Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Prinsip Sopir Angkot yang Bermanfaat untuk Millenials

Prinsip Sopir Angkot yang Bermanfaat untuk Millenials
kompas.com

Di tengah gempuran transportasi berbasis online, angkot masih tetap eksis. Mulai dari kota besar hingga pedesaan, tua maupun muda masih menjadikan angkot sebagai alat transportasi yang bisa diandalkan. Keeksistensian angkot ini bisa jadi karena prinsip yang dipegang teguh oleh para sopir angkot. Prinsip dan filosofi yang bila kita hayati dan terapkan dalam keseharian akan sangat berguna. Ini dia filosofi yang bisa kaum millenials aplikasikan:

1. Tak Mudah Putus Asa.

Dalam kondisi sepi penumpang, para sopir angkot tak cepat berputus asa. Jika bangku dalam angkot belum terisi penuh, mereka segera melakukan manuver dengan cara ngetem. Dengan sabar mereka menanti calon penumpang. Bahkan tak jarang pak sopir menegur siapa saja yang lewat sambil menanyakan tujuan perjalananya.

2. Berani Keluar dari Zona Nyaman.

Sopir angkot tak pernah ragu untuk keluar dari zona nyaman. Sekalipun dalam kondisi macet, celah sesempit apapun, ada tidaknya pengatur lalu lintas, sopir angkot berani banting stir demi sampai cepat di tujuan. Tak ada istilah terjebak dan menunggu lama dalam kamus para sopir angkot.

3. Logis dan Matematis.

Para sopir tak pernah bertele-tele dalam mengemudikan angkot. Ia selalu berhitung cepat apakah penumpang sudah memenuhi susunan formasi delapan-enam. Sopir angkot juga cermat dalam menghitung kembalian dan setoran yang didapat.

4. Setia Kawan.

Sopir angkot selalu menjunjung tinggi nilai-nilai pertemanan. Susah senang dilewati bersama teman. Berpapasan di jalan, sesama sopir saling klakson. Atau pada saat kesulitan seperti ban pecah atau mogok, sesama sopir angkot akan saling membantu, atau memindahkan penumpang dari satu angkot ke angkot yang lain.

 5. Tak Basa- basi.

Straight to the point adalah prinsip yang bisa dicontoh generasi Z dan millenials dari sopir angkot. Kepada calon penumpang yang tidak dikenal sama sekali, yang sedang menunggu atau sekadar lewat, para sopit tak segan menawarkan agar menaiki angkot. “Ke mana dek? Pulo Gadung..Pulo Gadung,” ujar mereka. Begitu juga setelah proses transaksi, tak ada percakapan basa basi antara penumpang dan sopir angkot. (*)

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Topics
Editorial Team
Ernia Karina
EditorErnia Karina
Follow Us