"Terkadang saat Bulan mengelilingi Bumi, kita bisa melihatnya dari Bumi. Dan pada saat itu, kami kehilangan seseorang yang kami cintai. Namanya Carroll, pasangan Reid, ibu dari Katie dan Ellie. Dan kami ingin menyebut (kawah itu) Carroll," ujar Hansen, astronot asal Kanada dalam siaran langsung saat mereka mengorbit Bulan dengan suara terisak.
Belajar Tangguh dari Reid Wiseman: Ayah Tunggal hingga Kehilangan Terdalam

Setelah lebih dari 50 tahun, sejarah kembali tercipta ketika manusia bersiap kembali ke orbit Bulan melalui misi Artemis II milik NASA. Sebelumnya, pada 1972, manusia terakhir kali mengunjungi Bulan dalam program Apollo 17. Misi Artemis II dirancang untuk mengitari Bulan tanpa pendaratan, sebagai langkah penting sebelum rencana pendaratan kembali dalam misi Artemis III mendatang.
Di balik pencapaian besar ini, terdapat tim astronaut yang terlibat, yaitu Reid Wiseman, Victor J. Glover, Christina Koch, dan Jeremy Hansen. Tidak hanya mencetak tonggak sejarah baru, kisah para astronaut ini juga menyimpan sisi human interest yang menginspirasi, salah satunya adalah perjalanan hidup Reid Wiseman.
Reid Wiseman merupakan veteran Angkatan Laut Amerika Serikat dengan pengalaman lebih dari dua dekade sebagai pilot dan insinyur. Ia dipercaya sebagai komandan misi Artemis II dan dikenal sebagai sosok yang berpengalaman, disiplin, serta memiliki dedikasi tinggi dalam setiap tugas yang diembannya. Di balik ketangguhan Reid, ia adalah seorang ayah tunggal yang sangat mencintai kedua anaknya, berikut adalah pelajaran berharga yang bisa kita petik.
1. Kawah di Bulan dinamai Carroll, bukti cinta pada mendiang sang istri

Momen haru juga terjadi selama misi Artemis-2 mengorbit ke bulan. Tim astronot menamai salah satu kawah di bulan dengan nama Carroll Taylor Wiseman, ia adalah mendiang istri dari Reid yang meninggal pada 2020 lalu.
Kawah tersebut adalah sebuah titik terang di Bulan. Pada waktu-waktu tertentu, saat Bulan mengelilingi Bumi, manusia dapat melihatnya. Kawah tersebut dapat dilihat dari bumi dengan mata telanjang maupun menggunakan lens.
Penamaan tersebut sangat bermakna bagi para kru, terlebih untuk Reid. Dalam siaran langsung saat mereka mengorbit Bulan yang kemudian diunggah oleh media sosial NASA, disampaikan bahwa beberapa tahun lalu para astronot memulai perjalanan ini dan menjadi begitu dekat, bahkan seperti keluarga. Sayangnya, mereka harus kehilangan Carroll, sosok yang dicintai oleh seluruh kru.
Bagi Reid, ini adalah bukti cinta atas dukungan dan pendampingan Carroll dalam hidupnya. Ia ingin mengabadikan nama dari sosok yang dikasihinya pada titik yang terang di bulan.
2. Mencintai anak-anaknya dengan begitu istimewa

Carroll meninggal pada 2020 akibat kanker. Sejak kepergian istrinya, Reid menjadi orangtua tunggal dan mengasuh kedua putrinya, Katie dan Ellie, seorang diri. Meski menghadapi kehilangan besar, Reid tetap menunjukkan sosok ayah yang hangat dan penuh perhatian terhadap anak-anaknya.
Reid dan kedua putrinya pun tampak memiliki ikatan emosional yang sangat kuat. Sebelumnya, Reid sempat ragu untuk meninggalkan kedua putrinya, terlebih setelah anak-anak itu kehilangan ibunya. Akan tetapi, putrinya lah yang mendorong agar Reid tetap menjalankan rencana untuk mengorbit di Bulan.
Dari unggahan Katie saat melepas sang ayah menjalani misi ke Bulan, ia menuliskan, “To the moon and back. Love you, Dad.”
Katie juga membagikan berbagai kenangan indah melalui foto-foto yang diunggahnya, bahkan sejak ia masih kecil. Momen haru pun kembali terlihat saat Katie melepas keberangkatan ayahnya dalam peluncuran pada 1 April 2026 lalu.
Sebelum meninggalkan bumi, Reid juga menuliskan hal menyentuh untuk kedua putrinya, "I love these two ladies, and I’m boarding that rocket a very proud father."
3. Reid mengajak anaknya untuk menghadapi realita, bukan menghindarinya

