Jakarta, IDN Times - Financial coach dan edukator keuangan Philip Mulyana menyampaikan, era digital memungkinkan seseorang untuk berbelanja demi mendapat citra tertentu, bukan karena membutuhkannya. Menurutnya, untuk hidup seutuhnya, tidak harus membeli barang yang membuat kita terlihat kaya. Hal tersebut disampaikannya di sesi Spend WIsely, Live Fully: The Frugal Formula for Financial Freedom pada Kamis (28/8/2025) dalam Indonesia Summit 2025 di The Tribrata Dharmawangsa.
“Jadi, kita harus spending wisely. Kalau ada barang bagus atau lucu, jangan beli untuk menjustifikasi status kita,” ujar Philip.
Era digital mendorong individu untuk membeli barang agar mendapatkan citra tertentu. Misalnya tampil kaya, cantik, atau tampan. Padahal, cycle seperti ini tak ada habisnya dan akan mengganggu flow keuangan.
“Kenapa brand memilih orang yang terlihat cantik? Agar audiens melihat agar kelihatan cantik dan ganteng, gue harus beli ini,” ujarnya. Ditambahkannya lagi, tim marketing dari suatu brand akan mendorong seseorang untuk terus membeli sesuatu agar mendapatkan identitas tertentu.
Indonesia Summit 2025, khususnya sesi Visionary Leaders, merupakan sebuah konferensi independen yang diselenggarakan IDN Times untuk dan melibatkan Generasi Millennial dan Gen Z di Tanah Air. Indonesia Summit 2025 mengusung tema "Thriving Beyond Turbulence, Celebrating 80's Years Independence", bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh Nusantara.