Ungkapan “cuma bercanda” sering kali terdengar sepele, padahal dampaknya bisa serius. Dalam beberapa waktu terakhir, kita melihat semakin banyak kasus di mana candaan justru berubah menjadi bentuk pelecehan, bahkan terjadi di lingkungan yang seharusnya aman seperti kampus. Kasus yang melibatkan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Indonesia bahkan menunjukkan bagaimana obrolan yang dianggap lucu ternyata berisi komentar seksual dan merendahkan, terutama terhadap perempuan.
Kondisi ini juga terlihat di dunia hiburan. IU, misalnya, pernah menjadi sasaran komentar bernuansa seksual yang oleh sebagian orang dianggap hanya gurauan. Dari sini terlihat pola yang sama, yaitu humor dijadikan alasan untuk menutupi ucapan yang sebenarnya tidak pantas. Ketika seseorang merasa terganggu tetapi justru dianggap berlebihan, di situlah batas mulai kabur. Yuk, pahami lebih jauh!
