Orang yang wajib membayar zakat dinamakan muzakki, yaitu muslim yang memiliki harta mencapai nisab dan telah dimiliki selama jangka waktu tertentu yang disebut haul. Muzakki memiliki kewajiban menunaikan zakat sebagai bagian dari rukun Islam.
Melalui sistem zakat, sebagian harta dari muzakki didistribusikan kepada mustahik, yaitu delapan golongan penerima zakat seperti fakir, miskin, hingga ibnu sabil. Karena itulah zakat tidak hanya berfungsi sebagai ibadah, tetapi juga mengurangi kesenjangan ekonomi dan memperkuat solidaritas sosial.
Dengan memahami istilah muzakki, syarat wajib zakat, serta perbedaannya dengan mustahik, kamu jadi tahu orang yang wajib membayar zakat dinamakan muzakki, kan? Semoga bermanfaat!
Ada 8 golongan penerima zakat, siapa saja? | Dalam Islam terdapat 8 golongan penerima zakat (mustahik) yang disebut dalam Al-Qur’an, yaitu fakir, miskin, amil zakat, mualaf, riqab (hamba sahaya yang ingin merdeka), gharimin (orang berutang), fi sabilillah, dan ibnu sabil (musafir yang kehabisan bekal). |
Siapa yang wajib membayar zakat? | Orang yang wajib membayar zakat disebut muzakki, yaitu muslim yang memiliki harta mencapai nisab dan telah dimiliki selama haul. |
Apa itu mustahiq dan muzakki? | Muzakki adalah orang yang wajib membayar zakat, sedangkan mustahik adalah orang yang berhak menerima zakat. |
Orang yang membayar zakat namanya apa? | Orang yang membayar zakat disebut muzakki. Istilah ini digunakan dalam hukum Islam untuk menyebut muslim yang memiliki kewajiban menunaikan zakat. |
Apa syarat seseorang disebut muzakki? | Seseorang disebut muzakki jika beragama Islam, memiliki harta mencapai nisab, harta tersebut dimiliki selama satu tahun (haul), dan hartanya termasuk jenis yang berkembang. |
Disclaimer: Artikel ini dibuat dengan bantuan AI dan telah melewati proses editing oleh tim content IDN Times untuk memastikan kualitas serta ketepatan informasi.