Kenapa Orang Suka Bilang Gak Punya Uang meski Baru Gajian?

- Sebagian besar uang habis untuk bayar tagihan
- Perbandingan uang yang dimiliki dengan keinginan masih jauh
- Persiapan tanggal tua dan takut jadi tempat utang
Ada orang yang aslinya gak punya duit, tapi berlagak kaya. Katanya, apa-apa gampang buatnya. Saku celananya tebal sekali oleh dompet. Namun, belum tentu dompetnya penuh berisi uang. Dia baru ketahuan bokek setelah ditodong teman-temannya buat membayari sesuatu yang paling murah sekalipun. Ada saja alasannya untuk menolak. Malah kadang ia minta dibayari atau dipinjami uang dengan berbagai dalih.
Dia juga tidak memenuhi kewajiban keuangannya dengan baik, seperti iuran. Akan tetapi, ada pula orang yang sebaliknya. Ia selalu berkata tak punya uang meski tampak cukup berada bahkan baru gajian. Sebenarnya, apa alasan orang suka bilang gak punya uang meski baru gajian?
1. Baru gajian, tapi sebagian besar uang habis buat bayar tagihan

Gajinya memang lumayan. Mungkin sama seperti pendapatanmu bahkan lebih. Namun, jika tagihannya gede menjadi sama saja. Apalagi hampir semua tagihan telah menunggu di awal bulan.
Seseorang dapat merasa hasil kerjanya cuma menumpang lewat. Gajian tanggal 1 misalnya, di minggu pertama telah terkuras untuk membayar beragam tagihan. Minggu kedua pun dia sudah harus mode hemat.
Tentu ia masih punya sisa penghasilan. Akan tetapi, barangkali hanya cukup buat kebutuhan sehari-hari. Dia gak lagi memiliki keleluasaan finansial. Apalagi untuknya sampai berani bilang uangnya masih banyak. Ucapan tak punya uang lebih mendekati kenyataan sekalipun tetap berlebihan buat keadaannya.
2. Perbandingan uang yang dimiliki dengan keinginan masih jauh

Seseorang memiliki uang sebanyak apa pun dapat terasa sedikit bila keinginannya jauh lebih besar. Misal, gaji 3 juta rupiah akan terasa banyak bagi seseorang yang keinginan di luar kebutuhan hariannya cuma 100 atau 200 ribu rupiah. Seperti jajan bakso bareng keluarga 1 atau 2 kali sebulan.
Namun, gaji 10 juta rupiah dapat terasa kurang berarti untuk seseorang yang ingin sekali membeli mobil baru. Harga kendaraan impiannya 400 juta rupiah. Seandainya pun pendapatannya utuh tak dipakai buat kebutuhan lain, masih kurang 390 juta rupiah.
Sementara di contoh sebelumnya, orang masih punya kelebihan uang 2,8 sampai 2,9 juta rupiah. Oleh sebab itu, dirimu tak perlu kaget jika mendengar orang bergaji besar dan hidupnya tampak enak bilang tak memiliki uang. Barangkali masih ada keinginan lebih besar yang diperjuangkan.
3. Persiapan tanggal tua

Masih tanggal muda bukan berarti tak perlu mempersiapkan tanggal tua. Apalagi minggu keempat menjadi momok buat banyak orang. Kalau mereka di awal terlampau yakin punya banyak uang, justru di akhir bulan bisa kesulitan.
Pemikiran bahwa uang masih banyak kerap bikin orang terlalu santai. Seolah-olah mereka hidup hanya untuk hari ini. Nikmati sepuasnya lalu di akhir bulan peristiwa yang sama terus berulang. Mereka mengalami kesulitan keuangan.
Dengan mereka bilang tak punya uang walau habis gajian, mereka ingin meratakan kenyamanan hidup. Gak jomplang antara kondisinya di minggu pertama dengan minggu keempat. Mau tanggal muda atau tua tetap dapat dinikmati.
4. Takut jadi tempat utang

Kerja capek-capek, tapi uang nyaris habis dipinjam orang adalah situasi yang sangat menjengkelkan. Orang yang meminjam barangkali tak cuma satu. Juga setiap orang gak langsung meludeskan gajinya sebulan.
Namun, gara-gara ia dijadikan tempat berutang membuatnya tak bisa menata hidupnya sendiri dengan optimal. Belum lagi utang-utang yang gak jelas kapan akan dibayar. Sementara orang yang ditagih cuma kebanyakan alasan.
Atau, mereka malah lebih galak ke orang yang sudah berbaik hati meminjamkan uang. Daripada hidupnya menjadi ribet oleh perkara yang tidak penting baginya, mending sering-sering bilang gak punya duit. Ini seperti peringatan keras supaya siapa saja tidak datang padanya buat meminjam uang berapa pun jumlahnya.
5. Strategi kontrol diri agar tak belanja melulu

Orang yang sulit mengendalikan diri dalam urusan belanja perlu menyugesti diri. Meski sugesti rezeki banyak dan uang berlimpah terdengar positif, tapi kurang pas dengan tantangan yang dihadapi. Sugesti seperti ini malah bikin orang tak berpikir dua kali buat berbelanja.
Tidak peduli saldo rekening makin tipis, dia terlalu percaya diri bakal selalu ada uang. Ia hendak membeli apa pun sekarang bukan masalah. Pasti nanti uang datang lagi. Justru dengan uang dibuang, otomatis rezeki akan terus mengalir.
Kecil kemungkinan itu terjadi. Apalagi uangnya cuma dipakai buat bersenang-senang. Bukan dibuang dalam arti untuk kegiatan sosial atau cepat-cepat diputar buat modal usaha dan investasi. Mending bilang dia gak punya uang ke orang lain sebagai pengingat untuknya tak belanja melulu.
Pengakuan seseorang bahwa dirinya tidak memiliki uang tak selalu sesuai dengan keadaan sebenarnya. Selama ia bukan suami atau istri kamu, gak perlu merasa tertipu kalau ada orang suka bilang gak punya uang meski baru gajian. Memang soal uang sangat pribadi. Orang berhak menutupi keadaan finansialnya dengan cara apa pun. Termasuk mengaku bokek dari waktu ke waktu.



