Reid menyadari operasi ke bulan bukanlah aktivitas luar angkasa yang sepenuhnya aman, terdapat berbagai kemungkinan yang mungkin saja dapat terjadi. Sebagai komandan, Reid juga mengkhawatirakn perasaan Katie dan Ellie. Akan tetapi, setelah membicarakan masalah ini dengan serius dan memberikan pemahaman yang lugas, termasuk kemungkinan terbuka yang dapat menimpanya, kedua putri Reid justru memberi dukungan positif.
Berbagai kemungkinan yang dapat terjadi di masa depan telah diatur sedemikian rupa dengan rencana matang. Reid bercerita, ia mengajak kedua putrinya untuk berani menghadapi kenyataan, bukan justru menghindarinya. Sebagai orangtua, Reid mengajarkan bahwa perlu kemauan besar untuk melangkah maju disertai keberanian untuk menghadapi realita terburuk sekali pun.
Dalam E News, Reid menyampaikan, “Saya rasa (berbagai kemungkinan buruk) tidak membuat anak-anak takut. Justru menurut saya itu membebaskan mereka, karena kami menghadapinya secara langsung… ‘Jika saya tidak kembali, ini ke mana kalian akan pergi, dan ini rencana warisnya…’ Dan itu luar biasa. Percakapan itu memang sulit bagi saya, tetapi pada saat yang sama juga terasa sangat melegakan, saya rasa bagi kami semua.”
4. Support system berjalan dua arah

Reid ditunjuk sebagai komandan misi Artemis 2 pada 7 Maret 2023. Semula ia merasa ragu dan khawatir untuk melakoni perjalanan berbahaya melintasi orbit bulan, namun putrinya justru menyambut bahagia kabar tersebut.
Reid juga mengungkapkan, mengasuh dua remaja saja seperti tengah menjalankan misi yang sangat berat, apalagi jika harus bersamaan mempersiapkan kepergiannya ke luar angkasa sambil mengasuh mereka. Terlebih, saat ia menjalani tugas, ada kemungkinan terburuk yang membuat putrinya harus hidup tanpa kedua orangtua.
Namun, dukungan kedua putrinya menguatkan hati Reid. Ia menyampaikan dalam podcast Curious Universe NASA, pada Januari lalu, "Di sini, kedua anak ini yang saya kira akan menarik saya untuk tetap tinggal, justru mendorong saya maju, dan itulah persis perasaan yang ingin dimiliki sebagai seorang orangtua.”
Ellie juga membuatkan coockie dengan bentuk bulan untuk menghargai dan mendukung pilihan Reid. Dalam unggahannya, Reid menuliskan, “Ketika kamu sedang berkemas untuk pergi ke Bulan dan menyadari bahwa putrimu diam-diam menyelipkan kue buatannya ke dalam kopermu. Hatiku tidak kuat menahannya!"
Support system berjalan dua arah, orangtua dan anak saling memberikan dukungan. Ini adalah support system yang sangat penting.
5. Sebagai seorang ayah, Reid juga aktif belajar parenting, tak sekadar ikut insting

Meski Reid adalah seorang mantan tentara atau personel militer yang pernah bertugas di angkatan laut AS, tak lantas membuatnya kaku atau merasa berjarak dalam menjalani peran sebagai ayah. Alih-alih menunjukkan sikap fatherless, Reid justru aktif terlibat dalam proses tumbuh kembang dua putrinya yang masih remaja. Keterlibatan ini ditunjukkan melalui buku bacaan Reid yang berkaitan dengan pengasuhan dan cara membesarkan anak perempuan.
Kepada The Times, Reid mengungkap senang membaca buku, terkadang ia pilih novel fiksi untuk bersenang-senang, namun selebihnya ia fokus untuk membaca buku parenting, "Saya bisa bilang 90 persen dari apa yang saya baca sekarang adalah tentang bagaimana membesarkan anak perempuan.”
Demikian sejumlah nilai parenting dan value positif yang dapat dipelajari oleh Reid. Ternyata, banyak tips yang bisa diterapkan untuk kehidupan sehari-hari ya?