Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

10 Pantangan yang Harus Dihindari saat Imlek 2026

Ilustrasi Imlek (unsplash.com/Photo by Henry Lai)
Ilustrasi Imlek (unsplash.com/Photo by Henry Lai)

Tahun Baru Imlek 2026 selalu menjadi momen istimewa bagi masyarakat Tionghoa dan banyak orang yang ikut merayakannya. Selain identik dengan suasana hangat, kumpul keluarga, dan harapan akan keberuntungan, Imlek juga lekat dengan berbagai tradisi yang diwariskan secara turun-temurun. Salah satunya adalah kepercayaan tentang pantangan yang sebaiknya dihindari agar tahun yang baru berjalan lebih lancar.

Pantangan saat Imlek bukan sekadar larangan tanpa makna, melainkan simbol doa dan harapan akan rezeki, kesehatan, serta keharmonisan hidup. Berikut pantangan yang harus dihindari saat Imlek 2026.

1. Jangan mengucapkan kata-kata negatif

ilustrasi Imlek (pexels.com/RDNE Stock project)
ilustrasi Imlek (pexels.com/RDNE Stock project)

Saat Imlek 2026, sebaiknya kamu menjaga ucapan agar tetap positif. Kata-kata yang berhubungan dengan hal buruk seperti kematian, sakit, miskin, pecah, atau kehilangan dipercaya bisa membawa energi negatif. Karena itu, banyak orang memilih lebih berhati-hati saat berbicara di hari-hari awal tahun baru.

Tujuannya sederhana, yaitu agar suasana tetap menyenangkan dan penuh harapan baik. Dengan menghindari kata-kata negatif, kamu dianggap sedang mendoakan kebaikan dan keberuntungan, baik untuk diri sendiri maupun orang-orang terdekat.

2. Jangan memecahkan keramik atau kaca

ilustrasi keramik minum teh (pexels.com/Angela Roma)
ilustrasi keramik minum teh (pexels.com/Angela Roma)

Memecahkan piring, mangkuk, atau benda dari kaca dipercaya bisa memutus keberuntungan dan rezeki. Karena itu, orang-orang biasanya ekstra hati-hati saat menggunakan peralatan rumah tangga selama Imlek.

Jika tidak sengaja terjadi, ada kebiasaan membungkus pecahan dengan kertas merah sambil mengucapkan doa keselamatan. Setelah perayaan Imlek selesai, pecahan tersebut baru dibuang sebagai simbol agar masalah tidak berlanjut sepanjang tahun.

3. Jangan membersihkan atau menyapu

ilustrasi menyapu lantai rumah (pexels.com/RDNE Stock project)
ilustrasi menyapu lantai rumah (pexels.com/RDNE Stock project)

Sebelum Imlek, rumah memang dibersihkan untuk membuang kesialan lama. Namun saat hari perayaan dimulai, menyapu atau membuang sampah justru dianggap bisa menghilangkan keberuntungan yang baru datang.

Jika terpaksa membersihkan sesuatu, sebaiknya dilakukan dari luar ke dalam rumah. Sampah dikumpulkan dan dibuang setelah beberapa hari. Bahkan mandi di hari pertama Imlek juga dianggap sebaiknya dihindari.

4. Jangan menggunakan gunting, pisau, atau benda tajam lainnya

ilustrasi pisau dapur (pexels.com/Sternsteiger Stahlwaren)
ilustrasi pisau dapur (pexels.com/Sternsteiger Stahlwaren)

Benda tajam seperti pisau dan gunting dipercaya bisa “memotong” rezeki dan kesuksesan. Karena itu, kegiatan seperti memotong rambut atau menjahit biasanya dihindari selama perayaan Imlek.

Selain itu, aturan ini juga bermakna agar semua orang bisa beristirahat dan menikmati momen bersama keluarga. Itulah sebabnya banyak tempat seperti salon rambut memilih tutup sampai rangkaian Imlek selesai.

5. Jangan mengunjungi keluarga istri

ilustrasi kumpul keluarga (pexels.com/Askar Abayev)
ilustrasi kumpul keluarga (pexels.com/Askar Abayev)

Dalam tradisi lama, istri biasanya tinggal bersama keluarga suami setelah menikah. Karena itu, perayaan Imlek pertama biasanya dilakukan di rumah keluarga suami sebagai bentuk penghormatan.

