Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Putri Wulandari di Indonesia Summit 2025 pada Kamis (28/8/2025) di The Tribrata Dharmawangsa. (IDN Times/Herka Yanis)
Putri Wulandari di Indonesia Summit 2025 pada Kamis (28/8/2025) di The Tribrata Dharmawangsa. (IDN Times/Herka Yanis)

Intinya sih...

  • Putri Wulandari menunjukkan bahwa perempuan bisa berkiprah di industri berat

  • Putri dan timnya di Harita Nickel selalu berusaha untuk menjaga lingkungan

  • Pandangan Putri bahwa pertambangan dan lingkungan bisa berjalan beriringan dengan tanggung jawab

Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Di tengah dominasi laki-laki di sektor industri berat, kehadiran Putri Wulandari Hamid menjadi bukti bahwa perempuan juga mampu mengambil peran penting. Berasal dari Indonesia Timur, Putri menepis anggapan bahwa perempuan hanya bisa bergerak di ranah tertentu. Ia hadir dengan tekad, kerja keras, dan keberanian untuk melangkah ke dunia yang penuh tantangan.

Dalam sesi Indonesia Summit 2025 day 2 di sesi bertajuk Empowering Young Talent in Eastern Indonesia pada Kamis (28/8/2025) di The Tribrata Dharmawangsa, Jakarta, Putri Wulandari hadir secara virtual dan menceritakan kisahnya berkiprah di industri berat sebagai perempuan. Diketahui, ia memegang peran sebagai Environment Marine Foreman di Harita Nickel. Putri juga menceritakan bagaimana Harita Nickel mendukung dan tidak merusak lingkungan.

1. Ada tantangan tersendiri sebagai perempuan yang bekerja di industri berat

Putri Wulandari Hamid dalam sesi Indonesia Summit 2025 day 2 di sesi bertajuk Empowering Young Talent in Eastern Indonesia pada Kamis (28/8/2025). (IDN Times/Nisa Zarawaki)

Dalam perjalanan kariernya, Putri tidak hanya membawa semangat untuk berkontribusi di industri berat, tetapi juga menghadapi realita bahwa ia bekerja di ranah yang masih sangat didominasi oleh laki-laki. Situasi ini membuatnya kerap berhadapan dengan dinamika lapangan yang menuntut adaptasi ekstra sekaligus pembuktian diri. Ia sadar, posisi sebagai perempuan di dunia kerja seperti ini, sering kali mengundang keraguan dari sekitar. Namun, alih-alih gentar, Putri justru menjadikan tantangan tersebut sebagai motivasi untuk menunjukkan kapasitasnya.

"Saya adalah seorang perempuan yang lingkungan kerjanya mayoritas laki-laki. Tantangannya, saya harus bisa menyesuaikan diri di lapangan. Saya juga harus bisa membuktikan kalau perempuan sebenarnya bisa bekerja lebih baik," kata Putri Wulandari.

2. Menurut Putri, ia bersama tim di Harita Nickel selalu berusaha untuk menjaga lingkungan

Putri Wulandari Hamid dalam sesi Indonesia Summit 2025 day 2 di sesi bertajuk Empowering Young Talent in Eastern Indonesia pada Kamis (28/8/2025). (IDN Times/Nisa Zarawaki)

Dalam pekerjaannya di Harita Nickel, Putri tidak hanya berfokus pada target perusahaan, tetapi juga memiliki kepedulian besar terhadap keberlanjutan lingkungan. Menurutnya, bekerja di industri berat bukan berarti menutup mata terhadap dampak yang bisa ditimbulkan. Justru, ada tanggung jawab moral untuk memastikan bahwa aktivitas operasional bisa berjalan selaras dengan kelestarian alam.

"Saya dan tim berhasil menjaga kualitas laut supaya lebih baik. Kita juga bisa menjadi ekosistem secara baik dan selalu melakukan aktivitas tersebut secara intens. Jadi (dampak baiknya) bukan hanya untuk perusahaan, tapi masyarakat sekitar," tutur Putri.

3. Bagaimana pandangan Putri dengan anggapan bahwa pertambangan dan lingkungan adalah dua hal bertentangan?

Putri Wulandari Hamid dalam sesi Indonesia Summit 2025 day 2 di sesi bertajuk Empowering Young Talent in Eastern Indonesia pada Kamis (28/8/2025). (IDN Times/Nisa Zarawaki)

Banyak orang beranggapan bahwa pertambangan dan lingkungan adalah dua hal yang tidak mungkin berjalan beriringan. Namun, Putri melihat hal ini dengan perspektif berbeda. Baginya, pertambangan justru bisa selaras dengan upaya pelestarian alam jika dilakukan dengan tanggung jawab. Lewat posisinya di Harita Nickel, Putri selalu berupaya memberi pemahaman bahwa menjaga kelestarian lingkungan bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga bagian dari keberlanjutan industri.

Dalam praktiknya, Putri dan tim melakukan berbagai langkah nyata untuk memastikan ekosistem tetap terjaga. Ia terlibat langsung dalam upaya penanaman mangrove, pembangunan wadah tumbuh karang, hingga monitoring rutin terhadap kondisi laut di sekitar area operasi.

"Kami selalu memberikan insight untuk memberi tahu kalau pertambangan dan lingkungan bisa berjalan berdampingan. Di Harita Nickel, ada dua aspek, yaitu menjaga lingkungan darat dan laut. Laut itu bagian saya. Saya selalu melakukan monitoring agar memasukkan industri ini tidak merusak lingkungan kita. Mulai dari penanaman mangrove, membangun wadah tumbuh karang, dan monitoring aspek lainnya," pungkas Putri.

Indonesia Summit 2025, khususnya sesi Visionary Leaders, merupakan sebuah konferensi independen yang diselenggarakan IDN Times untuk dan melibatkan Generasi Millennial dan Gen Z di Tanah Air. Indonesia Summit 2025 mengusung tema "Thriving Beyond Turbulence, Celebrating 80's Years Independence", bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh Nusantara.

Editorial Team