Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Penyesuaian di Bulan Ramadan, Pola Makan hingga Budgeting
ilustrasi membaca Al-Qur'an (pexels.com/Dwi Setyo)
  • Artikel menyoroti pentingnya lima penyesuaian selama Ramadan, mulai dari pola makan, waktu istirahat, jam kerja, hingga pengelolaan keuangan dan perilaku sehari-hari agar ibadah tetap lancar.
  • Ditekankan bahwa perubahan rutinitas seperti jadwal makan dan tidur perlu diatur ulang supaya tubuh tetap sehat dan produktivitas tidak terganggu sepanjang bulan puasa.
  • Selain aspek fisik dan finansial, pengendalian ucapan serta perbuatan juga menjadi fokus utama agar makna spiritual Ramadan benar-benar terasa dan terbawa setelah bulan suci berakhir.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Kalau hanya dilihat dari jumlah hari, bulan Ramadan gak beda dengan bulan-bulan lainnya. Namun, bulan ini sangat istimewa bagi umat Islam karena kewajiban berpuasa. Setelah sebelas bulan kamu bebas makan dan minum kapan pun, selama berpuasa itu cuma bisa dilakukan pada waktu tertentu.

Begitu pula segala bentuk hawa nafsu mesti dikendalikan. Perubahan tersebut tentu menuntut penyesuaian darimu. Kalau kamu gagal beradaptasi, malah tak dapat merasakan nikmatnya berpuasa sebulan penuh. Nanti tiada hari tanpa keluhan. Seakan-akan puasa Ramadan adalah masalah besar dalam hidupmu.

Bulan suci Ramadan jangan dibikin jadi beban. Aktivitas masih bisa berjalan dengan baik, kok, selama niatmu kuat. Cuma butuh lima penyesuaian di bulan Ramadan berikut ini supaya kegiatan tidak terhambat serta kamu tetap sehat.

1. Penyesuaian pola makan dan minum

ilustrasi sepiring makanan (pexels.com/UNDO KIM)

Ketika kamu tidak menjalankan ibadah puasa, dirimu tidak hanya makan tiga kali dalam sehari. Di antara waktu-waktu tersebut kamu juga tak henti-hentinya mengemil. Apa saja masuk perut.

Sering kali tanpa dipikir panjang, itu sehat atau tidak. Juga dikonsumsi masih dalam batas wajar atau sudah berlebihan. Minum pun dapat apa saja dan sewaktu-waktu. Seperti pagi-pagi bangun tidur, kamu langsung ngopi.

Habis sarapan, lanjut minum teh. Lalu air putih, jus, atau minuman kemasan. Di bulan Ramadan, waktu untukmu makan dan minum dibatasi dengan ketat. Dirimu mesti bijak memilih makanan serta minuman. Harus sesehat mungkin dan tidak berlebihan bila kamu tak mau mengalami masalah kesehatan yang serius selama berpuasa.

2. Penyesuaian waktu istirahat

ilustrasi tidur (pexels.com/Niels from Slaapwijsheid.nl)

Di bulan-bulan lain, aktivitas paling banyak dilakukan dari pagi sampai sore. Sementara itu, di bulan Ramadan justru puncak kegiatan ada di malam hari. Memang dirimu masih bekerja dari pagi hingga sore hari.

Akan tetapi, malamnya masih ada salat Tarawih, tadarus, salat di sepertiga malam, sahur, bahkan iktikaf. Otomatis, waktu istirahat di malam hari berkurang. Bila ini cuma terjadi 1 atau 2 hari, mungkin gak masalah.

Akan tetapi, sebulan penuh begitu kalau tidak segera dilakukan penyesuaian waktu istirahat, rentan membuatmu jatuh sakit. Badan rasanya capek sekali meski kamu sudah cukup makan ketika berbuka dan sahur. Jam tidur perlu diatur kembali. Usahakan dalam sehari tetap 7 hingga 8 jam dengan membaginya menjadi tidur malam dan tidur siang atau sore.

3. Penyesuaian jam kerja

ilustrasi bekerja (pexels.com/Tiger Lily)

Untukmu yang bekerja di kantor, pasti ada penyesuaian jam masuk dan pulang. Biasanya jam masuk kerja dimundurkan satu jam, sedangkan jam pulang dimajukan satu jam juga. Secara keseluruhan, waktu kerjamu di kantor dipotong kira-kira dua jam.

Akan tetapi, belum tentu tugas-tugasmu ikut disunat. Boleh jadi tumpukan pekerjaan malah tak terhindarkan sebelum masuk libur Lebaran. Akibatnya, ada pekerjaan yang dilanjutkan di rumah.

Kamu kudu pandai mengatur waktu di rumah supaya tugas beres tanpa mengambil alih jam tidur. Untukmu yang bekerja dari rumah setiap hari pun sama. Penurunan fokus menjelang sore hari menuntutmu mengubah strategi kerja. Waktu kerja mesti dicocokkan dengan jam-jam kritis ketika konsentrasimu sudah melemah.

4. Penyesuaian budgeting

ilustrasi kalkulator (pexels.com/www.kaboompics.com)

Berikutnya yang tak kalah penting ialah penyesuaian dalam pembuatan anggaran. Jika kamu mampu mempertahankan budgeting Ramadan sama seperti bulan biasa, tentu bagus. Artinya, keuangan tetap terkontrol dengan baik.

Tidak ada lonjakan pengeluaran yang dapat mengganggu kesehatan finansialmu. Namun, bila pun kebutuhanmu mau tak mau naik karena mengikuti beberapa tradisi, juga gak salah. Tidak semua tradisi terkait bulan puasa serta Idulfitri buruk.

Seperti belanja pakaian baru untuk hari raya, bukber, kirim hampers, pesan aneka kue kering buat suguhan tamu, menyiapkan amplop salam tempel, dan sebagainya. Terpentin,g anggarannya sudah disesuaikan. Seperti jatah tabungan bulan ini agak dikurangi supaya dananya dapat untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan di atas.

5. Penyesuaian ucapan dan perbuatan

ilustrasi percakapan (pexels.com/RDNE Stock project)

Terakhir, apa yang keluar dari lisan dan terwujud dalam tindakan juga mesti lebih dikontrol. Seharusnya memang ini konsisten dilakukan setiap saat. Tidak hanya selama Ramadan. Akan tetapi, kalau bulan-bulan sebelumnya masih terasa susah buatmu, minimal selama bulan puasa.

Kamu harus ingat bahwa ucapan dan perbuatan yang buruk mungkin tidak membatalkan puasamu. Namun, itu mengurangi pahala puasamu. Bila ini dilupakan, puasa cuma kasih kamu rasa lapar dan haus.

Harapannya, penyesuaian lisan serta perbuatan selama Ramadan akan menjadi kebiasaan yang terbawa ke bulan-bulan selanjutnya. Sayang sekali jika di bulan suci Ramadan, perkataan serta tindakanmu tetap senegatif biasanya. Berusahalah lebih keras untuk mengendalikan diri sendiri.

Berbagai penyesuaian di bulan Ramadan penting supaya kamu tetap nyaman menjalani ibadah sembari melakukan berbagai aktivitas. Tanda penyesuaian diri telah berhasil ialah kamu merasa nyaman-nyaman saja selama Ramadan. Bila pun terkadang ada kendala dalam kesehatan, pekerjaan, atau keuangan, tidak parah sampai Ramadan yang disalahkan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team