Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
ilustrasi mencintai diri sendiri
ilustrasi mencintai diri sendiri (pexels.com/Hassan OUAJBIR)

Intinya sih...

  • Nilai dirimu tidak ditentukan dari pencapaian yang kamu dapatkan

  • Berkembang butuh cinta, bukan tekanan yang membuatmu berantakan

  • Semua orang sukses pernah memulai dari fase yang belum jadi siapa-siapa

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Banyak orang yang merasa kalah dengan hidupnya karena belum memiliki pencapaian besar. Semakin bertambahnya usia banyak sekali tekanan untuk bisa mencapai banyak hal. Sementara kamu justru masih meraba untuk bertahan hidup atau bahkan memahami diri sendiri.

Satu hal yang sering dilupakan bahwa kamu masih tetap layak dicintai meskipun belum jadi apa-apa. Justru fase inilah kamu sedang mencari jati diri yang tumbuh perlahan. Tiga alasan ini harus wajib diketahui agar kamu bisa mulai mencintai dirimu dari sekarang.

1. Sejatinya nilai dirimu tidak ditentukan dari pencapaian yang kamu dapatkan

ilustrasi menikmati kesendirian (pexels.com/Matej Čerkez)

Banyak orang yang tumbuh dengan kepercayaan bahwa semakin banyak pencapaian maka akan semakin tinggi nilai dirinya. Padahal bukankah standar yang dibentuk oleh masyarakat bukan ukuran tentang siapa kamu sebenarnya? Pencapaian memang terlihat membanggakan, tapi percayalah itu bukan satu-satunya alasan mengapa kamu layak dihargai.

Nilai dirimu sudah ada sebelum kamu mampu menghasilkan sesuatu. Sesederhana caramu bertahan ketika hidup terasa berat, mencoba lagi setelah gagal berkali-kali, serta memperlakukan orang dengan tulus. Hal-hal seperti ini justru yang sebenarnya tidak bisa diukur oleh penghargaan atau gelar apapun yang kamu raih.

2. Untuk bisa berkembang kamu selalu butuh cinta, bukan tekanan yang membuatmu berantakan

ilustrasi wanita sedang me time (pexels.com/Julia Avamotive)

Jalan sukses tidak bisa diraih dengan cara cepat atau bahkan sampai menekan diri habis-habisan. Tekanan justru bikin kamu mudah goyah, bahkan kehilangan arah. Oleh karenanya kamu butuh cinta dalam bentuk penerimaan serta ruang sabar untuk menghadapi proses.

Ruang cinta ini membuatmu lebih stabil dan langkah terasa lebih ringan. Tanpa disadari ketika memilih mencintai dia sendiri meskipun sedang berantakan, disitulah kamu menemukan kekuatan yang sesungguhnya. Ingat, bahwa kamu bukan mesin yang terus bisa dipaksa berjalan tanpa istirahat.

3. Semua orang sukses pernah memulai dari fase yang belum jadi siapa-siapa

ilustrasi seorang sedang merenung (pexels.com/Melike B)

Setiap orang yang hidupnya terlihat rapi dan penuh pencapaian pernah memulai semuanya dari nol. Mungkin kita memang tidak melihat perjalanan panjang yang mereka lalui, tapi mereka juga pernah di fase ketidakpastian yang sama seperti kamu rasakan saat ini. Sebab tidak ada satu pun orang hebat yang meraih mimpinya dengan cara instan.

Mereka tidak menunggu sukses dulu untuk percaya pada diri sendiri. Tetapi mereka berani bertumbuh yang dimulai dari fase paling berantakan. Jadi tidak masalah jika langkahmu kecil karena yang penting adalah tetap berjalan untuk mempersiapkan diri pada sesuatu yang lebih baik.

Perjalanan menemukan diri sendiri memang tidak selalu mudah, sebab di dalamnya akan hari dimana kamu merasa tertinggal karena belum benar-benar jadi siapa pun. Jadi kalau kamu sedang merasakannya, ingatlah bahwa fase ini juga pernah dilalui oleh orang-orang yang kamu kagumi. Tapi, bukan berarti tanda kegagalan karena ini adalah titik awal untuk menuju harapan yang lebih besar.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team