Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kenapa Orang yang Tinggal Sendirian Sering Dikasihani?

Kenapa Orang yang Tinggal Sendirian Sering Dikasihani?
ilustrasi sendirian di rumah (pexels.com/Gustavo Fring)
Intinya Sih
  • Banyak orang mengasihani mereka yang tinggal sendiri karena dianggap kesepian, padahal kesendirian sering kali menjadi pilihan sadar dan memberi kenyamanan tersendiri.
  • Tinggal sendiri justru bisa membuat seseorang lebih produktif, bebas stres, serta menikmati kebebasan dalam mengatur waktu dan ruang pribadi.
  • Pandangan masyarakat yang masih tradisional memunculkan anggapan negatif seperti takut kesepian, sulit bersosialisasi, hingga kekhawatiran soal keamanan dan masa depan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Sejak kapan kamu tinggal seorang diri baik di rumah, apartemen, maupun kos-kosan? Selama dirimu menempati satu kamar kos tanpa teman, artinya masih masuk definisi tinggal sendirian. Teman-teman di kamar lain gak berhubungan denganmu sedekat seandainya kalian berbagi kamar.

Buatmu yang sudah lama tinggal sendiri, tentu ini biasa. Tak ada masalah, berarti. Semuanya berjalan baik-baik saja dan kamu enjoy menjalaninya. Akan tetapi, tak sedikit orang yang tinggal sendirian sering dikasihani. Seakan-akan keadaanmu mengibakan sekali. Apa yang ada dalam benak mereka seputar kesendirianmu? Ternyata terdapat kombinasi antara kepedulian dengan pandangan yang agak jadul dan kurang sesuai untuk zaman sekarang.

1. Dianggap kesepian

sendirian di rumah
ilustrasi sendirian di rumah (pexels.com/Ron Lach)

Pandangan ini muncul karena realitasnya kamu tak punya teman berupa seseorang yang bisa diajak mengobrol secara langsung di dalam rumah. Gak peduli di luar sana dirimu memiliki banyak teman, orang membayangkan alangkah sunyinya hidupmu yang saat bangun tidur serta tidur lagi tak berjumpa satu orang pun.

2. Tidak tahu kalau kamu malah lebih produktif dan bebas stres saat sendirian

fokus di rumah
ilustrasi fokus di rumah (pexels.com/MART PRODUCTION)

Bagi banyak orang, rumah sepenuhnya menjadi tempat beristirahat. Produktivitas mereka tidak dibangun di dalam rumah, melainkan di kantor. Sementara kamu barangkali bekerja dari rumah atau menekuni hobi dengan serius. Dalam kesendirian, produktivitasmu mencapai titik terbaiknya. Masih bonus gak gampang stres.

3. Mengkhawatirkanmu saat sakit atau ada apa-apa

sendirian di rumah
ilustrasi sendirian di rumah (pexels.com/Vlad Deep)

Ketika kamu sangat sehat dan segala sesuatunya dipastikan aman, orang tak merasa perlu mengasihanimu. Beda halnya saat dirimu sudah benar-benar sakit atau mereka baru membayangkan kamu tiba-tiba ambruk. Bagaimana kamu hendak pergi ke rumah sakit atau sekadar menyiapkan makanan dan minuman buat diri sendiri?

Begitu pula jika kamu tinggal di lingkungan yang kurang aman. Sering terjadi aksi kriminal. Seandainya ada setidaknya satu teman saja, kamu lebih aman ketimbang melawannya seorang diri.

4. Tidak banyak orang yang betah tinggal sendiri bertahun-tahun

sendirian di rumah
ilustrasi sendirian di rumah (pexels.com/Vitaly Gariev)

Kamu tinggal di Indonesia, di mana mayoritas masyarakatnya senang berkumpul. Baik di rumah maupun dalam kegiatan-kegiatan di luar. Pokoknya, bareng-bareng dianggap lebih menyenangkan.

Kamu seperti anomali yang menyukai kesendirian hingga bertahun-tahun. Teman sepantar, misalnya, selesai kuliah segera pulang kampung dan kembali berkumpul dengan keluarga. Sementara dirimu, jika ditotal, telah belasan tahun tinggal sendirian di rantau.

5. Dikira minim skill cari teman

sendirian di rumah
ilustrasi sendirian di rumah (pexels.com/Vitaly Gariev)

Orang-orang juga mengasihani kamu sebab mengira kamu payah dalam hal bersosialisasi serta mendapat teman. Mereka tak tahu soal banyaknya kawanmu di luar lingkungan tempat tinggalmu. Bahkan mungkin kenalanmu juga banyak warga negara asing.

Mereka cuma melihat dengan mata kepala sendiri bahwa tempat tinggalmu sehari-harinya sepi. Beberapa dari mereka mungkin berusaha memberikan penawaran murah hati yang keliru. Seperti mendesakmu untuk bergabung ke circle mereka yang seru.

6. Berpikir kamu bakal sendiri sampai tua dan maut menjemput

sendirian di rumah
ilustrasi sendirian di rumah (pexels.com/Vitaly Gariev)

Terkadang orang juga berimajinasi terlalu jauh hanya dengan melihat kehidupanmu hari ini. Mentang-mentang hingga sekarang kamu tinggal sendiri, mereka mengira bakal selamanya begitu. Hingga dirimu lanjut usia dan sakit-sakitan. Padahal, kamu juga gak ada niat menyepi seumur hidup begitu. Pun tak ada orang yang tahu tentang hari esok.

7. Mengira kesendirianmu karena keterpaksaan

sendirian di rumah
ilustrasi sendirian di rumah (pexels.com/Daria Andrievskaya)

Bagi orang yang tidak betah tinggal sendirian, setiap kesendirian adalah keterpaksaan. Keyakinan mereka, tak ada orang yang dengan senang hati memilih untuk tinggal sendiri sepertimu. Kalau kamu bisa memilih, pasti lebih suka tinggal setidaknya bareng satu saudara. Walau faktanya, tinggal sendiri ialah pilihan sadar yang melegakanmu.

8. Faktor jenis kelamin

sendirian di rumah
ilustrasi sendirian di rumah (pexels.com/Vlada Karpovich)

Lagi-lagi kamu tinggal di Indonesia. Meski di kota sudah banyak perempuan muda dan lajang yang tinggal sendiri, secara umum gak dianggap sewajar pria. Sebab pria dinilai lebih berani, kuat, dan minim risiko kalau tinggal sendirian.

Padahal, dengan makin mudahnya mencari bantuan darurat saat ini, baik polisi, damkar, maupun rumah sakit, semestinya gak ada yang perlu terlalu dibedakan antara pria dan perempuan. Begitu pula dengan fasilitas keamanan 24 jam di lingkungan tempat tinggal. Atau lingkungan dengan warga yang masih kompak saling menjaga.

Lambat laun, perspektif orang yang tinggal sendirian sering dikasihani sepertinya mulai bergeser. Baik pria, perempuan, muda, maupun tua. Kamu yang sering dianggap aneh cukup bersabar dan santai saja bila sering dikasihani. Terpenting, kamu sendiri nyaman dengan cara hidup seperti itu.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Debby Utomo
EditorDebby Utomo
Follow Us