Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
“The Midnight Library” Difilmkan, Novel Penuh Refleksi Makna Hidup
Cover buku “The Midnight Library” dan Florence Pugh (kolase foto via Amazon & Instagram @florencepugh)

Novel “The Midnight Library” karya Matt Haig menjadi salah satu buku paling populer beberapa tahun terakhir karena berhasil menyentuh banyak pembaca lewat tema penyesalan, kesehatan mental, dan pilihan hidup. Buku bergenre fiksi fantasi dan philosophical fiction ini bakal diangkat film yang dibintangi oleh Florence Pugh, sekaligus sebagai produser.

Kini, antusiasme penggemar pun semakin besar setelah kabar adaptasi filmnya resmi diumumkan. Jadi biar makin penasaran, ketahui dulu resensi novelnya.

1. Sinopsis buku “The Midnight Library”

Cover buku “The Midnight Library” (foto via Amazon)

Novel ini bercerita tentang Nora Seed, seorang perempuan yang merasa hidupnya gagal total. Ia kehilangan pekerjaan, hubungannya berantakan, merasa mengecewakan banyak orang, dan mulai kehilangan alasan untuk bertahan hidup.

Di tengah rasa putus asa tersebut, Nora tiba-tiba berada di sebuah tempat misterius bernama Midnight Library, sebuah perpustakaan ajaib yang berada di antara hidup dan kematian. Di perpustakaan itu, setiap buku berisi kemungkinan hidup lain yang bisa dijalani Nora jika dulu ia mengambil keputusan berbeda.

Yang membuat novel ini menarik adalah cara Matt Haig membahas kesehatan mental dengan pendekatan ringan tetapi tetap emosional. Banyak pembaca merasa cerita Nora sangat dekat dengan kehidupan nyata, terutama bagi mereka yang sering membandingkan hidup sendiri dengan kemungkinan hidup lain yang tidak pernah terjadi.

2. Awards dan review bintang di Goodreads

Review di Goodreads (foto via tangkapan layar Goodreads)

Sejak dirilis pada tahun 2020, "The Midnight Library" langsung menjadi fenomena global. Novel ini memenangkan penghargaan Goodreads Choice Awards kategori Fiction tahun 2020 dan menjadi salah satu buku paling banyak dibaca di Goodreads.

Hingga saat ini, rating buku tersebut berada di kisaran 3,97/5 dengan lebih dari 2,5 juta rating dan ratusan ribu ulasan pembaca. Banyak pembaca memuji novel ini karena mampu memberi rasa hangat dan harapan di tengah tema depresi serta penyesalan hidup, namun ada pula yang mengkritisi buku ini. Perbedaan respons pembaca ini justru membuat "The Midnight Library" semakin sering diperbincangkan karena berhasil memancing diskusi panjang tentang hidup, pilihan, dan kebahagiaan.

 

3. Daftar buku bertema mirip dengan “The Midnight Library”

Cover buku “Before the Coffee Gets Cold” (foto via Goodreads)

Kalau kamu menyukai novel yang membahas kehidupan alternatif, penyesalan, kesehatan mental, dan perjalanan emosional tentang menemukan makna hidup, ada beberapa buku lain yang punya nuansa serupa dengan "The Midnight Library". Sebagian besar novel ini menggabungkan unsur fantasi ringan dengan refleksi kehidupan yang relatable dan menyentuh.

  • “Before the Coffee Gets Cold” by Toshikazu Kawaguchi: Novel asal Jepang ini bercerita tentang sebuah kafe unik yang memungkinkan pengunjung kembali ke masa lalu. Namun, ada aturan khusus yang harus dipatuhi selama perjalanan waktu tersebut. Buku ini terkenal karena kisahnya yang hangat dan penuh emosi tentang penyesalan, keluarga, dan kesempatan kedua.

  • “The Humans” by Matt Haig: Kalau menyukai gaya menulis Matt Haig, novel ini wajib dicoba. "The Humans" bercerita tentang alien yang datang ke bumi dan perlahan belajar memahami manusia, emosi, cinta, dan arti kehidupan.

  • “Maybe in Another Life” by Taylor Jenkins Reid: Novel ini mengangkat konsep alternate reality atau kehidupan alternatif berdasarkan keputusan berbeda yang diambil tokoh utama. Ceritanya mengikuti Hannah Martin yang mengalami dua kemungkinan hidup berbeda setelah membuat satu keputusan kecil dalam satu malam.

  • “Oona Out of Order” by Margarita Montimore: Novel ini bercerita tentang Oona yang hidup dengan urutan waktu acak. Setiap tahun, ia terbangun di usia berbeda tanpa tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

4. Di mana belinya?

Ilustrasi membaca buku (unsplash.com/Photo by Finde Zukunft)

Buku "The Midnight Library" cukup mudah ditemukan di Indonesia, baik versi terjemahan bahasa Indonesia maupun edisi bahasa Inggris. Kamu bisa membelinya di toko buku online maupun marketplace besar yang menyediakan novel impor dan lokal.

Beberapa tempat yang biasanya menyediakan novel ini antara lain seperti Gramedia. Untuk edisi bahasa Inggris, Periplus dan marketplace impor biasanya memiliki stok lebih lengkap. Untuk buku berbahasa Indonesia dibanderol dengan harga Rp105 ribuan, sementara untuk versi Bahasa Inggrisnya kamu perlu merogoh kocek lebih dalam, yaitu sekitar Rp220 ribuan.

The Midnight Library” bukan sekadar novel fantasi tentang kehidupan alternatif, tetapi juga cerita tentang menerima diri sendiri dan berdamai dengan masa lalu. Buku ini mengajak pembaca memahami bahwa hidup tidak selalu harus sempurna untuk tetap layak dijalani.

 

Editorial Team