Sekarang banyak orang ingin merasakan slow living di pinggiran kota atau desa. Rumah 'mewah' atau mepet sawah pun menjadi idaman. Namun, terkadang memilih lokasi rumah yang dekat persawahan juga bukan semata-mata keinginan melainkan adanya itu.
Rumah di perkotaan mahal sekali. Harga dan cicilannya tidak lagi sebanding dengan pendapatan. Sementara di pinggiran kota atau desa terdapat perumahan-perumahan baru. Bahkan tanah tempat rumah berdiri memang bekas sawah yang dikeringkan.
Selama ada izin peralihan zona lahan dari zona hijau untuk ruang terbuka hujan dan pertanian ke lahan kuning atau permukiman tentu boleh-boleh saja kamu membelinya. Namun, dirimu juga perlu mengantisipasi beberapa hal. Jangan hanya fokus ke sawah yang hijau memanjakan mata, sisi gak enaknya juga ada. Berikut ini tujuh hal yang harus diantisipasi jika kamu punya rumah mewah alias mepet sawah.
