Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

6 Perubahan setelah Memahami Arti Tanggung Jawab, Gak Kabur Lagi

6 Perubahan setelah Memahami Arti Tanggung Jawab, Gak Kabur Lagi
ilustrasi seorang perempuan (pexels.com/Yusuf Çelik)

Tidak sedikit orang yang tak menyukai tanggung jawab. Mereka paling berusaha menghindarinya dengan segala cara. Seperti melemparkan tanggung jawab ke orang lain, pura-pura tidak tahu, bahkan sengaja menurunkan kompetensi.

Tentu semua hal itu gak baik. Tanggung jawab sejatinya tetap melekat pada individu. Apalagi orang yang sudah dewasa serta sehat secara fisik maupun mental. Tanggung jawabmu mesti diambil dan dipikul dengan sungguh-sungguh.

Akan tampak dengan jelas perbedaan antara sebelum dan setelah dirimu memahami betul apa saja tanggung jawabmu. Berbagai sikap sembrono otomatis tersingkir. Baik diri sendiri maupun orang lain yang bersinggungan langsung denganmu sama-sama memperoleh manfaatnya. Berikut perubahannya.

1. Berinstrospeksi dulu sebelum menyalahkan orang lain

bersama teman
ilustrasi bersama teman (pexels.com/Werner Pfennig)

Kamu yang sekarang bukan lagi dirimu yang dulu. Dahulu, enteng sekali untukmu menyalahkan siapa pun dalam berbagai situasi. Kamu seakan-akan gak pernah berbuat salah. Sementara orang lain selalu menjadi biang masalah.

Ini membuatmu terlihat sangat semena-mena pada orang kain. Kamu pun terkenal ingin menang sendiri atau egois. Namun, sejak kamu memahami arti serta porsi tanggung jawab diri, sikap-sikap seperti di atas tidak muncul lagi.

Ketika terjadi persoalan, hal pertama yang dilakukan olehmu dengan sungguh-sungguh ialah memeriksa ke dalam diri. Apakah ada kesalahan yang dilakukan olehmu? Bukan senjatamu selalu terarah ke wajah orang lain.

2. Tidak meremehkan beratnya tugas orang lain

di kantor
ilustrasi di kantor (pexels.com/Cedric Fauntleroy)

Begitu kamu paham akan tanggung jawabmu, dirimu juga lebih mengerti tanggung jawab orang lain. Bukan sekadar daftar tugasnya, melainkan beban fisik dan psikis yang ditanggungnya. Kamu tidak akan lagi menyepelekan tugas orang lain yang terlihat paling mudah sekalipun.

Dirimu sadar bahwa pandangan meremehkan muncul hanya karena kamu tak pernah benar-benar berada di posisinya sepanjang waktu. Kamu kini paham bahwa seandainya harus menggantikan tugas orang lain untuk waktu yang cukup panjang juga belum tentu mampu. Hancur sudah kesombonganmu selama ini.

Itu merupakan hal positif. Sebab sikapmu yang menghargai tugas orang lain sama dengan menjaga hubungan kalian. Tak ada orang yang senang saat tugas-tugasnya direndahkan oleh orang yang sesungguhnya gak tahu apa-apa.

3. Kerja tuntas tanpa mengeluh

bekerja
ilustrasi bekerja (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Sebelum kamu memahami tanggung jawabmu sendiri, boro-boro kerja tuntas. Bekerja ala kadarnya saja rasanya berat sekali. Dirimu sebenarnya bisa pun tetap memilih untuk tidak menyelesaikan tugas dengan baik.

Pikirmu, biar saja sisanya menjadi tugas orang lain. Atau, tetap seperti itu karena kamu tahu atasan juga tidak terlalu jeli soal beginian. Namun, seiring tumbuhnya pemahaman yang lebih sempurna mengenai tanggung jawab, dirimu gak bisa bersikap semaunya begitu.

Kamu tak lagi kasih pilihan ke diri sendiri untuk bekerja setengah-setengah. Bekerja hingga tuntas menjadi keharusan bagimu. Jika tidak begitu malah dirimu yang terbebani sampai gak bisa tidur, kehilangan selera makan, dan sebagainya.

