ilustrasi nyepi (unsplash.com/Jared Rice)
Mengutip laman Pemerintah Kabupaten Buleleng Bagian Kesejahteraan Rakyat, Hari Raya Nyepi dapat diartikan sebagai hari penyucian diri manusia dan alam. Nyepi merupakan perayaan atas tahun baru Saka dalam kalender Saka yang digunakan umat Hindu sebagai acuan penanggalan. Melalui Nyepi, umat Hindu khususnya warga Bali menggelar serangkaian upacara adat.
Hari Raya Nyepi pun menjadi syarat bagi umat Hindu dalam menyambut tahun baru Saka. Saat perayaan ini, umat Hindu di Bali berupaya menahan hasrat untuk tidak keluar rumah, bekerja, menghidupkan perapian, ataupun mengujarkan kalimat-kalimat tertentu. Pengendalian diri tersebut dilakukan dengan Catur Brata Penyepian.
Dengan begitu umat Hindu dapat khusuk ketika mengevaluasi diri, meditasi, dan shamadi dalam keheningan. Tahapan pelaksanaan Hari Raya Nyepi tentunya menyimpan arti masing-masing. Mulai dari upacara Melasti, Mecaru, Pengerupukan, Nyepi hingga Ngembak Geni, upacara ini dilakukan dengan ritual yang khas.