Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Novel Slow Burn Internasional yang Bakal Menghangatkan Hatimu

4 Novel Slow Burn Internasional yang Bakal Menghangatkan Hatimu
cover buku Sweet Bean Paste karya Durian Sukegawa (amazon.com)
Intinya Sih
  • Artikel ini membahas empat novel internasional bergenre slow burn yang dikenal dengan alur lambat namun penuh emosi dan kedalaman karakter, cocok untuk pembaca yang menikmati proses cerita yang hangat.
  • Keempat novel tersebut adalah The Housekeeper and the Professor, Sweet Bean Paste, Almond, serta Welcome to the Hyunam-dong Bookshop, masing-masing menghadirkan kisah reflektif tentang hubungan manusia dan penyembuhan diri.
  • Melalui rekomendasi ini, pembaca diajak menemukan ketenangan dan makna dari cerita sederhana yang berkembang perlahan namun meninggalkan kesan mendalam di hati.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kamu penikmat cerita slow burn? Dalam dunia cerita, slow burn berarti teknik penceritaan yang membangun alur secara perlahan, bertahap, serta mendalam. Cerita yang menggunakan teknik ini perkembangannya memang lambat, tapi intens. Alurnya gak terburu-buru sehingga mampu memberikan ruang bagi interaksi dan suasana.

Misalnya nih, dalam slow burn romance, penulis gak sekadar memberi tahu pembaca ada dua karakter yang saling jatuh cinta, melainkan membiarkan pembaca merasakan proses jatuh cinta itu sendiri. Cerita dengan teknik slow burn memang kerap menghangatkan hati pembaca karena setiap momen terasa berharga, termasuk momen kecil sekali pun. Simak deh rekomendasi novel slow burn internasional berikut!

1. The Housekeeper and the Professor karya Yoko Ogawa

cover buku The Housekeeper and the Professor karya Yoko Ogawa
cover buku The Housekeeper and the Professor karya Yoko Ogawa (amazon.com)

Apa yang ada di benakmu ketika mendengar kata profesor? Sosok jenius yang penuh dedikasi? Namun, bagaimana kalau di novel ini, tokoh profesor justru digambarkan sebagai sosok yang ingatannya hanya bertahan selama 80 menit? Profesor matematika yang jenius ini mengalami kerusakan memori akibat tragedi masa lalu. Setiap 80 menit, ingatannya akan terhapus. Setelah itu, ia akan lupa apa yang baru saja ia makan, siapa yang baru saja ia ajak bicara, dan kejadian apa pun yang baru saja lewat. Oleh karena itu, ia harus menjalani hidupnya dengan catatan-catatan kecil untuk dapat memahami kejadian yang hilang dari memori jangka pendeknya.

Profesor gak hidup sendiri, ia punya seorang pengurus rumah yang juga dipercaya untuk mengurusnya. Sosok ini adalah ibu tunggal muda. Seiring berjalannya waktu, hubungan mereka menjadi dekat dan berkembang. Buku ini akan membuat kamu takjub dengan angka-angka yang ternyata bisa menjadi bahasa cinta universal. Melalui cara pandang profesor, kamu bisa memahami bahwa matematika bukan sekadar ilmu eksakta, melainkan cara untuk menjelaskan keajaiban dunia dan hubungan antarmanusia.

2. Sweet Bean Paste karya Durian Sukegawa

buku Sweet Bean Paste
buku Sweet Bean Paste (amazon.com)

Versi terjemahan bahasa Indonesia novel ini adalah Pasta Kacang Merah. Kisah yang disajikan dalam Sweet Bean Paste amat mengharukan sehingga memperoleh banyak ulasan positif. Kalau kamu suka novel dengan alur yang gak begitu cepat tapi tetap memikat, novel ini bisa jadi pilihan bacaan yang tepat.

Sweet Bean Paste bercerita tentang Sentaro, seorang pria yang merasa terjebak dengan kehidupannya yang dirasa hambar. Masa lalunya kelam dengan catatan kriminal. Kebiasaan buruknya mengonsumsi alkohol sulit dilepaskan. Impian lamanya menjadi seorang penulis pun perlahan terkubur dalam.

Kehidupannya berjalan monoton di sebuah kedai dorayaki kecil sebagai pembuat dorayaki. Namun, dunianya berubah ketika ia bertemu dengan seorang wanita tua bernama Tokue. Tokue membagikan pengalamannya selama lima dekade membuat pasta kacang merah kepada Sentaro. Ia menanamkan filosofi memasak yang mendalam kepada Sentaro, tentang menghargai proses dan mendengarkan bahan-bahan dari alam.

3. Almond karya Sohn Won-pyung

cover buku Almond karya Sohn Won-pyung
cover buku Almond karya Sohn Won-pyung (telkomsel.com)

Kali ini adalah novel berjudul Almond karya penulis asal Korea Selatan bernama Sohn Won-pyung. Novel ini mengajak pembaca untuk masuk ke dunia Yoon-jae yang digambarkan sebagai sosok remaja dengan kondisi alexithymia.

Alexithymia merupakan kondisi psikologi ketika seseorang sulit mengenali, merasakan, dan mengekspresikan emosinya sendiri. Almond gak sekadar menyajikan alur cerita, melainkan memberikan pengalaman emosional yang mendalam kepada pembaca. Buku ini mengajarkan kamu akan pentingnya empati dan memahami orang lain.

Meski topik yang diangkat terdengar berat karena menyinggung isu kesehatan mental, gaya bahasa yang disajikan terbilang ringan kok. Sudut pandang pertama yang digunakan penulis membuat pembaca bisa memahami apa yang dirasakan oleh tokoh utama, Yoon-jae.

4. Welcome to the Hyunam-dong Bookshop karya Hwang Bo-reum

cover buku Welcome to the Hyunam-dong Bookshop karya Hwang Bo-reum
cover buku Welcome to the Hyunam-dong Bookshop karya Hwang Bo-reum (amazon.com)

Kamu pernah membaca atau mendengar judul novel ini? Versi terjemahan bahasa Indonesianya berjudul Selamat Datang di Toko Buku Hyunam-dong. Novel ini tergolong ke dalam novel slow burn yang best seller, terlebih bagi pecinta genre healing fiction.

Sebagaimana judulnya, novel ini mengangkat tema toko buku. Kisahnya pun sederhana tapi bermakna, tentang pecinta buku bernama Yeong-ju yang mendirikan dan mengelola toko buku kecil di tengah kota di Hyunam-dong. Keseharian Yeong-ju sebagai penjaga toko nyatanya mampu meredakan perasaan hampa dalam batinnya. Perlahan, Yeong-ju juga mulai membuka diri terhadap pengunjung toko yang datang.

Toko buku yang semula hanya menjadi tempat penyembuhan diri baginya, berubah menjadi tempat berkumpulnya orang-orang yang ingin membaca buku seraya meminum kopi, sampai menjadi sebuah komunitas melalui beragam acara yang diadakan Yeong-ju dan Min-joon (seorang barista di toko buku tersebut yang direkrut Yeong-ju). Kisah dalam buku ini mampu memberikan ketenangan di tengah ekspektasi sosial.

Gimana nih, apakah ada novel yang bikin kamu penasaran untuk segera membacanya? Baru mengetahui sinopsisnya saja sudah terasa seru, kan? Apalagi kalau kamu sudah benar-benar tenggelam dalam ceritanya. Sebelum membaca, siapkan posisi duduk ternyaman kamu, ya!

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Siantita Novaya
EditorSiantita Novaya
Follow Us