Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Tips Mengatasi Rasa Kantuk setelah Berbuka Puasa
ilustrasi laki-laki buka puasa (pexels.com/Michael Burrows)
  • Artikel menjelaskan fenomena food coma setelah berbuka puasa yang disebabkan lonjakan gula darah dan insulin, membuat tubuh terasa lemas serta mengantuk.
  • Dianjurkan berbuka secara bertahap, membatasi makanan tinggi gula, serta memberi jeda sebelum berbaring agar pencernaan lebih seimbang dan energi stabil.
  • Aktivitas ringan seperti berjalan santai sebelum tarawih dan pengaturan porsi makan malam membantu menjaga kebugaran serta mencegah kantuk berlebihan di malam Ramadan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Pernah gak sih, baru saja menyelesaikan makan berbuka, kamu langsung merasa mata berat dan ingin rebahan? Padahal, malam Ramadan masih panjang dan kamu berencana ikut tarawih atau menyelesaikan pekerjaan. Rasa kantuk setelah makan ini sering dianggap sepele, tapi sebenarnya ada penjelasan medis di baliknya. Fenomena ini dikenal sebagai food coma dan cukup sering terjadi saat puasa.

Saat seharian menahan lapar, tubuhmu berada dalam kondisi gula darah yang lebih rendah. Begitu azan magrib berkumandang dan kamu makan dalam porsi besar, kadar gula darah naik cepat. Lonjakan ini memicu peningkatan insulin yang memengaruhi kerja otak dan hormon kantuk. Itulah sebabnya kamu merasa lemas dan sulit fokus. Yuk, simak cara mengatasi rasa kantuk setelah berbuka puasa berdasarkan catatan di bawah ini!

1. Hindari langsung makan dalam porsi besar

ilustrasi perempuan minum air putih hangat (freepik.com/lifeforstock)

Setelah menahan lapar hampir 13 jam, rasanya wajar ingin membalas semuanya sekaligus. Kamu mungkin tergoda menyantap takjil manis, nasi, gorengan, dan minuman dingin dalam satu waktu. Namun, makan berlebihan sekaligus menjadi salah satu penyebab food coma saat puasa. Sistem pencernaan bekerja ekstra keras dan aliran darah lebih banyak menuju perut.

Cobalah berbuka secara bertahap agar tubuh tidak kaget. Awali dengan air putih dan kurma, beri jeda beberapa menit sebelum makan utama. Cara ini membantu menjaga kestabilan gula darah dan insulin. Dengan pola seperti ini, cara mengatasi rasa kantuk setelah buka puasa jadi lebih realistis.

2. Batasi makanan tinggi gula dan karbohidrat sederhana

ilustrasi nasi merah dan sayur (freepik.com/topntp26)

Takjil manis memang menggoda, apalagi setelah seharian berpuasa. Sirup, kolak, dan kue manis bisa langsung menaikkan gula darah dalam waktu singkat. Masalahnya, lonjakan yang terlalu cepat juga diikuti penurunan drastis. Kondisi ini bikin tubuh terasa lemas dan mengantuk.

Kamu tetap boleh menikmati yang manis, tapi perhatikan porsinya. Pilih karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau roti gandum agar energi lebih stabil. Kombinasikan dengan protein dan serat supaya proses cerna lebih seimbang. Kesehatan pencernaan pada Ramadan pun lebih terjaga.

3. Beri jeda sebelum langsung berbaring

ilustrasi perempuan duduk rileks di sofa (freepik.com/lifeforstock)

Godaan terbesar setelah makan kenyang adalah rebahan. Perut penuh dan suasana malam sering membuat sofa terasa lebih nyaman. Padahal, langsung berbaring bisa memperlambat pencernaan dan memperparah rasa kantuk. Tubuhmu butuh waktu untuk mengolah makanan dengan baik.

Cobalah duduk tegak atau berjalan ringan selama 10–15 menit. Aktivitas sederhana ini membantu sirkulasi darah tetap lancar. Energi terasa lebih stabil dan tidak cepat drop. Kamu pun lebih siap menjalani tarawih tanpa rasa berat berlebihan.

4. Lakukan aktivitas fisik ringan sebelum tarawih

ilustrasi perempuan stretching (freepik.com/freepik)

Tidak perlu olahraga berat setelah berbuka. Justru aktivitas ringan seperti stretching atau jalan santai lebih dianjurkan. Gerakan lembut membantu tubuh menyeimbangkan kembali kadar gula darah. Rasa kantuk pun perlahan berkurang.

Kamu bisa berjalan di sekitar rumah sambil menunggu waktu isya. Selain membuat tubuh lebih segar, suasana hati juga jadi lebih baik. Ini bagian sederhana dari cara mengatasi rasa kantuk setelah buka puasa. Produktivitas malam Ramadan tetap terjaga.

5. Atur porsi makan malam setelah tarawih

ilustrasi laki-laki makan (pexels.com/Michael Burrows)

Sebagian orang memilih makan besar setelah tarawih. Ini bukan masalah, selama porsinya tetap terkontrol. Jika terlalu berat dan berlemak, tubuh akan kembali bekerja keras saat mendekati waktu tidur. Akibatnya, kualitas istirahat menurun dan besok kamu bangun dalam kondisi lelah.

Bagi porsi makan menjadi dua bagian yang seimbang. Perhatikan kebutuhan tubuh, bukan sekadar nafsu lapar sesaat. Pola makan yang lebih sadar membantu mencegah food coma berulang. Malam Ramadan pun terasa lebih ringan dan bermakna.

Rasa kantuk setelah berbuka memang umum terjadi, tapi bukan berarti harus diterima begitu saja. Dengan memahami cara mengatasi rasa kantuk setelah berbuka puasa, kamu bisa mengambil langkah yang lebih bijak. Perubahan kecil dalam pola makan dan aktivitas sudah cukup memberi dampak. Yuk, atur strategi berbukamu mulai hari ini agar tarawih tetap fokus dan tubuh tetap bertenaga!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team