Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

3 Alasan Perempuan Harus Pintar meski Memilih Jadi Ibu Rumah Tangga

ilustrasi perempuan (pexels.com/Samson Katt)
ilustrasi perempuan (pexels.com/Samson Katt)

Banyak orang dengan pemikiran yang masih kolot sering mengatakan bahwa perempuan tidak perlu berjuang menempuh pendidikan tinggi karena ujung-ujungnya akan mengurus keluarga dan menjadi ibu rumah tangga. Oleh sebab itu, sebaiknya fokus saja untuk mengasah keterampilan dalam memasak dan mengerjakan tugas-tugas domestik rumah tangga seperti membersihkan rumah, cuci piring, menyetrika baju, dan lain-lain. Namun, apakah pernyataan semacam ini bisa dengan mudah disetujui? Tentu saja tidak!

Selagi ada kemauan dan kesempatan yang mendukung, perempuan sebaiknya tidak ragu untuk menempuh pendidikan setinggi-tingginya. Sekali pun pada akhirnya nanti memilih untuk menjalankan peran sebagai seorang ibu rumah tangga setelah menikah, tentu itu bukan masalah. Sebaliknya, ibu rumah tangga memang seharusnya pintar atas dasar beberapa alasan berikut ini.

1. Mengelola rumah tangga butuh strategi

ilustrasi seseorang yang sedang memegang uang tunai (pexels.com/Karolina Grabowska)
ilustrasi seseorang yang sedang memegang uang tunai (pexels.com/Karolina Grabowska)

Membangun rumah tangga yang harmonis bukan hanya mengandalkan cinta dan naluri. Ada banyak hal dalam keseharian yang sebenarnya sangat menuntut kepandaian. Sebut saja mengatur keuangan, mengurus rumah, hingga mengambil beragam keputusan, semua itu butuh dilakukan dengan ilmu. Kalau tidak dipikirkan dengan matang, sudah pasti menimbulkan permasalahan yang merugikan.

Oleh sebab itu, perempuan memang harus pintar, meski pada akhirnya "hanya" akan mengurus pekerjaan rumah. Dengan ilmu, perempuan mampu menyusun strategi yang tepat, sehingga seluruh urusan rumah tangga akan berjalan mulus. Hasilnya, kehidupan berkeluarga pun menjadi lebih tenang.

2. Perempuan yang pintar akan menjadi rekan diskusi yang sepadan untuk pasangannya

ilustrasi mengobrol (pexels.com/Pavel Danilyuk)
ilustrasi mengobrol (pexels.com/Pavel Danilyuk)

Ketika sudah menikah, seorang laki-laki yang notabene merupakan kepala rumah tangga memiliki beban yang sangat berat. Pasalnya, ada berbagai macam keputusan yang perlu diambil dalam rangka menjalani hidup, mulai dari keputusan kecil hingga besar. Langkah yang diambil harus tepat agar tidak memimbulkan kesulitan bagi keluarganya.

Jika laki-laki tersebut punya pasangan yang pintar, maka jelas menjadi sebuah keuntungan besar. Bukan hanya bisa berperan sebagai istri, perempuan yang memiliki level kepandaian tinggi juga mampu menjadi rekan diskusi yang sepadan. Dia akan memberikan beragam gambaran dari sudut pandang yang berbeda, sehingga membuat pengambilan keputusan semakin minim kesalahan.

3. Ibu yang punya bekal ilmu pengetahuan luas akan mendidik anak dengan baik

ilustrasi seorang ibu dan kedua anaknya (pexels.com/Ketut Subiyanto)
ilustrasi seorang ibu dan kedua anaknya (pexels.com/Ketut Subiyanto)

Perempuan sering diremehkan dan dilarang untuk menuntut ilmu sampai ke jenjang yang tinggi karena nantinya hanya akan tinggal di rumah untuk membesarkan anak. Nah, orang-orang yang berkata demikian sepertinya telah melupakan hal penting, yaitu membesarkan dan mendidik anak perlu bekal ilmu yang luar biasa banyak. Kalau ibunya tidak pandai, bagaimana mungkin buah hatinya akan tumbuh menjadi pribadi yang cemerlang?

Oleh sebab itu, perempuan haruslah berpendidikan tinggi. Berbekal otak yang pandai, perempuan bisa mempelajari banyak hal terkait dengan tumbuh kembang anak. Kalau sudah begini, dia akan mampu mendidik anaknya dengan baik hingga tumbuh menjadi pribadi yang berkualitas tinggi.

Menjalani peran sebagai seorang ibu rumah tangga bukanlah sebuah hal yang memalukan. Sebaiknya, ini merupakan peran yang luar biasa mulia. Kendati hanya akan tinggal di rumah saja, bukan berarti cukup dengan kemampuan yang seadanya. Perempuan tetap harus belajar, meraih pendidikan setinggi mungkin, karena menjadi ibu rumah tangga yang pintar jauh lebih menguntungkan dari pada ibu rumah tangga yang biasa-biasa saja.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ananda Zaura
EditorAnanda Zaura
Follow Us