4. Keuangan lebih tertata

seorang perempuan
ilustrasi seorang perempuan (pexels.com/Vitaly Gariev)

Bertambahnya rasa tanggung jawab dalam diri juga memperbaiki cara pandang serta caramu mengatur keuangan. Kamu kini mengerti bahwa uangmu berada sepenuhnya dalam pengaturanmu. Dirimu tidak bisa terus menyalahkan godaan diskon dan sebagainya.

Faktanya, tak ada seorang tenaga penjualan pun yang memaksamu buat membeli produk sampai kamu tak berkutik. Tinggal dirimu memiliki rasa tanggung jawab terhadap keuangan pribadi atau main lepas saja. Ketika kesadaran akan tanggung jawab finansial telah tumbuh, disiplin pun mengikuti.

Kamu bakal lebih terdorong untuk mengendalikan pengeluaran. Uang hanyalah alat tukar yang pasrah dengan pengaturanmu. Dirimu fokus menata nominal berapa buat apa. Ketika keuangan sudah tertata, hidup menjadi lebih ringan dijalani tanpa kecemasan duitmu habis bahkan kurang buat mencukupi kebutuhan.

5. Lebih sering pusing, tapi puas saat berhasil menunaikan tanggung jawab

seorang perempuan
ilustrasi seorang perempuan (pexels.com/Sommart Sopon)

Kesadaran yang lebih tinggi akan tanggung jawab tidak selalu menyenangkan. Ada juga sisi gak enaknya yang cukup mengganggu keseharianmu. Yaitu, kamu bakal lebih mudah merasa pusing dibandingkan saat belum peduli sama sekali terhadap tanggung jawabmu.

Ketika dirimu masa bodoh dengan tanggung jawab sendiri, orang lain yang pusing karenanya. Mereka menjadi lebih repot gara-gara ulahmu yang suka lepas tangan segala hal. Saat kini kamu mengambil tanggung jawab penuh atas hal-hal tersebut, gantian orang lain yang lebih tenang dan lega.

Akan tetapi, dirimu gak usah terlampau khawatir. Di balik momen pusing gara-gara kamu tambah sadar akan tanggung jawab, ada pula rasa puas yang tinggi. Ini diperoleh ketika dirimu berhasil menunaikan tanggung jawab dengan sebaik mungkin.

6. Paling sebal pada orang yang gak sadar tanggung jawab

percakapan
ilustrasi percakapan (pexels.com/Yusuf Çelik)

Saat kamu berubah, maka pandanganmu terhadap orang lain juga ikut berubah. Bahkan sekalipun dahulu kalian sebenarnya sama saja. Kini sangat sulit untukmu menoleransi tindakan orang yang mengabaikan tanggung jawabnya.

Sesimpel apa pun tanggung jawab tersebut menurut orang yang bersangkutan, bagimu tetap masalah serius. Reaksimu pun begitu tegas. Namun, ketegasan ini dapat dibaca orang sebagai berlebihan.

Ini yang terkadang membuatmu lama-lama berjarak dari circle lamamu yang suka bersikap semaunya sendiri. Jangan terlalu merasa bersalah karena itu. Kamu sedang bertumbuh. Pucuk pohon yang terus tumbuh tentu makin jauh dari tanaman lain di bawahnya. Kamu cuma perlu mengimbanginya dengan kontrol diri agar bisa bereaksi lebih bijak.

Tumbuhnya rasa tanggung jawab adalah tanda kedewasaan yang sangat penting. Oleh sebab itu, di usiamu sekarang yang bukan lagi remaja atau anak-anak perlu dirangsang agar lebih mengerti tanggung jawab. Jangan main kabur lagi dari segala situasi yang seharusnya kamu berada di situ. Tanggung jawab bukan sesuatu yang menakutkan sehingga perlu dihindari mati-matian.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Pinka Wima Wima
EditorPinka Wima Wima
Follow Us