Putri Wulandari Hamid dalam sesi Indonesia Summit 2025 day 2 di sesi bertajuk Empowering Young Talent in Eastern Indonesia pada Kamis (28/8/2025). (IDN Times/Nisa Zarawaki)
Banyak orang beranggapan bahwa pertambangan dan lingkungan adalah dua hal yang tidak mungkin berjalan beriringan. Namun, Putri melihat hal ini dengan perspektif berbeda. Baginya, pertambangan justru bisa selaras dengan upaya pelestarian alam jika dilakukan dengan tanggung jawab. Lewat posisinya di Harita Nickel, Putri selalu berupaya memberi pemahaman bahwa menjaga kelestarian lingkungan bukan hanya sekadar kewajiban, tetapi juga bagian dari keberlanjutan industri.
Dalam praktiknya, Putri dan tim melakukan berbagai langkah nyata untuk memastikan ekosistem tetap terjaga. Ia terlibat langsung dalam upaya penanaman mangrove, pembangunan wadah tumbuh karang, hingga monitoring rutin terhadap kondisi laut di sekitar area operasi.
"Kami selalu memberikan insight untuk memberi tahu kalau pertambangan dan lingkungan bisa berjalan berdampingan. Di Harita Nickel, ada dua aspek, yaitu menjaga lingkungan darat dan laut. Laut itu bagian saya. Saya selalu melakukan monitoring agar memasukkan industri ini tidak merusak lingkungan kita. Mulai dari penanaman mangrove, membangun wadah tumbuh karang, dan monitoring aspek lainnya," pungkas Putri.
Indonesia Summit 2025, khususnya sesi Visionary Leaders, merupakan sebuah konferensi independen yang diselenggarakan IDN Times untuk dan melibatkan Generasi Millennial dan Gen Z di Tanah Air. Indonesia Summit 2025 mengusung tema "Thriving Beyond Turbulence, Celebrating 80's Years Independence", bertujuan membentuk dan membangun masa depan Indonesia dengan menyatukan para pemimpin dan tokoh nasional dari seluruh Nusantara.