Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
rumah mepet sawah
ilustrasi rumah mepet sawah (pexels.com/Quang Nguyen Vinh)

Intinya sih...

  • Rumah mewah dekat sawah bisa kemasukan ular, tikus, dan tomcat

  • Tanah yang kurang stabil dapat menyebabkan rumah mudah retak

  • Kualitas air sumur kurang baik dan penerangan jalan minim bahkan gak ada

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sekarang banyak orang ingin merasakan slow living di pinggiran kota atau desa. Rumah 'mewah' atau mepet sawah pun menjadi idaman. Namun, terkadang memilih lokasi rumah yang dekat persawahan juga bukan semata-mata keinginan melainkan adanya itu.

Rumah di perkotaan mahal sekali. Harga dan cicilannya tidak lagi sebanding dengan pendapatan. Sementara di pinggiran kota atau desa terdapat perumahan-perumahan baru. Bahkan tanah tempat rumah berdiri memang bekas sawah yang dikeringkan.

Selama ada izin peralihan zona lahan dari zona hijau untuk ruang terbuka hujan dan pertanian ke lahan kuning atau permukiman tentu boleh-boleh saja kamu membelinya. Namun, dirimu juga perlu mengantisipasi beberapa hal. Jangan hanya fokus ke sawah yang hijau memanjakan mata, sisi gak enaknya juga ada. Berikut ini tujuh hal yang harus diantisipasi jika kamu punya rumah mewah alias mepet sawah.

1. Rumah sering kemasukan ular

ilustrasi ular (pexels.com/Alexis Chateau)

Sawah merupakan salah satu habitat alami ular. Ular bahkan memiliki peran penting untuk menjaga tanaman padi dari tikus. Meski makanan utamanya tikus, tidak menutup kemungkinan bakal ada ular yang nyasar ke rumahmu.

Apalagi setelah sawah dipanen. Tak ada lagi tempat untuk ular bersembunyi sehingga ia mencari tempat persembunyian lain. Juga ketika kemarau panjang. Ular perlu mendinginkan tubuhnya. Hujan deras sampai air menggenang pun sama dapat mendorong ular mencari tempat yang lebih kering.

2. Gak seberbahaya ular, ada juga tikus dan tomcat

ilustrasi tikus (pexels.com/Victoria Bowers)

Ular masuk rumah memang menjadi ancaman serius buatmu serta keluarga. Namun, masih ada binatang lain yang dapat tiba-tiba muncul di rumah. Itu adalah tikus dan tomcat. Pada dasarnya tikus bisa makan apa saja.

Sehingga sekalipun tikus sawah suka menyerang padi, ia dapat pula memasuki rumahmu. Sama seperti ular, tikus butuh tempat berlindung ketika sawah begitu basah karena hujan terus-menerus. Sarangnya yang tenggelam bisa mendorongnya untuk memasuki rumah warga.

Juga ketika petani melakukan perburuan tikus. Beberapa tikus yang kocar-kacir akan berlari cepat dan menyelinap ke rumah. Hewan yang jauh lebih kecil dari tikus serta ular, tetapi berbahaya untuk manusia ialah tomcat. Kalau kamu terkena cairan tubuhnya, kulit akan panas dan melepuh seperti terbakar.

3. Tanah yang kurang stabil dapat menyebabkan rumah mudah retak

ilustrasi persawahan (pexels.com/Maria Orlova)

Jika rumahmu berada di antara sawah-sawah, kemungkinan besar tanahnya juga tanah sawah. Walaupun sawah sudah dikeringkan sebelum bangunan didirikan, karakter tanah sawah yang lembek bisa memengaruhi kekuatan bangunan. Apalagi jika proses penimbunan dan pemadatan tanah bekas sawah kurang pas.

Fondasinya juga gak kuat Tanah bisa rawan bergerak. Akibatnya, dinding mengalami keretakan yang serius. Baik kamu membeli rumah di perumahan maupun membangun sendiri, awasi proses pembangunan supaya kekuatannya lebih terjamin.

4. Jaringan internet yang lemah menyulitkan WFH

ilustrasi rumah mepet sawah (pexels.com/Sardwim)

Kualitas jaringan internet di area persawahan umumnya berbeda sekali dengan perkotaan. Makin banyak sawah di sekitarmu dan hanya ada jalan kecil menuju rumah mungkin koneksi internet makin lemah. Jika pekerjaaanmu selalu memerlukan kelancaran internet, rumah mepet sawah bukan jawaban atas kebutuhanmu.

Sebelum dirimu membeli rumah atau lahan bekas sawah buat rumah lebih baik cek jaringan dulu. Jangan sampai sekadar buatmu memeriksa surel saja kamu mesti pergi dulu ke area yang sambungan internetnya lebih lancar. Beda apabila rumah benar-benar hanya menjadi tempat istirahat termasuk dari gadget. Koneksi internet yang buruk malah membantumu lebih mudah lepas dari gawai.

5. Kualitas air sumur kurang baik

ilustrasi petani (pexels.com/Long Bà Mùi)

Air bersih sangat penting untuk keberlangsungan hidup manusia. Sayangnya, rumah yang terlalu dekat sawah sering kali memiliki kualitas air yang buruk. Airnya keruh dan berlumpur. Terlebih jika pengeborannya dangkal.

Air sumur juga rentan tercemar zat kimia dari pupuk dan pestisida. Sebaiknya kamu berlangganan air dari PDAM. Air dari sumur bor masih bisa digunakan, tetapi buat keperluan mencuci dan mandi saja bila tak terlampau keruh. Atau, gunakan filter yang bagus.

6. Penerangan jalan minim bahkan gak ada

ilustrasi rumah mepet sawah (pexels.com/Evelin Magnus)

Rumahmu sudah pasti berpenerangan cukup. Namun, bagaimana dengan sekitarmu? Kalau masih lebih banyak jumlah sawah daripada rumah biasanya lampu jalan sangat minim bahkan tak ada sama sekali.

Apakah kamu berani di rumah sendirian? Juga dirimu meninggalkan rumah malam-malam atau justru baru pulang kerja di malam hari. Sama-sama area persawahan, carilah rumah atau tanah di tepi jalan utama.

Penerangannya pasti lebih baik. Kalau dirimu gak cukup bernyali hindari membeli atau membangun rumah di area persawahan yang lebih masuk. Mungkin butuh waktu lama sekali untuk ada penerangan jalan yang memadai.

7. Asap pembakaran jerami sisa panen

ilustrasi membakar jerami (pexels.com/Quý Hoàng)

Rumah di desa dan dekat sawah sering dikaitkan dengan udara yang lebih bersih daripada di kota. Namun, itu tidak setiap saat. Dengan jumlah kendaraan yang lebih sedikit bahkan masih banyak orang berjalan kaki atau bersepeda memang udara di sekitar persawahan lebih bersih.

Akan tetapi, kualitas udara menjadi berbeda sekali sehabis musim panen. Jerami sisa panen kerap dibersihkan dengan cara dibakar. Asapnya jelas menyebabkan pencemaran udara. Cara ini dipandang paling cepat, murah, dan mudah sebelum petani kembali menyiapkan lahan.

Apabila kamu sudah siap dengan segala konsekuensi punya rumah mewah alias mepet sawah, tak perlu ragu buat membeli atau membangunnya di sana. Pastikan lahannya boleh digunakan buat permukiman. Rancang rumahmu sebaik mungkin buat meningkatkan kekuatan bangunan serta kenyamananmu selama menempatinya.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team