5 Topik Bercandaan yang Bisa Jadi Awal Keretakan dalam Hubungan

- Perkataan ingin pisah atau putus dapat merusak hubungan
- Kalimat sarkas tentang kepribadian pasangan menciptakan jarak
- Menyinggung sifat, masalah keluarga, membandingkan dengan orang lain, dan bentuk fisik pasangan tidak boleh jadi bahan candaan
Saling menggoda dan melempar candaan bisa jadi salah satu cara meningkatkan keintiman dalam hubungan. Ada perasaan hangat tersendiri ketika kamu dan doi bisa berbagi internal jokes, yakni candaan yang hanya dimengerti kalian berdua. Kamu jadi bisa memandang pasangan bukan hanya sebagai tempat curhat dan berkeluh kesah, melainkan sahabat yang saling menghibur dan menguatkan.
Namun, ternyata gak semua topik bisa jadi bahan bercandaan dalam hubungan. Perlu ada batasan, agar kamu dan pasangan tetap respek satu sama lain. Sebelum nantinya jadi konflik besar, ini lima topik yang seharusnya tidak jadi bahan bercandaan dalam hubungan. Evaluasi lagi, yuk!
1. Perkataan ingin pisah atau putus

Tiap melihat pasangan berbuat salah, kamu jadi lata bercanda, “Ah, kalau gini lama-lama lebih baik putus aja”. Walau dalam hati kamu tahu itu tidak benar, ucapan seperti ini ternyata berdampak buruk bagi hubungan, lho. Niatnya sih, bercanda, tapi kok bawa-bawa keinginan untuk pisah?
Nantinya, ini jadi kebiasaan tiap kalian debat atau gesekan. Alih-alih ngobrol dan mencari solusi berdua, kamu dan pasangan malah saling menyalahkan bahkan membawa-bawa keinginan untuk pisah.
2. Kalimat sarkas tentang kepribadian pasangan

Semirip-miripnya kamu dan pasangan, pasti ada perbedaan, entah sensivitas, kepekaan, atau dalam hal kepribadian. Mungkin pasangan lebih sensitif dan gampang ngambek. Meski demikian, ini tidak seharusnya menjadi topik bercandaan.
Sama saja, kamu tidak menghargai kepribadian pasangan. Kata-kata yang menyindir kepribadian pasangan seperti, “Kayak kamu, ‘kan, ngambekan” malah menciptakan jarak di antara kalian. Pasangan akan merasa tidak diterima dan dihargai apa adanya. Buktinya, kelemahannya selalu dijadikan bahan bercandaan olehmu.
3. Menyinggung sifat atau masalah keluarga

Ketika kamu memilih untuk komitmen dengan seseorang, kamu bukan hanya komitmen dengan dia, melainkan keluarganya. Dengan kata lain, kamu tetap perlu menanamkan rasa respek, hormat, dan saling menghargai anggota keluarganya yang lain.
Pasti ada ketidaksempurnaan atau kelemahan, tapi itu tidak seharusnya menjadi bahan bercandaan. Kamu perlu pandai-pandai memilah, mana hal yang sensitif untuk dijadikan bercanda, mana yang tidak.
4. Membandingkan pasangan dengan orang lain

Salah satu hal yang anti untuk dijadikan bercandaan juga ialah membandingkan pasangan dengan orang lain. Apalagi, sampai mengatakan kalimat seperti, “Kamu sih, mana bisa ya kayak Si A? Kamu ‘kan, orangnya kaku”, atau, “Kamu nggak sekurus dia, sih”. Walau niatnya hanya bercanda, tapi ini bisa menorehkan luka di hati pasangan.
Kalau kamu menerima doi apa adanya, pasti tidak ada keinginan dalam hati untuk membandingkan dia dengan orang lain. Apalagi, sampai menjadikannya topik bercandaan. Ingat, bercandaan menjadi lucu ketika kedua pihak sama-sama tertawa. Kalau tidak, itu bukan candaan, melainkan hinaan.
5. Bentuk tubuh atau fisik pasangan

Hal terakhir yang haram jadi topik bercanda ialah bentuk fisik pasangan. Jangan pernah menyinggung soal ini, apalagi menertawakannya. Bercanda demikian malah memberi kesan seolah kamu tidak menghargai bentuk tubuh pasangan.
Padahal, bisa jadi sampai saat ini ia masih bergulat dengan rasa insecure-nya. Kamu bukan hanya membunuh rasa percaya diri doi, tetapi juga menanamkan bibit-bibit perasan tidak berharga. Bukannya makin damai dan aman, saat dekat denganmu mengapa doi makin rendah diri ya?
Dalam hubungan romansa pun, tetap ada batas yang perlu dijaga. Jangan sampai saking nyamannya, kamu jadi asal bicara hingga menyakiti hati pasangan. Bukan hanya tidak bijak, ini menunjukkan bahwa kamu tidak kompeten sebagai pasangan. Alih-alih memberi kehangatan dan cinta, kamu malah membunuh rasa keberhargaan dirinya.



