Mengunjungi keluarga istri pada hari pertama dipercaya membawa pertanda kurang baik bagi rumah tangga. Waktu yang dianggap tepat adalah hari kedua Imlek, biasanya sambil membawa anak dan hadiah sederhana.

6. Jangan menuntut pembayaran utang

ilustrasi utang konsumtif (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)
ilustrasi utang konsumtif (pexels.com/Photo By: Kaboompics.com)

Imlek adalah waktu untuk bersukacita dan berkumpul bersama keluarga. Menagih utang saat perayaan dianggap bisa merusak suasana dan membawa nasib kurang baik bagi kedua pihak.

Begitu juga dengan meminjam uang yang sebaiknya dihindari. Tradisi ini mengajarkan pengertian dan empati, agar semua orang bisa memulai tahun baru dengan perasaan ringan.

7. Hindari bertengkar dan menangis

ilustrasi imlek(pexels.com/angelaroma)
ilustrasi imlek(pexels.com/angelaroma)

Selama Imlek, suasana damai sangat dijaga. Bertengkar, marah, atau menangis dipercaya bisa membawa masalah sepanjang tahun. Karena itu, semua konflik sebaiknya diselesaikan dengan tenang.

Jika anak-anak menangis, orangtua juga dianjurkan untuk tidak memarahi mereka. Intinya, tahun baru dimulai dengan hati yang damai dan penuh kesabaran.

8. Hindari minum obat

ilustrasi minum obat (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)
ilustrasi minum obat (pexels.com/Towfiqu barbhuiya)

Ada kepercayaan bahwa minum obat saat Imlek bisa membuat seseorang lebih mudah sakit sepanjang tahun. Karena itu, orang-orang biasanya berusaha menjaga kondisi tubuh agar tetap sehat sebelum perayaan dimulai.

Namun, kesehatan tetap yang utama. Jika kamu memiliki penyakit serius atau kondisi darurat, berobat tetap harus dilakukan. Pantangan ini lebih bersifat simbolis, bukan larangan mutlak.

9. Jangan memberikan ucapan selamat tahun baru kepada seseorang yang masih terbaring di tempat tidur

Ilustrasi Imlek (unsplash.com/Lauza Loistl)
Ilustrasi Imlek (unsplash.com/Lauza Loistl)

Memberi ucapan Imlek sebaiknya dilakukan saat orang tersebut sudah bangun dari tempat tidur. Jika tidak, dipercaya mereka akan sering sakit atau banyak beristirahat sepanjang tahun.

Selain itu, jangan menyuruh orang lain bangun secara paksa. Tradisi ini mengajarkan untuk saling menghormati dan memberi ruang agar semuanya berjalan santai di awal tahun.

10. Pantangan pemberian hadiah dalam budaya Tionghoa

ilustrasi memberi hadiah (pexels.com/Porapak Apichodilok)
ilustrasi memberi hadiah (pexels.com/Porapak Apichodilok)

Memberi hadiah saat berkunjung adalah hal yang baik, tetapi tidak semua barang boleh diberikan. Jam, misalnya, dianggap membawa makna perpisahan. Begitu juga membelah buah pir yang diasosiasikan dengan perpisahan.

Setiap daerah juga bisa punya pantangan sendiri berdasarkan bunyi bahasa setempat. Jam adalah hadiah terburuk. Memberi hadiah jam (送钟 / sòng zhōng) adalah homofon dari memberi penghormatan terakhir (送终). Membelah buah pir (分梨 / fèn lí) juga merupakan homofon dari perpisahan (分离).

Beberapa daerah juga memiliki pantangan lokal mereka sendiri. Misalnya, dalam bahasa Mandarin kata "apel" (苹果) diucapkan "píng guǒ." Tetapi dalam bahasa Shanghai, diucapkan "bing gu," yang terdengar seperti "meninggal dunia karena sakit."

Berbagai pantangan yang harus dihindari saat Imlek 2026 pada dasarnya mengajarkan kita untuk lebih berhati-hati dalam bersikap, bertutur kata, dan bertindak di awal tahun. Di balik setiap larangan, tersimpan pesan moral tentang menjaga hubungan baik, menumbuhkan pikiran positif, dan menghormati tradisi yang sudah ada sejak lama.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima
Follow Us

Latest in Life

See More

3 Tips Memilih Jasa Wedding Organizer Tepercaya, Pesta Anti Batal!

20 Jan 2026, 17:12 WIBLife