Secara garis besar, proses turunnya Al-Qur’an terjadi dalam dua tahap. Proses bertahap ini terjadi karena wahyu sering turun untuk menjawab situasi tertentu yang dihadapi umat Islam.
- Diturunkan sekaligus dari Lauhul Mahfuz ke langit dunia
- Diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad selama 23 tahun.
Hikmah peristiwa Nuzulul Quran

Peristiwa turunnya Al-Qur’an memiliki banyak hikmah bagi umat Islam. Tidak hanya sebagai sejarah, tetapi juga sebagai pengingat pentingnya memahami kitab suci.
Beberapa hikmah dari Nuzulul Quran antara lain:
- Menunjukkan pentingnya ilmu dan membaca karena wahyu pertama dimulai dengan kata iqra yang berarti “bacalah”
- Al-Qur’an diturunkan untuk memberikan petunjuk dalam berbagai aspek kehidupan manusia
- Peristiwa Nuzulul Quran mengingatkan umat Islam bahwa wahyu Allah adalah sumber kebenaran
- Mendorong umat Islam untuk membaca, memahami, dan mengamalkan isi Al-Qur’an.
Kesimpulan
Itulah beberapa hadist tentang Nuzulul Quran yang menjelaskan turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad di Gua Hira melalui Malaikat Jibril. Hadis-hadis tersebut menunjukkan bahwa peristiwa turunnya Al-Qur’an memiliki makna penting bagi umat Islam.
Dengan memahami hadist tentang Nuzulul Quran beserta artinya, kamu bisa lebih mengenal sejarah turunnya Al-Qur’an. Kamu juga bisa memahami perannya sebagai pedoman hidup bagi manusia.
Mau tahu informasi lain seputar Nuzulul Quran? Baca di IDN Times!
FAQ seputar hadits tentang Nuzulul Quran beserta artinya
| Apa hadits tentang Nuzulul Quran? | Hadits tentang Nuzulul Quran menjelaskan peristiwa turunnya wahyu pertama kepada Nabi Muhammad, salah satunya hadist yang diriwayatkan oleh Aisyah RA dalam Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. |
| Siapa yang meriwayatkan hadits tentang turunnya Al-Qur’an? | Hadits tentang turunnya Al-Qur’an diriwayatkan oleh Aisyah RA dan tercantum dalam kitab hadits shahih seperti Shahih Bukhari dan Shahih Muslim. |
| Kapan peristiwa Nuzulul Quran terjadi menurut hadits? | Peristiwa Nuzulul Quran terjadi pada bulan Ramadan saat Nabi Muhammad berusia sekitar 40 tahun. Peristiwa ini sering diperingati pada 17 Ramadan. |
| Apa wahyu pertama yang turun kepada Nabi Muhammad? | Wahyu pertama yang turun kepada Nabi Muhammad adalah Surah Al-Alaq ayat 1–5. Ayat tersebut memerintahkan manusia untuk membaca. |
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI dan telah melalui proses editing oleh tim content IDN Times untuk memastikan kualitas serta ketepatan informasi.