Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Cara Membuat Calm Corner untuk Orang Dewasa di Rumah, Bantu Pikiran Lebih Tenang

ilustrasi perempuan membaca buku di rest corner (pexels.com/karolinagrabowska)
ilustrasi perempuan membaca buku di rest corner (pexels.com/karolinagrabowska)
Intinya sih...
  • Pilih area minim gangguan untuk calm corner di rumah
  • Sediakan tempat duduk yang nyaman dan benda menenangkan indra
  • Gunakan warna netral, hindari benda pekerjaan dan gawai di calm corner
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Rutinitas yang padat sering membuat pikiran bekerja tanpa henti. Kamu bisa merasa lelah meski tidak banyak bergerak, karena energi mental terkuras sepanjang hari. Di kondisi seperti ini, menghadirkan calm corner di rumah bisa menjadi cara sederhana untuk memberi jeda yang benar-benar kamu butuhkan.

Calm corner adalah sudut dengan stimulasi rendah yang dirancang untuk membantu tubuh dan pikiran kembali tenang. Tempat ini bukan sekadar area duduk santai, melainkan ruang khusus untuk menurunkan ketegangan saat emosi mulai terasa penuh. Berikut langkah membuat calm corner yang efektif dan mudah diterapkan di rumah.

1. Tentukan area yang minim gangguan

ilustrasi bunga anggrek putih di jendela (pexels.com/myselfmaria)
ilustrasi bunga anggrek putih di jendela (pexels.com/myselfmaria)

Pilih bagian rumah yang relatif tenang dan tidak sering dilalui. Kamu tidak harus memakai sudut ruangan, selama tempat tersebut terasa lebih hening dibanding area lain. Hindari lokasi dekat televisi, dapur, atau ruang kerja yang ramai aktivitas.

Lingkungan yang sederhana membantu pikiran lebih cepat melambat. Saat pandangan tidak dipenuhi banyak benda, otak tidak perlu memproses terlalu banyak rangsangan visual. Suasana yang lapang membuat tubuh lebih mudah memasuki kondisi rileks.

2. Sediakan tempat duduk yang benar-benar nyaman

ilustrasi perempuan membaca buku di rest corner (pexels.com/karolinagrabowska)
ilustrasi perempuan membaca buku di rest corner (pexels.com/karolinagrabowska)

Kenyamanan fisik berperan besar dalam menenangkan mental. Gunakan kursi empuk, sofa kecil, bean bag, atau alas duduk dengan bantalan tebal sesuai preferensimu. Posisi duduk yang nyaman membantu otot-otot tubuh mengendur dengan sendirinya.

Ketika tubuh merasa ditopang dengan baik, napas cenderung lebih teratur. Hal ini memberi sinyal aman pada sistem saraf sehingga ketegangan perlahan menurun. Dari titik ini, proses menenangkan diri menjadi lebih alami.

3. Tambahkan benda yang menenangkan indra

ilustrasi sofa dan bantal warna beige (pexels.com/pixabay)
ilustrasi sofa dan bantal warna beige (pexels.com/pixabay)

Isi calm corner dengan benda yang menghadirkan rasa nyaman secara emosional. Kamu bisa menambahkan bantal lembut, selimut hangat, buku favorit, jurnal, atau lilin aromaterapi. Tanaman kecil juga dapat memberi sentuhan segar dan menenangkan.

Benda-benda ini membantu indra penglihatan, peraba, dan penciuman merasakan hal yang menyenangkan. Saat indra merasa nyaman, pikiran cenderung lebih mudah tenang. Kamu pun bisa lebih fokus pada diri sendiri tanpa terdistraksi lingkungan sekitar.

4. Gunakan warna netral yang lembut

ilustrasi rest corner dekat jendela (pexels.com/charlottemay)
ilustrasi rest corner dekat jendela (pexels.com/charlottemay)

Warna memiliki pengaruh besar terhadap suasana hati. Pilih palet bernuansa bumi seperti krem, cokelat muda, hijau sage, atau abu-abu lembut. Warna-warna ini memberi kesan hangat sekaligus menenangkan.

Sebaiknya hindari warna yang terlalu mencolok karena dapat menambah rangsangan visual. Calm corner idealnya terasa teduh saat dipandang. Tampilan yang lembut membantu otak beristirahat dari kepadatan rangsangan sehari-hari.

5. Jauhkan benda yang berkaitan dengan pekerjaan dan gawai

ilustrasi wanita sedang memegang gelas (pexels.com/olly)
ilustrasi wanita sedang memegang gelas (pexels.com/olly)

Calm corner bukan tempat untuk membuka ponsel, laptop, atau memikirkan daftar tugas. Singkirkan segala hal yang berpotensi mengembalikan pikiran pada rutinitas. Area ini perlu benar-benar bebas dari distraksi digital.

Semakin sedikit gangguan, semakin mudah kamu terhubung kembali dengan diri sendiri. Kamu bisa memanfaatkannya untuk bernapas perlahan, menulis jurnal, atau sekadar duduk diam. Jeda singkat seperti ini membantu emosi tidak menumpuk sepanjang hari.

Membuat calm corner tidak memerlukan ruang besar atau penataan yang rumit. Cukup sediakan sudut kecil dengan elemen yang tepat dan komitmen untuk menggunakannya secara rutin. Dari ruang sederhana ini, kamu bisa menemukan ketenangan yang sering terlewat dalam keseharian.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Agsa Tian
EditorAgsa Tian
Follow Us

Latest in Life

See More

5 Cara Membuat Calm Corner untuk Orang Dewasa di Rumah, Bantu Pikiran Lebih Tenang

06 Feb 2026, 23:42 WIBLife