Tidak sedikit orang pernah pulang dari sebuah acara dengan perasaan tidak enak, padahal yang terjadi berawal dari candaan. Kalimat yang diucapkan sambil tertawa bisa saja terdengar biasa bagi sebagian orang, tetapi bagi orang lain justru meninggalkan sakit hati yang sulit dijelaskan. Situasi seperti ini sering muncul dalam pertemanan, keluarga, sampai obrolan di kantor.
Kata “bercanda” seolah menjadi tameng yang membuat sebuah kalimat dianggap wajar. Padahal di baliknya, ada banyak alasan mengapa candaan bisa berubah menjadi sumber sakit hati. Berikut hal yang dapat membantu melihat persoalan ini lebih jelas.
