Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Novel Terbaik Don DeLillo yang Wajib Dibaca Pencinta Sastra Modern
Don DeLillo (dok. Library of America)
  • Don DeLillo dikenal sebagai penulis berpengaruh dalam sastra modern dengan gaya filosofis dan satir yang membahas isu teknologi, politik, serta ketakutan manusia terhadap masa depan.
  • Lima novel terbaiknya—White Noise, Underworld, Zero K, Falling Man, dan Libra—menampilkan refleksi sosial mendalam tentang kehidupan Amerika dari berbagai era dan sudut pandang.
  • Karya-karya DeLillo dipuji karena mampu memadukan sejarah nyata, kritik budaya, serta eksplorasi eksistensial yang relevan bagi pembaca masa kini.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Dalam sastra modern, nama Don DeLillo sering disebut sebagai salah satu penulis paling berpengaruh. Karyanya dikenal karena berani membahas isu-isu besar seperti teknologi, politik, hingga ketakutan manusia modern terhadap masa depan. Gaya penulisannya juga unik, yang kadang filosofis, kadang satir, tetapi selalu berhasil membuat pembaca berpikir.

Bagi pencinta sastra yang suka cerita penuh ide besar dan refleksi sosial, novel-novel DeLillo bisa menjadi pengalaman membaca yang sangat menarik. Beberapa karyanya bahkan dianggap sebagai potret tajam kehidupan Amerika di berbagai era. Berikut lima novel terbaik Don DeLillo yang layak masuk daftar bacaanmu.

1. White Noise (1985)

buku White Noise (penguinrandomhouse.com)

Novel White Noise sering dianggap sebagai salah satu karya paling ikonik dari Don DeLillo. Ceritanya mengikuti kehidupan keluarga Gladney yang tinggal di sebuah kota kampus kecil di Amerika. Kepala keluarga mereka, Jack Gladney, adalah seorang profesor yang unik karena mengajar mata kuliah khusus tentang tokoh sejarah kontroversial, yakni Adolf Hitler.

Kehidupan mereka yang tampak biasa tiba-tiba berubah ketika terjadi peristiwa berbahaya yang disebut airborne toxic event. Peristiwa tersebut memicu kepanikan massal dan membuat para karakter harus menghadapi rasa takut yang mendalam terhadap kematian.

Melalui cerita ini, DeLillo menyindir bagaimana masyarakat modern begitu terobsesi dengan berita, teknologi, dan informasi yang terus mengalir tanpa henti. Menariknya, meski novel ini ditulis pada 1980-an, banyak pembaca merasa temanya tetap relevan di era media sosial dan berita real-time seperti sekarang.

2. Underworld (1997)

buku Underworld (goodreads.com)

Banyak kritikus sastra menyebut Underworld sebagai mahakarya terbesar dalam karier Don DeLillo. Novel yang sangat tebal ini mencoba menggambarkan potret kehidupan Amerika sepanjang abad ke-20.

Ceritanya menggabungkan berbagai peristiwa sejarah nyata seperti uji coba bom hidrogen oleh Uni Soviet, ketegangan Cuban Missile Crisis, hingga budaya populer seperti pertandingan bisbol legendaris antara Dodgers dan Giants pada tahun 1951.

Di tengah berbagai peristiwa besar tersebut, cerita juga mengikuti tokoh utama bernama Nick Shay, seorang eksekutif pengelola limbah yang memiliki sebuah bola bisbol bersejarah dari pertandingan legendaris itu. Ia mencoba menelusuri perjalanan bola tersebut sebagai cara untuk memahami masa lalu Amerika.

3. Zero K (2016)

buku Zero K (simonandschuster.com)

Dalam novel Zero K, Don DeLillo membawa pembaca ke dunia spekulatif tentang masa depan manusia. Ceritanya berfokus pada seorang miliarder bernama Ross Lockhart yang mendanai sebuah organisasi rahasia dengan tujuan ekstrem, yakni membekukan tubuh manusia setelah kematian agar suatu hari bisa dihidupkan kembali ketika teknologi medis sudah cukup maju.

Anak Ross, Jeff, memandang proyek tersebut dengan skeptis, terutama ketika ibu tirinya yang sakit parah memutuskan untuk ikut dalam program tersebut. Novel ini tidak hanya membahas teknologi futuristik, tetapi juga menggali pertanyaan filosofis tentang kematian. Sebagai salah satu karya DeLillo di era akhir kariernya, buku ini sering dipuji karena tetap tajam dan relevan.

4. Falling Man (2007)

buku Falling Man (goodreads.com)

Novel Falling Man merupakan salah satu karya DeLillo yang paling emosional. Ceritanya terinspirasi oleh tragedi 11 September pada tahun 2001 yang mengguncang dunia. Alih-alih menggambarkan peristiwa tersebut secara langsung, DeLillo lebih fokus pada kehidupan para karakter setelah tragedi itu terjadi.

Melalui beberapa sudut pandang karakter, pembaca diajak melihat bagaimana trauma dan rasa kehilangan memengaruhi kehidupan mereka. Novel ini sempat menimbulkan perdebatan karena membahas tragedi yang masih terasa sangat dekat pada saat dirilis. Namun, bagi banyak pembaca, buku ini berhasil menangkap suasana emosional dan kebingungan yang dirasakan masyarakat dunia setelah peristiwa tersebut.

5. Libra (1988)

buku Libra (waterstones.com)

Dalam novel Libra, Don DeLillo mencoba menggabungkan fakta sejarah dengan fiksi sastra. Buku ini berfokus pada sosok Lee Harvey Oswald, pria yang dikenal sebagai pelaku pembunuhan Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy pada tahun 1963 dalam peristiwa Assassination of John F. Kennedy.

Alih-alih hanya menceritakan ulang sejarah, DeLillo mengeksplorasi kemungkinan konspirasi di balik peristiwa tersebut. Ia membangun potret psikologis Oswald yang kompleks dan penuh misteri. Hasilnya adalah novel yang terasa seperti campuran antara thriller politik dan eksplorasi karakter yang mendalam.

Novel terbaik Don DeLillo menunjukkan bagaimana sastra bisa menjadi cara untuk memahami dunia modern yang penuh ketidakpastian. Tidak heran jika banyak kritikus menempatkannya sebagai salah satu penulis Amerika paling penting dalam beberapa dekade terakhir. Dari lima novel di atas, mana yang paling membuatmu penasaran untuk dibaca terlebih dulu?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team